Minggu, 25 Desember 2011

kacau dan galau

tengah malam yang membuatku galau karena susah memejamkan mata. yah, tengah malam yang sepi dengan mata yang sulit terpejam sangat berpotensi untuk "galau". menulis di blog tercinta dengan ditemani sekaleng kopi instan dan lagu Shandi featuring Donne "untuk siapa"semakin membuat perasaan terbawa kisah-kisah masa lalu yang perih untuk dirasakan kembali.

cinta yang tak terbalas selalu saja membuat kita hancur, apa lagi tahu bahwa orang yang kita tunjuk untuk memegang hati kita adalah orang yang sama sekali tidak peduli tentang kita, tentang hati kita, tentang cinta kita untuknya.

semua orang berhak mencintai siapapun, oleh karena itu siapapun berhak menolak cinta yang diberikan. adil bukan?

semua orang berhak mencintai orang lain kan. dengan syarat tidak merugkan orang yang kita cinta. kita tentu berharap orang yang kita cintai akan selamanya bahagia dalam hidupnya. amin

orang yang selalu merasa hebat dengan logikanya atau keras kepala dengan egonya tentu tidak akan mengalah dengan cinta. dia akan terus membunuh rasa cinta demi melindungi hatinya yang akan remuk. namun, orang yang mempunya "Cinta" dia akan lapang dada dengan resiko yang dia ambil, karena dia tahu rasa yang diberikan cinta akan sebanding dengan rasa sakit yang ia akan dapat. ia tahu untuk mencintai seseorang dibutuhkan pengorbanan, berkorpan tentang waktu yang akan tersita untuk memikirkanya, berkorban uang jajan untuk membeli pulsa hanya sekedar untuk menyapanya walau kadang tak terbalas, berkorban perasaan saat dia lebih memilih sahabatmu dibandingkan kamu, berkorban separuh jiwamu yang sengaja kau bakar agar untuk melihatnya tersenyum dengan curhata hatinya untuk sahabatmu, dan anehnya kau akan terus berkorban hanya untuk dirinya bahagia.

orang dengan cinta yang terbals atau mereka yang memprotect dirinya dengan mantel anti patah hati akan berfikiran kita ini malang, kita ini bodoh. namun, itu lah orang yang belum mengenal cinta sejujurnya bukan?

aku mencintai dia yang tidak mencintaiku. aku mencintainya lebih kurang 4 tahun, semenjak aku SMA hingga menjadi mahasiswa tingkat akhir sepeti sekarang ini. aku mencintai dia yang mencintai sahabatku. aku mencintai dia yang selalu TIDAK memperdulikan aku dan perasaanku. aku mencintai dia yang tidak mungkin aku gapai. aku mencintai dia yang selalu membuatku menangis getir di tengah malam.

aku mencintai dia yang membuatku pergi sejauh ini.




Jumat, 16 Desember 2011

untuk bidadari di surga

kemarin malam aku sengaja membuka facebook kakak kelasku di SMA. Kita memanggilnya mba Umi. Dia gadis cantik dengan kerudung yang selalu rapi menutup auratnya. Sikapnya sangat ramah, murah senyum, dan penuh talenta. Namun sayang, gadis sebaik itu harus pulang ke pada sang pencipnta secepat itu. di tanggal dua belas september lalu dia meninggal dalam kecelakaan. yang aku dengar dia korban tabrak lari.

mungkin memang benar kata sebagian orang kalau orang baik akan segera di panggil oleh sang maha kuasa dengan cepat. semoga memang begitu, dan mba umi benar-benar sedang bahagia di alam sana. Amin.

aku membaca pesan-pesan di wall mba umi satu persatatu. membaca setiap doa orang-orang yang menyayangi mba umi. orang-orang yang merasa sangat kehilangan dengan kepergiannya. orang-orang yang tau dengan persis seberapa baik dan sholehnya mba umi.

ini bukan pertama kalinya aku membaca pesan-pesan di wall seorang almarhum atau pun almarhumah. yah, walaupun aku belum tentu kenal dekat dengan mereka, aku selalu saja penasaran dengan "kematian". selalu ingin tau ada apa di balik misteri kematian, atau sekedar tanda-tanda mereka akan pergi jauh meninggalkan kita.

aku baca dan baca. kemudian aku baca lagi dan lagi.

subhanAllah, dia memang benar-benar gadis yang beruntung. dalam hidupnya yang tidak sepanjang yang ia harapkan, dia telah meninggalkan sejuta kebaikan dan kebahagiaan hingga orang selalu mengingat dan berkata tentang kebaikannya.

sholat tepat waktu, tidak lupa melakukan sholah, selalu sedih ketika meninggalkan sholat duha, selalu merasa kosong ketika sehari saja tidak membaca Al-quran dan yang selalu aku ingat adalah tutur katanya yang lembut dan sikapnya yang selalu sopan. keceriaan dan senyumnya selalu saja menjadi mentari yang menghangatkan hati kita.



Sabtu, 03 Desember 2011

Lorong Kosong


#Bagian 1
Clara selalu saja bisa membawa suasana menjadi ramai, asik dan seru untuk menikmati hidup yang kadang membosankan. Dia gadis periang dan cerdas. Tak heran, dia mempunyai banyak teman yang setiap saat mengelilinginya.

Entah gadis macam apa dia hingga orang selalu saja menilainya tak punya masalah. Setiap orang yang mengenalnya selalu terkesan dengan hidupnya yang dipenuhi tawa. Fikiran konyol, gaya bicara, dan tingkah lakunya selalu saja menjadi sorotan. Kadang ada beberapa teman yang tidak suka dengan itu, namun Clara tetap saja melakukan apa yang dia suka.
Pernah salah satu teman menegurnya karena terlampau tertawa keras dan bercanda yang kelewat batas. Kritikan tajam pun bertubi-tubi ia berikan pada gadis periang ini, segala hadis dikeluarkannya untuk mematahkan semua jawaban yang diberikan Clara untuk setiap kritikannya. Namun pada akhirnya dia harus diam, karena berdebat dengan Clara sama artinya mengurangi kebahagiaan hidup. Clara tidak akan pernah mengalah. Bukan karena sombong, itu lebih kepada tidak mau dibodoh-bodohi. Clara tidak akan mengalah jika suatu pernyataan tak bisa mengalahkan logikanya. Kemudian kau hanya akan merasa rasa dongkol mendapati kekalahanmu.

Logika yang dia pakai bukan untuk matematika. Dia benci matematika. Dia suka sejarah, sastra dan hal lain yang berbau musim gugur. Dia suka kelembutan dan hal lain semacam angin, hujan, dan bintang. Tapi ia benci bulan. Bulan selalu menggambarkan nenek sihir seperti dongeng yang kerap ia dengar dari cerita-cerita neneknya.

Seperti biasa, bosan selalu saja membunuh setiap senti saraf-saraf di otak dan Clara benci itu. Dia mulai berfikir tentang hal yang menyenangkan. Mungkin suatu permainan akan seru jika sedikit berbahaya dan memalukan. senyum nakal dia lemparkan kepada teman-temannya yang sedang sibuk dengan laptop. 

Hoy....aku ada ide nih..!! seru Clara. Teman-temannya menatap aneh, dengan mata menciut curiga.

Ide apa? tanya Mila. Jangan yang aneh-aneh lah... sekali-kali jadi normal ngapa. tegas Dira memastikan Clara tidak akan berbuat hal gila.

hehehehehhee..... tau aja nih si mila... bapak kamu tukang......

bukan..!! jawab Dira mendahului pertanyaan Clara yang belum selesai. 
langsung aja lah ra mau apa. pinta Vani tak sabar. 

Iya.. iya... iya...... sabar dong teman-temanku sayang... aku gak suka ya kalo teman aku bertengkar... bertengkar itu gak baik... aku sedih kalo kaya gitu jadinya..........

Ah... mulai lagi deh gilanya. udah deh buruan ide apa?! tanya Serra nyolot. Tapi yang seru ya, Bosan juga nih duduk gini doang.

Hujan memang sudah dari pagi mengguyur kota Padang. Orang akan lebih memilih menarik selimutnya tinggi-tinggi di kamar ketimbang beraktifitas di luar, namun karena kewajiban berangkat kuliah pagi ini Clara, Mila, Vani, Dira dan Serra sudah dari pagi di kampus. Nilai akan terancam hanya karena absen. Mereka tidak akan mempertaruhkan itu. Namun sialnya, si dosen sendiri yang absen pagi ini. Tidak ada pilihan lain di hari yang becek ini selain nongkrong di kampus dari pada kehujanan di luar sana. Kemudia harus mati kebosanan menunggu jam berikutnya pukul tigga. 

Gini nih... mau gak main yang seru??? tapi sedikit seram sih. tanya Clara pada ke tigga temannya.

Emang mau main apa sih?? kok pake acara seram-seraman segala?? tanya Serra balik.

Main jaelangkung. bisik Clara pada kempat temannya yang sudah menatapnya penasaran.

Ih gila kali kamu ya ra, gak ah entar ujung-ujungnya kita mati semua kaya yang di film-film, Tolak Mira cepat.

Ya gak lah Mira sayang.. itu kan di TV... yang di TV itu semuanya bohong. Acara Uya Kuya aja itu bohong tahu. Mana ada sih orang yang mau buka aib sendiri di depan umum, terus ada lagi tuh acara Mermehek-mehek. Kenapa gak lapor polisi aja kalo ada keluarga yang hilang. Udah deh jangan parno gitu, parno itu gak boleh. Entar kena tangkep kaya Ariel peterpan. Vani dan Serra tertawa keras dan Mira cuma bingung dengan jawaban Clara. 

Siapa setuju kita main jaelangkung? tanya Clara serius.

Aku ikut, jawab Serra dan Dira.

Aku juga, lanjut Vani.

Ya udah deh aku ikut, tapi aku telfon mama dulu ya?

Heeewww.... dasar anak mamihh...!! apa-apa ijin sama mama. Emang kita mau nikah? pake acara minta restu segala. jawab Clara kesal. jadi ikut gak mil?? tanya Clara lagi.

Iya jadi... tapi Clara jangan melotot ke Mila dong... Mila takut...

Iya Mila sayang... Clara gak melotot kok... Clara cuma pingin makan Mila aja... jawab Clara menahan keki.

Jadi setuju semua nih ya kita main jaelangkung! Permainan ini beda banget sama yang ada di TV. Aku dapat cara bermain jaelakung ini dari nenekku. Aku ngajak kalian main jaelangkung karena suasananya pas banget buat kita ngundang arwah-arwah yang tersesat di gedung pustaka ini. Konon, dulu ada beberapa orang yang sengaja bunuh diri di gedung ini. Kata beberapa orang yang sering jaga malam di sekitar gedung, mereka kerap mendengar dan melihat hal-hal aneh. Aku penasaran dengan hal itu dan kalian juga merasakan hal yang sama kan sekarang? pingin tahu... seberapa bejat sih orang-orang disini. Clara tersenyum kecut.





Jumat, 02 Desember 2011

Just Nothing

Aku anak kampung. Tapi aku tak mau dibilang kampungan. Kata kampungan selalu saja mengesankan kita pada sisi negatif. Pada sisi di mana kita berasal dari lingkungan yang bodoh, norak dan jauh dari kata modern. Tapi untuk disebut anak kota pun aku enggan. Anak kota selalu diidentikan dengan kesombongan, hura-hura dan pergaulan bebas. Mungkin tidak semua berpandangan seperti itu, tapi kebanyakan dari meraka berfikit demikian. 

Aku adalah aku, bukan yang kau fikirkan ataupun yang mereka katakan tentang aku.

aku terlahir dari keluarga sederhana, bahkan sangat sederhana untuk digambarkan dari hidup yang berkecukupan. Aku pernah harus berbagi sebutir telor rebus dengan tiga saudaraku. bahkan nasi putih dan garam pun akan menjadi sarapan pagi yang lezat ketika bapak belum pulang dari jualan kayu bakar. 

bapaku bukan orang yang "bersekolah tinggi" dengan deretan tittle di nama depan dan belakangnya. yah, bapaku bukan orang yang berpendidikan tinggi, namun dia tidak BODOH seperti orang-orang yang menilai tukang becak adalah profesi yang rendah dan menjadi percontohan orang-orang yang tak sukses. Aku masih heran kenapa tukang becak diidentikan dengan orang yang gagal. aku juga heran kenapa orang berdasi lebih dihormati dari pada orang yang membawa cangkul dan menanam padi di sawah. Penampilan fisik memang selalu saja menjadi daya tarik mata menilai suatu hal. dan itu lah sewajarnya manusia. 

Bapak mempunyai banyak cerita tentang pewayangan. Cerita pandhawa lima selalu saja menjadi sukaanku.di sana bercerita tentang kerajaannya yang makmur karena rajanya bijaksana. Tentang seseorang yang tamak akan kekuasaan. Tentang perjuangan mendapatkan kekuasaan dengan jalan sesat dan tentang kelapangan hati pendhawalima merelakan kerajaannya. pada akhirnya semua berakhir bahagia. Seorang anak raja akan tetap menjadi raja. Pandhawa lima mendapatkan kerajaan lain. Kerajaan yang lebih besar, lebih mempunyai kekuasaan dari kerajaan sebelumnya.

cerita-cerita bapak selalu saja menghayalkanku tentang sebuah kerajaan tentunya. Aku berkhayal aku adalah anak raja. Berkhayal bapak adalah anak raja yang tidak suka tinggal di istana. Anak raja yang pada akhirnya harus kembali ke istana untuk meneruskan tahta ayahnya. Tapi STOP, itu semua hanya imajenasimu. Imajenasimu yang selalu melewati batas kebodohanmu. imajenasimu yang selalu kau simpan karena semua orang akan mencemoohmu tentang mimpi-mimpimu itu.
yah, aku sadar. Ini lah realita. Sekarang bukan zaman pandhawa lima yang masih menggunakan kemben untuk baju-bajunya dan sihir sebagai senjatanya. sekarang era tekhnologi. semua bisa dilakukan dengan mesin. sudah tak lagi kontak batin yang ada kontak handphone. sudah tak ada lagi karpet terbang, yang ada pesawat terbang. dan untuk hidupku sendiri, sudah tidak ada lagi kerajaan atau pun warisan kakeku untuk bapakku. karena si mbah sudah wafat dua belas tahun yang lalu. saatnya bangun dari tidurmu, dari mimpi-mimpimu. Buka mata dan lihat realita.

Minggu, 27 November 2011

Selalu Membencimu "Minggu"


Rasa yang paling menyedihakan adalah saat kita terlupakan. Saat rindu tak ada lagi intukmu. Saat handphonemu tak lagi bersuara. Saat orang tak lagi menyapamu. Saat dunia tak lagi mencatat namamu.
Aku selalu saja benci dengan hari minggu. Aku benci saat bangun dan mendapati aku harus seharian di rumah. Saat harus tahu bahwa tidak ada tawa girang dari lawakan yang sengaja di buat. Saat hari mulai siang dan aku menyadari kutukan itu mulai datang. Kemudian sore yang membuatku menyesali hari.
bukan itu saja. Hari minggu semakin membunuhku dengan jam-jam yang membuatku selalu ingat untuk melihat handphone. menengoknya, kemudian berlalu, dan begitulah selanjutnya.
Hari minggu selalu tidak ada yang istimewa. Minggu selalu membuatku marah. Minggu selalu saja panas. tidak ada yang istimewa dengan hari ini.
Hari minggu selalu mengingatkanku bahwa malam lalu aku sendiri. aku sepi dan menyepi. hari minggu mempecundangiku.
Hari minggu semakin membuatku marah dengan dengan surat kabar itu. Aku semakin hari semakin marah dan benar-benar remuk bersama angan dan mimpiku.

Minggu, 20 November 2011

Aku Hamil, Itu Saja!


Masa remaja memang sangat rentan, pada saat anak mengalami suatu pertumbuhan, hendaknya orang tua senan tiasa mendampingi. Suatu kisah yang berawal dari kurangnya perhatian orang tua dengan kebutuhan remaja pada saat pertumbuhan.
Sebut saja namanya Ajeng, dia adalah gadis yang manis. Terlahir dari keluarga yang memang kurang memperhatikan nilai-nilai agama dalam mendidik anak-anaknya. Hingga sebuah peristiwa terjadi pada anak bungsunya. Suatu kecelakaan yang harusnya tidak terjadi pada gadis secantik Ajeng.
Ajeng memulai persahabatan dengan kami pada awal semester dua. Kami empat sahabat yang terdiri dari aku,Nitha,Oci dan Ajeng. Dia memang sangat berbeda dengan kami, pergaulannya pada dunia malam sangat luas, tergambar jelas dari kisah-kisah yang ia tuturkan kepada kami. Sering kali ketika kami sedang bersama di kos-kosan Nitha, tiba-tiba saja ajeng di jemput oleh laki-laki yang kata ajeng adalah pacarnya, anaehnya laki-laki tersebut selalu saja berganti-ganti orang dan tentunya selalu membawa mobil.
Kami pun ahirnya menegur Ajeng dengan kelakuan Ajeng yang menurut kami kurang wajar. Ajengpun menjawab dengan gampangnya “aku kan gak Cuma punya cowo satu” dengan gaya yang serba tau diapun menjelaskan kepada kami bahwa selagi muda pinter-pinter lah cari cowo yang tajir. Kami hanya tersenyum kecil mendengar kata-kata Ajeng.
Semakin hari kelakuan Ajeng pun semakin keterlaluan. Sepertinya aturan-aturan agama memang sudah tak penting lagi untuknya. Ketika kami mengajaknya untuk sholat dia sering membentak kami agar tak mengganggu kalo hanya menyuruhnya sholat. Dia juga sering sekali bercerita bahwa dia baru pulang dari diskotik “Subahanallah…apakah orang tuanya memang benar-benar tidak memperhatikan kelakuan anaknya?” Tanya aku dalam hati.
Ternyata benar saja, setelah kata-kata kami kurang mempan untuk menasehati Ajeng kamipun berinisiatif untuk mengunjungi rumah Ajeng, kami berpura-pura bahwa ingin mengunjungi rumahnya dan bersilahturahmi dengan orang tuanya.
Kami kaget bukan kepalang ketika dating kerumah Ajeng. Rumahnya begitu berantakan dan sangat kotor. Berbeda sekali dengan dandanan Ajeng yang selalu rapi. Kain-kain kumuh berserakan dimana-mana. Dan fakta baru yang kami dapat  ternyata bapak Ajeng adalah seorang laki-laki yang doyan kawin dan ibu ajeng adalah istri ketiga.
Pada saat kami dating tepat waktu sholat asar sehingga kami minta izin untuk sholat disana. Anehnya ternyata mukenah dan sajadah tak pernah mereka gunakan. Bau kapur barus sangat menyengat dari mukenah yang mereka pinjamkan kepada kami. Ibunya berkata pada kami “untuk apa sih sholat jungkir balik??? doa kita ajah gak pernah dikabulin” ya alloh…benarkah apa yang kita dengar adalah kata-kata yang diucapkan oleh seorang ibu???
Ahirnya kami memutuskan untuk tidak mau tau lagi dengan urusan Ajeng, dia saja tidak pernah mendengar nasehat-nasehat kami. Bulan berganti bulan dan terjadilah suatu peristiwa yang benar-bebar jami takutkan.
“Pertut ajeng makin besar ajah…” tutur Oci
“Apa hamil ya??” Nitha pun ikut penasaran
“Apa gak sebaiknya kita tanyakan langsung say??”kataku bingung
Kamipin memberanikan diri menanyakan langsung kepada ajeng dengan kecurigaan kami dengan keadaan perutnya yang semakin besar. Selayaknya sahabat kami pun peduli dengan masalah yang teman kami hadapi. Kami menaynyakan langsung kepada ajeng ketika kita sama-sama kumpul di kos-kosan Nitha.
Pengakuan dari seorang sahabat yang kami sayangi bagai petir disiang bolong. Ajeng memang benar-benar hamil, ya dia hamil empat bulan. Ajeng sangat bingung dengan kehamilannya ini, dia benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan dengan kandungannya ini. Dia berisisiatif untuk menggugurkan kandunganya kepada dukun agar biaya lebih murah katanya namun tentu saja kami melarangnya.
Kami menyuruh Ajeng untuk memberitaukan kehamilanya kepada orang tuanya terlebih dahulu karna kami yakin orang tuanya pasti tak tau mengenai peristiwa yang dialami anaknya. Benar saja, ternyata orang tuanya memang tak tau masalah berat yang dihadapi oleh anaknya. Namun Ajeng sangat takut untuk menceritakan masalah ini pada orang tuanya dan butuh waktu dua minggu untuk  kami meyakinkan Ajeng bahwa orang tuanya pati bisa membantu maslahnya dan akan tetap saying dan peduli padanya.
Kamipun tinggal menerima kabar dari meri tentang pemecahan masalahnya, kami berharap sahabat kami mendapat solusi terbaik dari masalahnya.
Solusi yang diberikan oleh orang tua ajeng tak lain dan tak bukan adalah menggugurkan kandungan Ajeng yang sudah mau menginjak lima bulan. Masya allah…sudah lima bulan akan digugurkan??? Bukan saja akan membunuh janin yang ada dalam rahim ajeng tapi nyawa ajeng juga menjadi taruhanya bukan???
Kami sangat tidak setuju dengan solusi yang orang tua ajeng paparkan untuk anaknya. Kamipun ahirnya mencari laki-laki yang menurut Ajeng adalah ayah dari anak yang sedang dikandungnya. Beberapa tempat kita kunjungi untuk sosok yang bernama Andre, jejak kepergiannya pun tak kami dapatkan. Beberapa hari kami mencari dibeberapa tempat yang dan hasilnya nihil.
Perut Ajeng semakin besar dan tidak mungkin menyembunyikan kondisi ini dari anak-anak kampus, banyak sekali teman-teman kami yang menanyakan perut Ajeng. Kami semakin kasihan dengannya.
Suatu hari Ajeng berniat meminjam uang kepada kami senilai dua setengah juta, namun kami tak memberinya. Bukan karena pelit atau apa namun Ajeng berniat mengguanakan uang itu untuk menggugurkan kandungannya, oleh karena itu kami menolaknya.
Setelah hari itu, sosok ajeng tak lagi terlihat di kamus ataupun tempat-tempat yang biasa kita kunjungi bersama, nomor  HP pun tak aktiv lagi. Kemanakah sosok Ajeng???
Kami menelusuri sosok ajeng kerumahnya. Kami menanyakan keberadaan Ajeng kepada orang tua Ajeng, haru bercampur sedih ketika mendengar bahwa Ajeng dipindahkan kerumah neneknya sampai melahirkan, kemudan dia akan kembali kuliah setelah itu.
Ajeng menolak menggugurkan kandungannya, sehingga orang tuanya pun tak bisa berbuat banyak dan menyembunyikan ajeng dari gunjingan warga sampai semuanya kembali normal.
Pada jaman sekarang, agama adalah alat utama dalam bagi kita semua untuk membatasi diri berbuat sesuatu yang membawa kita pada jalan-kjalan yang sesat. Jangan sampai kita menyesal hanya karna kurangnya iman di hati hingga terjerumus dalam jalan setan yang membawa kita kedalam kerak-kerak neraka.
Semoga kita semua mendapatkan pelajaran yang berarti dari kehidupan sahabatku Ajeng. Kita bisa berubah asal kita mau, dan kami harap Ajeng pun akan berubag setelah pelajaran yang ia alami dari kesalahannya.

Kenangan Terindah Ed


Sewaktu awal kuliah aku merasa sangat kesepian. Teman satu geng sewaktu SMA tidak satu pun yang kuliah di kota yang sama denganku. Mereka mengejar pendidikan di jawa seperti cita-cita kita dulu. Yah, hanya aku lah yang masih tinggal di kota ini dengan seribu kenangan dari mereka.
Aku membatasi diri untuk berteman akrab dengan orang lain. Itu semakin membuatku merasa kesepian. Aku benar-benar butuh teman berbagi. Tapi itu lah aku, yang tidak bisa akrab dengan teman baru untuk berbagi cerita atau sekedar berbagi lelucon.
Suatu hari, di tengah kesepianku  dengan aktifitas kuliah yang kadang membuatku bosan aku bertemu dengan cowok tapan bertampang mirip Ridho Roma. Namanya juga cukup keren, Ed aku memanggilnya. Mirip edward colin ya??? Itu loh actor dalam film Twilight.
Aku bertemu  Ed di salah satu konter penjualan pulsa di  dekat loket penjualan tiket kereta. Seperti biasa, weekend aku harus pulkam untuk melepas sejenak bebean kebosanan di otaku yang sudah mengkarat oleh tugas-tugas kampus. Aku mencatat no handphone ku di kertas yang disodorkan penjual pulsa. Aku menuliskan dua belas dijit nomor dan dreett...dreeettt... sms sampai bertuliskan pengisian pulsa yang sukses. Setelah membayar akupun berlalu tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarku.Yah, aku sama sekali tidak tahu kalo salah satu cowok di konter itu memperhatikan aku.
Sesampainya di rumah, aku pun bercengkramah sebentar dengan orang tuaku. Menjawab pertanyaan seputar kuliah (seperti biasa) aku pun pamit untuk mandi dan melepas lelah di kamar. Selesai mandi aku mulai membenamkan bandanku di kasur.”hemm.. lepas semua beben kuliah rasanya kalo sudah bersantai di kamar tercintaku ini” bisikku dalam hati.” Tanganku meraba tas yang aku letakan di samping bantal, mencari handphone.
“wah ada sms ternyata.”
Tanganku mulai menekan tobol ok untuk membacanya.
“haiii..... nama kamu siapa sih?? Leh kenalan gak???”
“iiihhh... siapa neh? Kurang kerjaan banget deh!” gerutuku.
Aku letakan handphone di samping bandal dan keluar kamar. Yah, makan masakan mama lebih menarik hatiku dari pada menanggapai sms dari orang yang kurang kerjaan pikirku.
Malamnya, seusai bosan menonton acara TV aku kembali ke kamarku. Mencuci muka dan siap-siap tari selimut. Mata sudah 5 watt, jiwa juga sudah setengah masuk kealam mimpi dan ini lah saatnyaaa....
DRRRRTTTTTTTT...... DRRRRTTTTTTT.... someone calling you you have to pick up your phone.........!!!!
Yah, nada dering yang membuat mataku melek selebar jengkol.
Hallo???? Sapaku judes.
Ngapain sih nelfon malem-malem????? Gangguuuuu.....
“Aku ed.... maaf ya kalo ganggu... niatnya Cuma pingin kenalan doang kok..”
Semenjak malam itu kami pun setiap malam saling telfon menelfon. Kalo bukan dia yang menelfon, aku lah yang akan menelfonnya. Begitulah setiap malamnya.
Setelah sekitar satu bulan, kami pun memutuskan untuk berpacaran. Ed menembakku di kereta sewaktu pulkam minggu lalu.
Aku sangat bersyukur mempunyai ed yang sangat jujur padaku. Dia juga apa adanya. Mungkin karena mamang adanya itu kali ya. Dia jujur kalo dia adalah seorang pengamen jalanan, sekolahnya saja SD sampai SMA ambil paket semua. Dia juga pemakai narkoba. Tapi dia berjanji bakalan berhendi demi aku kok.
Hubungan kami semakin hari semakin dekat. Selain aku pernah diajak main ke rumah orang tuanya, aku juga sering diajak ngamen di pasar bareng dia. Anehnya aku dengan senang hati menerima ajakan Ed buat ngamen bareng, mungkin karena cinta kali ya!
Berbeda banget dengan orang tua Ed yang welcome banget sama kedatangan aku ke rumah. Orang tuaku justru sangat menentang hubunganku dengan Ed. Hubungan kami sempat putus namun balikan lagi setelah mengaku masih saling cinta dan berjanji akan mengatasi masalah ini berdua.
Hubunganku dan Ed sudah tidak pernah dipermasalahkan lagi oleh orang tuaku. Bukan karena mereka setuju, tapi karena mereka percaya kalau aku sudah putus dengan Ed. Yah, pinter-pinter aku aja ngeles dan ngibul. Maaf mama dan papa anak sekarang mamng jago bo’ong. Apa lagi bo’ong masalah uang sekolah dan pacar. Hehehehehhe......
Hari-hari dengan Ed masih seperti dulu. Penuh kebahagiaan, canda dan tawa. Belum lagi kegilaan tingkahnya yang selalu membuatku tertawa penuh dan tentu saja itu yang membuatku susah untuk meninggalkannya hingga pada suatu malah ia menelfon dengan nada parau.
Ed berkali-kali meminta maaf dan menjelaskan alasannya meminta putus denganku. Aku mendengarkannya dengan perasaan percaya dan tidak. Aku menutup telfon dan kembali tidur dengan harapan itu semua hanya MIMPI BURUK.
***
Ed datang ke kos besok malamnya. Ia datang untuk membicarakan lagi mengenai putusnya hubungan kita. Dia kembali meminta maaf untuk keputusannya memutuskan aku secara tiba-tiba. Masih dengan alasan yang sama. Orang tuanya menjodohkannya dengan wanita lain. Ed juga menyetujuianya. Alasannya hubungan cintaku dan dia tidak ada masa depannya. Dari mulai status sosial dan ketidak setujuan orang tuaku dengan hubungan kita. Sebelum pergi, Ed juga berkata padaku bahwa aku harus menyimpan semua barang pemberiannya. Dia berharap kenangan masa pacaran kita menjadi saksi seberapa bahagianya kita dulu.
Ed pun pulang dengan salam perpisahan dariku. Aku kembali ke kamar kosku dan menatap semua barang peninggalan Ed.
“Dari semua kenang-kenangan cinta kita, anak ini lah yang akan mengingatkan aku betapa bahagianya aku denganmu Ed” bisiku lirih dan mengelus perutku yang sudah berisikan janin 2 bulan ini.

Dia

Dulu aku hanya mampu mencintainya. Dari balik jendela kelasku yang mengarah teras kelasnya, di sana rumput, batu dan udara tahu akan semua perasaanku untuknya. Masa putih abu-abu itu telah berlalu, namun rasa itu enggan enyah dari hatiku.
akhir-akhir ini aku mulai berkomunikasi dengan sahabat-sahabatku di SMA. Melalui jejaring facebook kita mulai mengingat lagi masa nakal dan kenangan indah bersama, tidak ketinggalan soal cinta ala anak ABG yang sedang puber. Cinta monyet yang sedang berubah menjadi cinta gorila. Cinta yang masih dianggap enteng oleh orang-orang dewasa. Hanya karena umur kita.
Dulu aku sempat mencintai dia yang pandai dan popular di sekolah. Dia yang alim dan pendiam. Dia yang sederhana dengan segala kelebihannya. 
Aku berharap aku masih menyimpan nomor handphonenya. Aku berharap dia masih mengingatku. Aku berharap dia masih tahu aku lah yang sering menitip salam ke padanya lewat temanku. Aku harap dia tahu kalau aku orang yang diam-diam memperhatikannya di Masjid sekolah. 
Dulu, aku selalu saja mencari alasan untuk dapat mengirimkan sms untuknya. Mencari-cari pertayaan untuk dapat dijawabnya. Memberi sedikit perhatian untuknya agar dia tau kalau aku ada untuknya.

Sabtu, 19 November 2011

Nasib Si Jomblo di Malam Minggu

satu persatu no handphone dikontaknya ia cek satu persatu. Siapa ya yang mau aku telfon ya. gea, hanif, ocha, yayu...... tet..tet..tet.. semakin ia tekan ke bawah ke bawah makin gak nemuin orang yang pas buat ditelfon di malam ini. malam ini malam minggu. tentu semua anak muda sibuk dengan rutinitas klasik. kecuali manusia jomblo macam yola. pada umumnya teman-teman yola selalu menganggap malam minggu adalah malam kencan sedunia.itu lah yang menyebabkan yola kesepian di malam minggu. yona semakin galu. semakin kusut mukanya menatap dinding kamarnya yang sama sekali tak bergeming. tak menunjukan tanda-tanda hidup. tak bisa ia ajak bicara. tak bisa.
ah mungkin membaca novel bisa menghilangkan suntuk ini, fikirnya. ia pun melangkah menuju lemari kecil yang berdiri di samping pintu kamarnya. lemari yang berisi tumpukan kardus diatasnya, dengan rak pertama tanpa pintu. nampaknya rusak atau sengaja di buka untuk untuk mempergampang mengabil buku-buku yang ditumpuk secara berantakan.
tangan yola mengambil salah satu novel bersampul yang didominasi warna hijau.
"yah.. novel ini belum aku baca" kemudian yona pun membenamkan tubuhnya dengan tumpukan bantal di samping kiri dan kanan kepalanya.
"aahhh..... gak asik ah ni novel... kenapa novel seperti ini bisa terbit!"
sedangkan tulisanku dengan cerita semenarik itu saja belum juga di terbitkan, padahal itu kan koran daerah. ah..." yona semakin jengkel, ia melempar novel itu ke sudut tempat tidurnya dan beranjak keluar kamar.
"galau" teriaknya lantang.
"sial banget sih jadi jomblo..... gak ada yang peduli, gak ada yang inget aku, gak ada yang sms aku, rasanya kaya aku itu lagi gak di planet bumi!!" yona diam sesaat... hemmmm.. mungkin ini nih kenapa banyak temanku bilang kalo gak bisa jomblo lama. tapi kenapa aku bisa selama ini ya ngejomblo???
kemudian hening lama.
***
 

Kamis, 17 November 2011

Nilai Uang

Banyak orang bilang kalo cinta tidak bisa dibeli oleh uang. persahabatan tidak bisa di beli oleh uang. keluarga tidak bisa dibeli dengan uang. kebahagiaan tidak bisa didapat oleh uang.
kata siapa?? apakah anda juga bagian dari orang yang mengatakan itu?? apakah anda yakin dengan pernyataan itu??
aku sendiri dengan tegas mengatakan iya. bisa.
bulan ini banyak sekali nilai-nilai hidup yang aku dapat. banyak musibah yang menimpaku. tuhan sengaja karena tuhan masih menyayangiku.
musibah pertama dalah pencurian yang sengaja dilakukan anak kelas 6 SD di kamarku. dia mengambil tasku beserta isinya. uangku ludes diambilnya, sedangkan beberapa surasurat penting dan beberapa kartu seperti ATM,KTM,ASKES dia kembalikan setelah diancam untuk dilaporkan polisi pleh pak likku. aku berfikir bahwa mungkin uang itu bukan rezekiku. aku harus mengikhlaskan.
aku berusaha untuk ikhlas, aku percaya tuhan selalu ada untukku. uang takan membeli imanku. namun dilain sisi aku semakin tercekik, semakin terpuruk, semakin terancam. tentu saja demikian adanya. untuk sekedar naik angkot saja aku harus meminjam uang teman. dan sungguh, aku sangat tidak bahagia dengan keadaan itu.
musibah kedua adalah mama sakit. mama sakit begitu parahnya sehingga beberapa orang mengira mama tidak lagi mempunyai umur panjang. mama terkena diabetes semenjak aku SMP. dulu beliau sangat cantik, badan beliau bagus, kulitnya kuning langsat dan bersih. teman-temanku bilang mama lebih cantik dari pada aku. aku tentu bangga dengan hal itu. namun sekarang sudah beda. mama kurus, dan kaki yang selalu aku banggakan sudah tidak semulus dulu. mama gampang terluka dan susah sembuh. sehingga beberapa bekas luka gigitan nyamuk pun berbekas dan berjajak di kaki kebanggaanku.
mama dirawat di rumah sakit hampir sebulan. jari kaki mama yang terkena pecahan beling akhirnya diamputasi. kondisi mama makin parah waktu itu. papa menelfonku untuk segera pulang. aku tentu saja sangat ingin pulang, namun kondisi berkata lain. aku tidak bisa begitu saja meninggalakan kuliahku dengan sejuta konsekwensi. dan aku tentu saja tidak mempunyai tabungan sepeserpun untuk membeli tiket pesawat. setelah mama dioprasi, beberapa hari kemudian mama dipulangkan. katanya kondisi sudah mulai pulih. ternyata itu salah. kondisi mama makin parah. mbok ngali (tetangga sekaligus ibu angkatku) berkata bahwa mama hanya tinggal menantiku pulang.katanya beliau sangat merindukanku. ya tuhan.... ujian apa lagi ini jeritku dalam hati. aku hampir ingin membeli tiket, tentu dengan uang hasil pinjam sana sini, aku tak mungkin meminta uang papa, bliau sedang membutuhkan banyak untuk mama. alhamdulilah.. aku tak perlu pulang karena mama akan segera sembuh kata papa.
musibah ketigga adalah rusaknya handphone ku. OMG..!! kenapa cobaan datang bertubi-tubi. untuk soal ini aku akan menyerahkannya untuk mamasku. dia sudah berjanji akan membelikanku handphone baru. aku terus dan terus menagih janjinya. tapi semua janji itu palsu, dan aku kecewa.
jika aku mempunyai uang lebih, tentu aku tidak perlu kesusahan di akhir bulan. kalau aku punya tabungan, tentu aku bisa pulang kapan saja mengunjungi mama. kalo aku punya uang, mama tidak perlu menahan rindunya padaku.kalau aku mempunyai uang, tentu aku tidak perlu memohon seperti itu. jika aku mempunyai uang, tentu aku tidak merasakan kekecewaan berkali-kali atas janji mamasku.
demi mendapatkan uang tambahan, aku sekarang memulai bisnis yang sama sekali diluar background knowledge ku. uang dan uang. kapan aku tidak bermasalah denganmu lagi? mungkin setelah aku mati. karena diakhirat konon katanya uang tidak berlaku. amal ibadahlah yang berlaku untuk membeli tiket surga. namun beramalpun banyak diartikan dengan memberikan sebagian harta kita untuk orang yang kurang mampu. perfikir tentang uang tidak ada ujungnya. kecuali kita kembali ke jaman batu. dimana uang tidak berlaku. tapi apa kita mau??????
TIDAK!! yah tentu saja tidak.

Sabtu, 12 November 2011

Keluarga

apa sih arti keluarga buat kamu??
seberapa berharganya keluarga buat kamu??
apa impian terbesarmu untuk keluargamu?

keluarga. keluarga adalah tempat pertama kalinya kita mengenal kasih sayang, kebersamaan dan cinta kasih. keluarga terdiri dari beberapa orang yang sangat kita cintai. di sana masa kecil kita tumbuh hingga dewasa. bersama kenangan yang telah lalu, mari kita ingat, cerita apa saja yang terukir di masa lalu.
ingatkah kamu ketika ayahmu menggendongmu dari depan TV padahal kau sedang pura-pura tertidur? ingatkah kamu ketika ayahmu mengajarkan naik sepeda?? saat memberi semangat untuk mu ketika kau malas untuk bersekolah, melarangmu pergi malam karena berbahaya untukmu? saat bliau memarahimu karena kamu bermain suatu hal yang membahayakan fisikmu?? yah.. ayah selalu saja menjaga kita dengan caranya sebagai lelaki. melindungi kita dan mengajarkan kita untuk menjadi bisa, sehingga kelak ketika bliau tidak ada kita akan menjadi orang yang kuat. 
ingat ketika ibumu memandikanmu dengan air panas ketika kau selesai main hujan? ingat saat ibumu menyuruh sarapan pagi?? masih bisakah kau merasakan seberapa nikmatkah masakan pagi ibu? yah aku sedang sangat meridukannya.
ingatkah kau saat ibu memarahimu karena tak mau tidur siang? marahan yang menggambarkan kasih sayang dan aku rindu itu. ingatkah kamu saat ibumu sedih karena tidak bisa membelikan apa yang kamu mau?? ingatkah seberapa bangganya dia bliau kepada kita, padahal orang lain selalu menganggap remeh kita? yah.. ibu memang selalu saja mempunyai jutaan cinta untuk anak-anakknya. 
ingatkah kamu saat kita berebut makanan dengan saudara-saudara kita?? makanan yang hanya sedikit tapi kita harus bebrbagi. ingatkah kamu saat bermain bersama saudara-saudaramu? saat bermain layangan, bola, gambar wayang, tali karet. saat itu begitu bahagia. ingatkah kamu saat semua orang menyalahkanmu namun saudaramu berdiri didepan untuk selalu berada di pihakmu?? itu lah memang saudara.
saat ini kita sudah dewasa. banyak hal yang sudah berubah. baik fisik maupun hati. dan dengan cinta kita untuk keluarga, pastilah mempunyai perubahan. baik makin besar atau menyusut. 
mirisnya, beberapa darikita gampang menyusutkan rasa cinta kita, rasa sayang kita dengan hal-hal baru. teman baru, pacar baru, mainan baru, kegiatan baru dan bayak hal baru yang membuatmu mempunyai alasan untuk tidak memperhatikan, mempedulikan dan menyayaingi keluargamu lagi. 
mungkin kau anggap remeh keluargamu yang tidak sepadan dengan keluarga dia, itu, mereka atau yang lainnya. namun mesti kau ingat. mereka belum tentu mendapatkan cinta yang sama, kenangan yang sama dengan apa yang kamu dapat. 
coba kau tengok lah lagi kebelakang. bagai mana keluargamu sekarang. apa dia sedang bahagia? sedang sedih? atau malah sedang terpuruk dengan ribuan masalah?? kau bagian dari mereka. kena kah kau ketika tak ada tempat lagi di pojok bumi ini? tentu kepada keluargamu lah kau akan mengadu. kepada ibu yang mempunyai jutaan cinta, ayah yang mempunyai mantel pelindung anak-anaknya dan saudara-saudara kita yang siap menjadi benteng untuk kita.


"untuk keluargaku"

Jumat, 11 November 2011

cinta kepada

cinta adalah kata sifat yang paling susah untuk dijabarkan artinya. namun, aku percaya semua orang mempunyai rasa cinta dan pernah merasakan cinta. kebanyakan dari kita hanya mendefinisan cinta  dengan pasangan kita "pacar" namun pada dasarnya cinta itu luas kaitannya. disini saya akan memberikan beberapa definisi cinta dan contoh implikasinya.


  • cinta kepada tuhan: adalah cinta yang kita tujukan kepada yang maha pencipta, yang maha agung dan yang maha penyayang. cinta kepada Tuhan biasanya direalisasikan dengan mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan dengan perbuatan atau yang sering kita sebut dengan beriman. 
  • cinta kepada ibu dan ayah adalah cinta yang tumbuh sedari kita lahir. dengan pupuk kasih sayang yang bliau berikan membuat cinta tumbuh semakin tinggi dan berakar semakin kuat dan dalam. cinta yang berasal dari mahluk tuhan yang penyayang ini lah awal mula kita mengenal cinta.
  • cinta keluarga adalah cinta kebersamaan. dari merekalah harusnya kita tau tentang arti cinta kebersamaan ini. keluarga harus lah menjadi tempat di mana kita bisa kembali sekali pun kita sedang terpuruk. 
  • cinta kepada "pacar" adalah cinta yang berasal dari dua insan yang saing dimabuk asmara. banyak faktor yang menyebabkan dua insan ini saling mencintai diantaranya adalah fisik, materi, dah hati. untuk jaman sekarang ini cinta dari hati masih saja menjadi suatu hal susaah dipercaya dengan kondidi yang serba susah seperti sekarang.
  • cinta sahabat adalah cinta yang terbangun karena rasa cocok dengan suatu komunitas atau kelompok yang menyebabkan terjalinnya rasa sayang.
  • cinta kepada sesama adalah wujud cinta yang ditujukan untuk seluruh mahluk ciptaan tuhan dengan dasar untuk kehidupan yang damai.
sebanyak apapun jenis cinta, cinta akan selalu indah. yang menyebabkan cinta terasa sakit karena adanya rasa benci dan menyakiti. sebesar apapun rasa sakit yang ditimbulkan oleh ketempangan cinta, obat yang bisa menyembuhkan tentu hanya cinta itu sendiri. jangan pernah mengkambing hitamkan cinta atas rasa benci di hati kita.

Rabu, 09 November 2011

Banjir Bandang Pesisir Selatan

Banjir bandang yang terjadi di pesisir selatan tepatnya di wilayah pasir putih menambah daftar panjang bencana-bencana yang terjadi di sumatra barat. Banyak pihak yang telah membantu, baik dari kalangan pemerintah, masyarakat, maupunmahasiswa.
kebetulan saya merupakan salah satu mahasiswa KKN yang di tempatkan di pesisir selatan, tepatnya di daerah sutera, di nagari amping parak timur, kampung sikabu-munto bulan lalau.Oleh karena itu, sedikit banyak saya juga merasakan kesedihan yang sama dengan masyarakat di sana. saya sendiri yang berasal dari "jawa tulen" sangat bersedih dengan bencana yang terjadi, saya sudah menganggap pesisir sebagai kampung saya.
saya dan teman-teman saya dengan di dorongan semangat akhirnya memutuskan untuk turun ke jalan guna penggalangan dana untuk korban banjir tersebut.
awalnya saya merasa bingung. turun kejalan??? minta-mita uang??? ah... becanda saja!! mana aku bisa. namun dengan ragu bercampur malu kegiatan ini pun kita realisasikan. kami semua jumlahnya berenam. bertempat di simpang emat jalan katib sulaiman kami memulai aksi solidaritas ini.
untuk hari pertama kita telah berhasil menggalang dana Rp. 721.000,-. alhamdulilah, syukur kami pada dermawan yang telah ikut menyumbang.

Macam Permainan Tradisional Anak

Masa anak-anak selalu saja dirindukan oleh banyak orang dewasa. Apa lagi ketika mengenang masa bermain bersama sahabat dan teman. Biasanya permainan anak-anak adalah permainan yang bisa dilakukan oleh banyak peserta. Ini lah beberapa permainan anak yang biasa dilakukan:

  1. gobak sodor (go back to door) adalah permainan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. gobak sodor merupakan permainan favorit anak-anak kampung. permainan ini terdiri dari 8 orang anak. permainan ini membutuhkan banyak kejelian dan kekompakan. karena kita dituntut untuk bisa menangkap anggota dari lawan agar tidak bisa lolos dimasing-masing pintu.
  2. lompat tinggi adalah permaian menggunakan karet gelang yang disambung. peserta harus bisa melewati setiap tahap permainan dengan cara melompat setinggi-tingginya hingga diusahakan tidak menyentuh karet. permainan ini akan menjadi permainan favorit anak-anak yang lincah dalam melompat. sebaiknya hati-hati dalam memainkan permainan ini karena bisa mengakibatkan cidra. dari mulai kaki terkilir dan jatuh.
  3. gambar wayang adalah permainan menggunakan kartu. kartu ini bukan berasal dari kartu joker ataupun kartu gaple. gambar wayang merupakan kartu yang bergambar jagoan-jagoan kesukaan anak-anak seperti power rager, saras 008, dan masih banyak yang lain.
  4. klonthengan adalah permainan menggunakan gambar wayang juga. namun kali ini gambar wayang diletakan di atas kaleng kemudian peserta berlomba-lomba menjatuhkan gambar wayang sebagai hadiah siapa yang paling "titis" dalam melempar.
  5. layangan adalah permainan menggunakan layang tentunya. permainan ini masih eksis sampai sekarang. layangan biasanya diterbangkan di sawah atau di pantai karena daerah ini mempunyai angin yang banyak.
  6. kasti adalah permainan menggunakan bola. permainan ini menggunakan bola dan tongkat. bola dipukul sekeras mungkin hingga terlempar jauh dan pelempar beserta kelompoknya harus berlari mengelilingi lapangan tanda menang.
ini lah beberapa permainan anak-anak yang sekarang sudah mulai pudar dengan adanya perkembangan teknologi dan kecanggihan permainan video game yang berkembang.