*uhuk
Oke, ehem.... langsung saja ya.
Sebelumnya aku mau minta maaf dulu sama blog tercintaku karena sudah sedurhaka ini tidak mengunjungi atau pun menuliskan sesuatu di dalamnya.
Aku gak mau beralasan sangat sibuk sampai gak ada waktu buat nulis. Itu alasan yang sangat mainstream banget. Apa lagi aku dengan sadar berikrar bahwa sesibuk apa pun kamu, harus tetap punya waktu buat nulis. Pun ketika kamu bingung mau nulis apa. Harus tetap menulis.
Menulis bukan lah ladang mengais rizki bagiku, apa lagi cara untuk mencari popularitas. Menulis adalah kotak impian ku. Yang meski sebagaian orang tidak peduli dan tak mau tahu, paling tidak aku masih punya kotak itu untuk menyimpan apa-apa saja impianku. Menyimpan rapih di sana. Bersama banyak kenangan lainnya.
Sudah hampir enam bulan lebih aku tidak menulis. Menyibukan diri, tidak lebih tepatnya mempersibuk diri supaya aku tidak menulis. Kenapa? Aku juga tidak tau.
Masih ingat dengan beberapa hal yang ingin aku capai setelah lulus kuliah? Iya, kamu bisa bacanya lagi di sini. Di situ aku tuliskan beberapa hal yang ingin aku capai bukan? Iya, beberapa hari belakangan aku mulai risau, mulai gundah mulai gak tau mau ke mana nantinya.
Well, aku selalu ingin kelak aku berada di satu puncak hidupku. Bukan sebagai social worker pun sebagai teacher. You know what i mean.
Iya, beberapa harapan itu terngiang-ngiang di otak. Ganggu banget? gak juga. Mereka mungkin telah marah padaku. Pada pecundang ini yang gak ingat sama mereka. Jahat baget aku ya?
Oke, ehem.... langsung saja ya.
Sebelumnya aku mau minta maaf dulu sama blog tercintaku karena sudah sedurhaka ini tidak mengunjungi atau pun menuliskan sesuatu di dalamnya.
Aku gak mau beralasan sangat sibuk sampai gak ada waktu buat nulis. Itu alasan yang sangat mainstream banget. Apa lagi aku dengan sadar berikrar bahwa sesibuk apa pun kamu, harus tetap punya waktu buat nulis. Pun ketika kamu bingung mau nulis apa. Harus tetap menulis.
Menulis bukan lah ladang mengais rizki bagiku, apa lagi cara untuk mencari popularitas. Menulis adalah kotak impian ku. Yang meski sebagaian orang tidak peduli dan tak mau tahu, paling tidak aku masih punya kotak itu untuk menyimpan apa-apa saja impianku. Menyimpan rapih di sana. Bersama banyak kenangan lainnya.
Sudah hampir enam bulan lebih aku tidak menulis. Menyibukan diri, tidak lebih tepatnya mempersibuk diri supaya aku tidak menulis. Kenapa? Aku juga tidak tau.
Masih ingat dengan beberapa hal yang ingin aku capai setelah lulus kuliah? Iya, kamu bisa bacanya lagi di sini. Di situ aku tuliskan beberapa hal yang ingin aku capai bukan? Iya, beberapa hari belakangan aku mulai risau, mulai gundah mulai gak tau mau ke mana nantinya.
Well, aku selalu ingin kelak aku berada di satu puncak hidupku. Bukan sebagai social worker pun sebagai teacher. You know what i mean.
Iya, beberapa harapan itu terngiang-ngiang di otak. Ganggu banget? gak juga. Mereka mungkin telah marah padaku. Pada pecundang ini yang gak ingat sama mereka. Jahat baget aku ya?