Sabtu, 27 Oktober 2012

Ini Alasanku

cinta :)


mungkin kalian lagi ngambek sama aku gara-gara gak ngabarin kalian kalau besok aku mau pulang. mungkin kalian kecewa. atau malah sedih banget kaya yg sedang aku alami ini....

iya aku sedih banget... kalau ingat kalian aku langsung nangis.. ingat kalian aku langsung nangis... kaya gitu terus selama tiga hari ini.

ini beneran bikin aku sedih banget tau. nih ya cuma inget dikit aja langsung sedih, makanya pas dila sms aja gak aku bales. aku cuma bisa nangis dil...
terus pas nana telfon aku jawabnya pelan banget kan??? itu karena lagi nahan nangis men. terus pas oci sms aku juga nangis lagi.....
lama-lama dehidrasi gara-gara nangis nih....

kalian semua tanya kenapa aku gak ngasih tau kalian kalau aku mau pulang minggu kan? aku jawab sekarang yah....

yang tau kalau aku mau pulang minggu itu cuma una, adek junior di wp. itu juga karena ada urusan sama dia yg belum kelar.

karena kakak una, si farah itu teman aku, makanya una ngasih tau farah kalau aku mau balik minggu. alhasil di twitter heboh kalau aku mau pulang. semua orang orang ngetweet dan mention ke aku dan yah.... tangisku kembali pecah.

dila sebenernya udah tau kalau aku mau pulang hari minggu. aku yang nyuruh dila buat gak ngasih tau kalian. aku gak ngasih tau dila loh... dila tau dari tulisan aku yg aku share ke kalian. aku ngarepnya sih kalian baca pas aku udah di jakarta. eh sialnya dila baca setelah aku share. jadi tau deh..

aku gak bermaksud buat nglupain kalian. gak bermaksud buat anggep kalian itu gak ada. aku cuma sedih banget sekarang. dan bakalan tambah sedih kalau kalian tau aku mau pergi. apa lagi sampai ikut ke bandara buat nganter aku. sampai jakarta juga gak akan berhenti sayang tangisanku ini...

aku gak mau kejadian 4 tahun lalu aku alami lagi. aku kembali meninggalkan orang-orang yang aku sayang. tau gak waw rasa sakit ditinggalkan sama meninggalkan itu lebih sakit meninggalkan. jadi kamu beruntung yang dulu ditinggalkan. mungkin dulu ed sakit juga melebihi sakit yg kamu alami. bayangin aja deh, kita masih sayang banget sama seseorang tapi dengan terpaksa kita harus meninggalkannya karena beberapa alasan.

aku sayang kalian. sayang aku gak akan berubah. ini cuma cara perpisahannya aja yg kaya gini. biar kita gak saling nangis dan sedih-sedihan. aku sayang kalian. sayang banget.


septi handayani
0810013121067
english prose dapet A 
 

Jumat, 26 Oktober 2012

Apakah Aku Kapas?


hai.... ini dua malam terakhir saya di padang.
sedih sep?
jangan tanya, semua orang tau saya sedih kok. namun hanya Tuhan dan hati saya yang tau seberapa sedihnya itu.

kamu tahu Padang?
kota yang indah di kala senjanya itu? yang sengaja aku gambarkan sebagai kota senja dalam blog ini? pada akhirnya saya harus meninggalkannya. meninggalkannya demi sepenggal cita-cita yang terus meraung dalam hati dan angan saya. mereka terus berontak untuk secepatnya ditangani.

saya meninggalkan banyak hal di sini. banyak sekali. namun saya juga membawa banyak hal lain yang tidak kalah berharganya.

saya meninggalkan saudara, sahabat, teman dan banyak tempat sederhanya yg selalu membuat saya setiap hari jatuh cinta.
namun saya juga membawa banyak sekali cinta, pengalaman hidup dan tali persaudaraan yang membelit saya dengan kebahagiaan.

akankah saudara dan teman-teman saya "yang di sana" percaya tetang cerita empat tahun yang saya alami ini? mungkin sebagian iya, dan sebagian lagi tidak. namun apa peduli...

sebagai ucapan terimakasih untuk beberapa orang yang telah ada telah mempercayai saya sebagai saudara, sahabat dan teman mereka saya akan menggambarkan perjalanan saya kepda kalian lewat puisi yang saya buat khusus untuk kalian yang tersayang,

apakah aku kapas?

laksana kapas yang terbang tertiup angin,
aku terus mengikuti hembusan angin yang terus menerbangkanku,
kemudian aku terdampar di sini...
di kota yang senjanya jingga ini..

aku berubah menjadi batu..
keras melawan takdir yang sudah tuhan jatuhkan untukku...

bukan kah melawan tuhan adalah hal yang konyol?
aku mulai ingat, harapan harus selalu ada...
cinta harus tumbuh..
baru lah kebahagiaan akan datang dengan segala keajaibannya.

aku mengenal mereka..
berbagi apapun keanehan dunia...
mereka menerimaku sebagai apapun aku..

cinta ini tumbuh mengakar dalam jantung...
bernafas bersama jiwa yang ingin terus hidup...
hingga pada suatu saat aku sadar kalau pada akhirnya harus berubah menjadi kapas lagi..
diterbangkan dengantakdir-takdir tuhan yang meniupkan lewat harapan yang dulu aku sematkan dalam sepucuk doa..

Kamis, 25 Oktober 2012

Untuk Yang Tersayang, No Name Gang :*

Dear Sahabatku,

hai.. hai.. hai.....
how is life?
*aduh gue udah gak bisa mbendung air mata nih*

hai.... gimana kabar kalian?
harus baik, pokoknya harus baik. gak boleh gak baik...

tau gak? malam ini aku seneg sekaligus sedih banget.
tau kenapa?
soalnya hari minggu besok aku udah harus pulang.
ya memang sih aku udah dari dulu bilang pingin pulang soalnya mama sakit. harusnya aku seneng kan yah? harusnya bahagia gitu kan yah?

Jumat, 19 Oktober 2012

Buat Kamu Cinta Semester Duaku

Wawasan Proklamator

Awalnya aku hanya memandangmu dari jauh. Dari harapan masa kecilku.

Aku mencintaimu dari waktu ke waktu. Dari detik menuju menit dan menjadi jam kemuian hari. Aku telah mencintaimu lebih dari setengah hidupku.

Aku mencintaimu dari hal-hal yang kecil. Cinta yang dimulai dari kecil telah menggunung. Akhirnya aku terlalu mencintaimu. Menutup mataku. Aku buta karenanya.

Mendapatkanmu begitu sulit. Begitu menguras emosiku. Menyesakan nafasku namun satu hal yang pasti. Kau membahagiakanku.

Disetiap detik yang kita lewati bersama. Kita bercumbu dalam kelamnya harapan . Dalam rindunya kepedulian dan dalam hausnya kesetiaan.

Banyak kisah di sana. Kau menyaksikannya. Walau kau diam, tak mau berkomentar.

Kita berbicara dengan hati. Bersentuhan dengan kuliat. Dan saling merasakan lewat angin yang kadang enggan menyatukan rindu.

Bagian yang menguras emosiku, kau pahami dengan baik. Kesendirianku, kau nikmati dengan baik. Kau adalah yang baik bagiku.

Dan hai... Bukan kah setiap pertemuan tentu ada perpisahan? Bukankah yang ada akan kembali kepada yang tiada?

Akhirnya aku harus pergi. Ya, aku yang harus pergi ini adalah yang sangat mencintaimu. Yang berharap kau akan terus baik-baik saja nantinya.

Bukan kah hati tidak akan pernah berbohong?? Dan jika aku merindukanmu. Kamu akan merasakannya lewat angin yang sengaja aku titipkan cintaku untukmu.

Yang terakhir ingin aku tegaskan kepadamu adalah aku mencintamu dengan segala yang telah terjadi baik dulu, sekarang dan selamanya.

NB: Aku baru menemukanmu di semester dua. tiga tahun yang lalu.


yang sangat mencintaimu
septi handayani      

Senin, 15 Oktober 2012

Lalu Harus Bagai Mana?


ah... rasanya udah lega banget udah wisuda. udah gak ada tugas yang mengharuskan saya begadang, udah gak ada tugas yang akhirnya membuat saya berhenti membaca novel dan akhirnya saya berhenti untuk meminta-minta atas dasar uang kuliah.

namun dibalik semua kelegaan itu saya selalu terlamun-lamun tentang bagai mana ke depannya? tentang apa sebenarnya tujuan hidup saya?

semester delapan saya sudah mulai mengatur rencana saya setelah wisuda. ada beberapa rencana yang akhirnya saya timbang-timbang lagi dan ada juga yang benar-benar saya bunuh. semua itu tentu menyangkut kesehatan mama dan babeh yang sudah mulai menurun. belum lagi nenek saya yang sekarang juga lumpuh dan di rawat di rumah saya. 

semua orang tentu mempunyai impian hidup masing-masing. beberapa diantara mereka berhasil meraihnya. ada diantara mereka gagal. 

saya tidak sedang mengeluh tentang impian-impian saya yang berhenti sejenak. saya juga tidak mau mengucap kalu impian saya sudah gagal. saya masih dan terus berusaha untuk mewujudkannya. meski ini semua tidak segampang seperti bayangan saya dulu. kondisi sekarang sudah sangat berbeda.

kondisi-konsisi yang sulit ini jujur membuat saya sulit. membuat saya semakin bingung langkah apa yang harus saya ambil dulu? langkah yang terbaik dan tidak menghancurkan impian saya. namun tidak juga menghapuskan kodrat saya sebagai seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tua.

impian saya intuk terus belajar masih tersimpan dalam di hati. sangat dalam saya sulit bernafas jika terus mengungatnya.

selain itu saya mempunyai banyak hal yang sedang saya susun rapih-rapi. memulainya dengan begitu hati-hati. semoga kelak bukan hanya asa yang saya patri disetiap dinding di kepala saya.

bagaimana saya mencapai ini semua? tentunya akan berat, namun pasti bahagia apabila kita telah berhasil meraihnya. saya akan berusaha dan berdoa. apa lagi yang bisa saya lakukan selain itu? nantinya tinggal Tuhan yang menjawab atas itu semua.



Akhirnya Saya Wisuda

terimakasih bunganya :*

Sabtu 13 oktober 2012 saya akhirya wisuda juga. Wisuda adalah impian keluarga besar saya. Saya sangat bersyukur akhirnya saya bisa memberikan hadiah wisuda ini tepat di semester 8. Yay! Akhirnya saya wisuda tepat waktu juga. 

Hari jumatnya mamas saya datang. Saya menjemputnya di BIM dan ah.. rindu ini terpecahkan sudah. 

Paginya di hari H saya meminta mamas saya untuk mengantar saya bersolek di rumah Oci. Kami di dandani oleh perias dari wardah. 

Ini beberapa photo wisuda saya. Sayangnya tidak ada foto satu geng. :(
Tapi semua itu ketebus karena saya akhirnya berfoto dengan keluarga ke dua saya di padang. taraaaa..... wawasan proklamators' family :)


sewaktu saya masih di rumah :)
ini saya bersama mamas saya :)

bersama keluarga WP

Senin, 08 Oktober 2012

Bekerja Untuk Keabadian


Tulisan malam ini terinspirasi dari tukeran blog tadi malam bersama Juna dan Rafi. Blog mereka keren. Tulisannya itu tergambar sekali kalau mereka suka baca, berfikir dan menyimpulkan.

Di lingkungan kampus yang masih banyak pemuda yang hanya hura-hura dan gak peduli sama negaranya, dari tulisan mereka justru saya melihat bahwa "masih ada kok orang yang peduli dengan apa yang sedang bergejolak di nusantara ini dengan tulus dan jujur".

Apa kamu iri sep sama tulisan mereka?

Kalau iri tentu saja tidak. saya msih bersyukur karena saya masih bertahan dengan ciri khas tulisan saya dan tidak mencontek karya orang lain agar bisa dibilang keren. Kalau saya kagum dengan tulisan mereka? Tentu saja saya kagum. Jarang loh ada cowok macam mereka.

Gak kepingin tuh kaya mereka?

Hemm.. gimana ya? Kepingin pasti lah. Iya saya kepingin sekali rajin membaca, berfikir dan menyimpulkan kaya mereka. Ingin menjadi lebih baik kan gak salah toh?

Beberapa kali saya bilang ke beberapa orang kalau blog saya itu isinya sampah. Saya hobinya nyampah di blog. Awalnya sih saya biasa aja ngetik kalimat itu di beberapa "tempat". Namun sekarang saya menyesal.

Semua yang saya tulis bukan sampah. Saya juga gak lagi nyampah kok di blog saya ini. Saya suka saja menulis apa yang sedang saya rasa, harapkan dan perjuangkan. Saya sih cuma ingin berbagi cerita. Sukur-sukur apa yang saya tulis ada manfaatnya bagi yang mau membaca.

Mengutip dari kalimat om yang keren :

Pramoedya Ananta Toer " Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Jadi mari kita menulis! :)


Sabtu, 06 Oktober 2012

Kamu Itu Pantas Dicintai Dengan Hati

trust it :)

Sebagai mahluk Tuhan yang diberi hati untuk merasakan kita semua ingin disayang, diperhatikan, dan pedulikan oleh orang lain. Misalkan saja oleh lawan jenis.

Saya yang selalu kelihatanya pede diberbagai kesempatan (kelihatannya doang) juga kadang-kadang mempunyai rasa minder. Banyak hal yang bikin saya minder, misalkan; kurang cantik, kurang pinter, gak kaya, gak modis dan banyak hal yang bikin saya gak pede.

Saya kadang berfikir coba kalau saya lebih cantik seperti dia pasti saya akan lebih diperhatikan. Coba kalau saya sama pandainya seperti dia pasti saya akan lebih direspect oleh dia. Coba saya lebih kaya, saya pasti akan lebih banyak hal yang bisa saya lakukan untuk mengambil simpati dia.

Tapi apakah ukuran cantik, kaya dan pintar adalah sisi nilai lebih untuk kita lebih disayang, diperhatikan dan pedulikan oleh orang lain? ya itu bisa jadi. Karena banyak orang yang sekarang lebih memilih package saja dari pada dalamnya. kata mereka sih realistis.

Kalau sebuah ukuran memilih seseorang yang kita sayang adalah package saja atas dasar realistis tentu tidak heran kalau sekarang banyak orang yang kawin cerai, selingkuh, saling menyakiti. kenapa tidak, toh selalu ada langit diatas langit.

Lagi-lagi hidup memberi cobaan kepada kita tentang ketulusan. Apakah kita tulus menyayangi orang lain atau kita hanya menyukai kelebihan orang lain untuk melebihkan nilai kita di mata orang lain?

Bisa juga kan, misalkan gini, kamu menyukai dia yang lebih cantik dari teman-teman dia yang lain. Kemudian kamu memilih dia untuk kamu beri perhatian lebih, sayang yang lebih dan dia kamu jadiakan pacar kamu dengan tujuan meningkatkan nilai kamu di mata orang lain. Gila nih pacar gue cantik kan? nih lihat pacar gue keren kan? dan masih banyak hal lain yang bisa kamu pamerin keteman-teman kamu.

Siapa sih yang gak bangga kalau pacarnya lebih cantik, lebih kaya dan semua kelebihan lain? toh hidup melulu tentang penilaian luar. belum lagi kata "hidup tuh harus realistis" di mana semua hal sekarang harus disesuaikan dengan kondisi, semua hal harus dibeli dengan uang. bahkan nih ya ke WC umum aja bayar. banyak yah orang bilang begitu?

Banyak dari kita yang selalu lupa kalau hidup bukan melulu soal bentuk luarnya saja. tapi hay, yang merasakan kabahagiaan itu hati kita bukan mata kita. 

saya pernah membaca sebuah buku yang mengatakan seperti ini;
seseorang yang mencintaikamu karena fisik, suatu saat juga akan meninggalkanmu karena alasan fisik. seseorang yang mencintaimu karena alasan materi, suatu saat juga akan meninggalkanmu dengan alasan materi. tapi seseorang yang mencintaimu dengan hati mereka tidak akan pernah pergi, karena hati tidak mengajarkan ukuran relatif antara lebih baik dan lebih buruk.

jadi untuk orang-orang yang sekarang kurang dicintai karena alasan mereka kamu kurang cantik, kurang kaya, kurang pintar gak perlu berkecil hati deh. itu urusan mereka saja yang masih melihat orang dari packagenya saja. Percantik saja hati kamu. Karena dari sekian banyak orang yang berfikiran realistis, sebanyak itu pula orang yang masih menggunakan hatinya untuk mencintai orang lain dengan hati. Karena hidup selalu seimbang. 

Kalau dari kamu ada yang pernah mengalami diselingkuhi karena dia lebih kece dari kamu biarkan saja. Toh itu jalan Tuhan untuk menunjukan kepada kamu kalau dia tidak pantas untuk kamu yang berhati cantik. Untuk kamu yang ditinggalkan karena kamu gak kaya seperti apa yang dia harapkan, bersyukur juga deh kamu. gak papa kamu diputusin gara-gara kamu gak kaya. Dari pada kamu dipacarin gara-gara kamu kaya coba?

Sekarang mending kamu pikirin deh gimana caranya ngebales cinta orang tua. Mereka adalah salah satu yang selalu mencintai kalian dengan tulus, tanpa pamrih lagi. 

Dari pada sibuk mempercantik fisik kalian lebih baik percantik hati.Untuk menjadi cantik fisik itu gampang. pergi saja ke shalon. tapi untuk mempercantik hati?

Dulu Kita Bersama


Malam ini, malam minggu ini saya akan menceritakan seseorang yang sudah lama saya lupakan. Dia adalah seorang sahabat yang saya biarkan pergi ketika keegoisan saya mulai mucul.

Dia sangat baik. Saking baiknya dia selalu antar jemput saya ke kampus. Menemani saya kalau saya ingin jalan-jalan. Menunggi saya sampai kuliah saya usai. Bolos kuliah demi terus bersama saya dan tidak jarang mentarktir saya makan setiap waktu makan tiba.

Saya selalu heran kenapa dia mau melakukan hal itu. Padahal saya tidak pernah memaksa dia untuk bersikap demikian apabila ingin berteman dengan saya. Saya kadang risih karena kemana-mana selalu bersama dia. Belum lagi setiap hari dia menelfon dan sms saya. Padahal kita ketemu setiap hari.

Kalau saya mau ge'er tentu saja sikap dia saya anggap sebagai petunjuk bahwa dia naksir saya. Namun saya tepis anggapan itu karena dia sudah mempunyai pacar saat itu.

Beberapa teman kita menganggap kita sudah jadian. Tentu saja anggapan mereka demikian karena kita selalu jalan berdua. Bahkan ketika nilai-nilai dia hancur dia hanya ingin bersama saya seharian. Bukan bersama teman-teman cowoknya yang sepertinya akan bisa menghiburnya lebih baik dari pada saya.

Dia itu tampan sebenarnya sebagi ukuran laki-laki. Namun apa ukuran tampan saja yang bisa membuat seorang wanita jatuh cinta kepada laki-laki? apa hanya ukuran baik? tentu tidak.

Saya suka dan betah duduk berlama-lama dengan orang yang bisa saya ajak diskusi. Jadi kelak jika saya bosan melihat kebaikan dan ketapanan dia diskusi bisa dijadiakan alternatif menghabiskan waktu berdua.

Meski saya tidak yakin dia menyukai saya atau tidak saya mulai kikuk dan malas untuk terus-terusan bersama dia. Apa lagi pacarnya sudah mulai curiga dengan hubungan kita berdua. Jadi saya memutuskan untuk menjauhi sahabat saya ini. Saya tidak mau mencari-cari masalah yang menurut saya sangat tidak keren ini. Takut nanti saya malah jatuh cinta. Saya akhirnya memutuskan untuk keluar dari zona membingungkan ini.

Setelah beberapa minggu saya menjauh sejauh-jauhnya dari dia sepertinya dia sadar. Dia mulai jarang menelfon dan sms saya. Ajakan dia untuk menjemput dan menelfon saya juga saya tolak. Singkat cerita kami pun jauh.

Beberapa semester kemudian saya dan dia bertemu lagi di tempat favorite nongkrong anak-anak kampus kita. Dia bertanya kepada saya ketika kita sedang duduk berdua. "kamu ingat gak dulu kita sedekat apa?" 

Rabu, 03 Oktober 2012

Ini Untuk Kamu Lagi Sayang

Merindukan kamu

Pagi ini saya merindukan kamu yang belum saya temukan.

Saya selalu begini ketika impian-impian itu mulai muncul di kepala saya.

Saya selalu ingin kamu di sini dan mendengarkan apa yang ingin saya rangkai bersama kamu kelak.

Mungkin dari jauh sana kamu tertawa melihat kelakukan saya sehari-hari.

Melihat saya yang tetap menjaga hati saya, tingkah saya dan mata saya untuk seseorang yang bukan kamu.

Iya, saya tahu. Mungkin sekarang kamu masih dengan dia atau dia.

Bagi saya tidak apa-apa sayang.

Saya tidak masalah dengan masa lalu.

Toh pada akhirnya masa depan lah penentu kebahagiaan kita kelak.

Kita memang belum berjumpa sayang.

Namun hati saya sudah cinta kamu lebih dulu.

Hati saya sayang yang mencintai kamu lebih dulu. Bukan mata saya.

Kamu harus jaga diri kamu baik-baik.

Karena ketika kamu sakit, saya jauh akan merasa sakit.

Jaga hati kamu juga ya..

Karena hati bagian terpenting dari cinta.

Di mana di sanalah Tuhan menumbuhkan bibit cinta untuk kebahagiaan kita kelak.






Yang mencintaimu dengan hati

Saya                  







Baik Itu Relative


  • Saya itu bodoh. Saya menamatkan diri saya tepat ketika saya berada di semester delapan. Saya merepotkan diri saya mengerjakan skripsi hingga larut malam. Tidak, bukan larut malam. Saya mengerjakan skripsi saya hingga pagi. Bodhnya!

  • Saya itu bodoh sekali. Ketika ada dua pilihan antara cukup gampang dan sulit, saya selalu memilih sulit. iya saya tahu saya bodoh. Saya memilih hal sulit layaknya skripsi ketimbang makalah yang bisa saya kerjakan dengan hanya beberapa belas halaman.

  • Bukan hanya itu kebodohan saya. Saya juga ikut kelembagaan dalam organisasi kampus. Dengan IPK saya yang tiga lebih ini saya juga memfokuskan diri saya di sana. Saya bodoh sekali untuk bisa mendapatkan kawan-kawan baik macam mereka. Mereka bodoh sekali mau berteman dengan saya yang gagal dalam fashion dan tampang pas-pasan yang hanya pandai tertawa dan berdebat.

  • Saya itu bodoh. Ketika orang-orang macam saya asik dipermainkan pacar dan sibuk dengan semua gadged serba canggihnya. Eh saya malah memilih bergaul di tempat itu. Tempat yang membuat saya makin bodoh tentang fashion dan gaya hidup modern macam mereka.

  • Saya itu bodoh untuk terus mendapatkan orang yang sangat tulus mencintai saya. Layaknya kawan-kawan saya yang bodohnya mencintai saya bukan karena saya canti, kaya, atau apalah mereka sebut dengan Gaul. Bodoh sekali mereka ketulusan cinta mereka.





Hai kawan, kata mereka kita bodoh kawan. Kata mereka hidup itu pahit. Tidak usah sok saling membantu sesama. Hidup ini yang penting uang katanya.

Hai kawan, usaha saya membuktikan kalau orang macam kita yang kuliah sambil berorganisasi ini akan lulus lama sudah aku pecahkan kawan. Tapi kawan, kenapa mulut mereka tetap saja berbusa dan berbau busuk macam hati mereka kawan?

Hai kawan, aku ingin tahu pandangan mereka tentang dia, mahasiswa tanpa berorganisasi telat juga lulusnya kawan. Kenapa tidak ada yang mau berkomentar ya kawan?

Hai kawan, hidup macam apa ini kawan, ketika berbagi bersama dianggap bodoh?

Hai kawan, hidup macam apa ini yang isinya melulu soal uang?

Hai kawan, hidup macam apa ini ketika banyak teriakan ketidak adilan di mana-mana?

Baik itu ternyata relative kawan. Menurut kita baik, tapi orang lain bisa saja menilai kita bodoh kawan. Tidak usah tertawa kawan. Hidup memang lucu. Apalagi sekarang. Ketika uang adalah takaran sebuah harga diri berbagi tidak akan ada lagi.

Semoga kita bagian dari manusia yang lebih memilih berbagi ketimbang menumpuk harta karena urusan duniawi.