tengah malam yang membuatku galau karena susah memejamkan mata. yah, tengah malam yang sepi dengan mata yang sulit terpejam sangat berpotensi untuk "galau". menulis di blog tercinta dengan ditemani sekaleng kopi instan dan lagu Shandi featuring Donne "untuk siapa"semakin membuat perasaan terbawa kisah-kisah masa lalu yang perih untuk dirasakan kembali.
cinta yang tak terbalas selalu saja membuat kita hancur, apa lagi tahu bahwa orang yang kita tunjuk untuk memegang hati kita adalah orang yang sama sekali tidak peduli tentang kita, tentang hati kita, tentang cinta kita untuknya.
semua orang berhak mencintai siapapun, oleh karena itu siapapun berhak menolak cinta yang diberikan. adil bukan?
semua orang berhak mencintai orang lain kan. dengan syarat tidak merugkan orang yang kita cinta. kita tentu berharap orang yang kita cintai akan selamanya bahagia dalam hidupnya. amin
orang yang selalu merasa hebat dengan logikanya atau keras kepala dengan egonya tentu tidak akan mengalah dengan cinta. dia akan terus membunuh rasa cinta demi melindungi hatinya yang akan remuk. namun, orang yang mempunya "Cinta" dia akan lapang dada dengan resiko yang dia ambil, karena dia tahu rasa yang diberikan cinta akan sebanding dengan rasa sakit yang ia akan dapat. ia tahu untuk mencintai seseorang dibutuhkan pengorbanan, berkorpan tentang waktu yang akan tersita untuk memikirkanya, berkorban uang jajan untuk membeli pulsa hanya sekedar untuk menyapanya walau kadang tak terbalas, berkorban perasaan saat dia lebih memilih sahabatmu dibandingkan kamu, berkorban separuh jiwamu yang sengaja kau bakar agar untuk melihatnya tersenyum dengan curhata hatinya untuk sahabatmu, dan anehnya kau akan terus berkorban hanya untuk dirinya bahagia.
orang dengan cinta yang terbals atau mereka yang memprotect dirinya dengan mantel anti patah hati akan berfikiran kita ini malang, kita ini bodoh. namun, itu lah orang yang belum mengenal cinta sejujurnya bukan?
aku mencintai dia yang tidak mencintaiku. aku mencintainya lebih kurang 4 tahun, semenjak aku SMA hingga menjadi mahasiswa tingkat akhir sepeti sekarang ini. aku mencintai dia yang mencintai sahabatku. aku mencintai dia yang selalu TIDAK memperdulikan aku dan perasaanku. aku mencintai dia yang tidak mungkin aku gapai. aku mencintai dia yang selalu membuatku menangis getir di tengah malam.
aku mencintai dia yang membuatku pergi sejauh ini.
cinta yang tak terbalas selalu saja membuat kita hancur, apa lagi tahu bahwa orang yang kita tunjuk untuk memegang hati kita adalah orang yang sama sekali tidak peduli tentang kita, tentang hati kita, tentang cinta kita untuknya.
semua orang berhak mencintai siapapun, oleh karena itu siapapun berhak menolak cinta yang diberikan. adil bukan?
semua orang berhak mencintai orang lain kan. dengan syarat tidak merugkan orang yang kita cinta. kita tentu berharap orang yang kita cintai akan selamanya bahagia dalam hidupnya. amin
orang yang selalu merasa hebat dengan logikanya atau keras kepala dengan egonya tentu tidak akan mengalah dengan cinta. dia akan terus membunuh rasa cinta demi melindungi hatinya yang akan remuk. namun, orang yang mempunya "Cinta" dia akan lapang dada dengan resiko yang dia ambil, karena dia tahu rasa yang diberikan cinta akan sebanding dengan rasa sakit yang ia akan dapat. ia tahu untuk mencintai seseorang dibutuhkan pengorbanan, berkorpan tentang waktu yang akan tersita untuk memikirkanya, berkorban uang jajan untuk membeli pulsa hanya sekedar untuk menyapanya walau kadang tak terbalas, berkorban perasaan saat dia lebih memilih sahabatmu dibandingkan kamu, berkorban separuh jiwamu yang sengaja kau bakar agar untuk melihatnya tersenyum dengan curhata hatinya untuk sahabatmu, dan anehnya kau akan terus berkorban hanya untuk dirinya bahagia.
orang dengan cinta yang terbals atau mereka yang memprotect dirinya dengan mantel anti patah hati akan berfikiran kita ini malang, kita ini bodoh. namun, itu lah orang yang belum mengenal cinta sejujurnya bukan?
aku mencintai dia yang tidak mencintaiku. aku mencintainya lebih kurang 4 tahun, semenjak aku SMA hingga menjadi mahasiswa tingkat akhir sepeti sekarang ini. aku mencintai dia yang mencintai sahabatku. aku mencintai dia yang selalu TIDAK memperdulikan aku dan perasaanku. aku mencintai dia yang tidak mungkin aku gapai. aku mencintai dia yang selalu membuatku menangis getir di tengah malam.
aku mencintai dia yang membuatku pergi sejauh ini.


