Sabtu, 29 September 2012

Video My Birthday Celebration

saya sengaja mengupload video birthday celebration buat kenang-kenangan kalau saya pernah ada di sana. 

 



ada satu lagi.

Rabu, 26 September 2012

Birthday Celebration

saya dengan bahan-bahan pembuat kue. simbol kebahagiaan mereka. :)

Saya menulis ini dengan kondisi badan yang kurang baik. Kepala saya cenat-cenut, mata saya belekan, dan saya sepertinya akan flu dan masuk angin. 

Yang tadi sore sudah ngebully saya habis-habisan tidak usah mersasa bersalah kepada saya. Merasa bersalah lah kepada Tuhan dan kedua orang tua saya karena telah menganiaya saya dengan sangat brutalnya.

Hari ini adalah hari ulang tahun saya. Saya tentu bersyukur karena diberi umur yang panjang dan dikelilingi orang-orang yang sangat sayang kepada saya. Pagi ini saya sambut dengan sangat gembira. Berharap hari ini akan terlewati dengan senyum. Walau tanpa kado atau apalah simbol hadiah bertambahanya usia (modus biar dikasih kado).

Ya, pagi ini saya memang sangat bahagia. Seperti biasa, saya mengantar adik saya bersekolah di SLB Prawira. Banyak adik-adik berkebutuhan khusus yang lucu sekali. Mereka baik dan polos. Mereka malaikat yang nanti akan menghuni surga pikir saya dalam hati.

Tingkah mereka selalu mengundang saya untuk tertawa. Mereka itu sumber kebahagiaan yang tulus. Mereka penyayang dan butuh juga kasih sayang. Saya sayang sekali kepada mereka. 

Hari ini saya ada dua buah janji. Pertama dengan sahabat saya. Kedua dengan ade junior (Una) saya di WP. Karena saya sudah terlebih dahulu janji untuk pergi bersama Una  jam 3 sore maka saya batal mengurus SKL (surat keterangan lulus) bersama teman saya. Kita janjian jam 1 dan sampai jam 2.30 dia belum datang. Saya hampir (sudah) menangis menunggu seperti itu. Tapi saya tahu itu bukan salah dia. Siapa sih yang tahu pati kapan selesai service motor? dan jam 4 saya dijemput oleh Bayu, Una dan Endah.

Awalnya saya hanya janji jalan dengan una. Tapi kok yang datang bertiga? Ah sudah lah. Gak curiga. 

Ternyata rute awal kami adalah pergi menengok Neni yang sedang sakit. Dia akan menjalani oprasi di kepalanya. Yang saya lihat sih ada benjolan di kepalanya.

Setelah selesai menjenguk Neni, saya dan Bayu langsung jalan menuju taman budaya. Una dan Endah ketempat Ena karena ada beberapa masalah menyangkut harga diri wawasan proklamator.

Sesampai di taman budaya, saya dan Bayu duduk-duduk santai. Kemudian kami kena palak Rp.5000 rupiah. Setelah kena palak dan Una pasti lama, akhirnya saya dan Bayu membeli kripik pencuci perut "maicih level 10".

Karena di taman budaya kurang asik, saya dan Bayu memutuskan untuk pergi ke PUSGAWA. Berharap di sana bisa berdiskusi dengan lugas tentang masalah yang sedang timbul tanpa kena palak.

Sesampai di sana saya bertemu dengan pembuat masalah. Saya masih santai. Saya belum tahu duduk masalah sebenarnya. Saya tidak mau terbawa emosi yang akan menghancurkan lembaga yang saya cintai.

Saya tidak curiga ketika bang Davit mengajak saya untuk mengobrol. Katanya seputar UKM. Kemudian dengan bodohnya saya percaya.

Kebodohan saya mengakibatkan penyiksaan ini. Saya diikat di tiang eksekusi. Diperlakukan layaknya mahasiswa kena bully. 

Hay, saya ini sudah mau wisuda oktober ini. saya bukan mahasiswa baru lagi.

Rontahan saya tidak dihiraukan. Badan saya tetap dihujam dengan telor, air (comberan) dan tepung. Kalau ada api dan minyak mungkin malam itu saya jadi santap malam masyarakat PUSGAWA. 

Setelah mereka merasa puas, akhirnya saya dilepaskan juga. Saya disuruh mandi dan hay.. ketika saya kembali kejutan manispun datang. Di meja depan sekre sudah ada kue. Saya diminta menipupnya dan beberapa kali pose degan kue itu.

kue pajangan doang. ujung-ujungnya nemplek ke muka saya


Saatnya makan kue. Sebelum kue dimakan, mereka menyuruh saya untuk berfoto dengan kue itu bersama mereka. Saya setuju. Saya polos. Saya tolol.

Ketika akan "klik" muka saya disodorkan ke kue itu. Satu bulatan kue bercumbu mesra dengan muka saya. Yah, mereka sempurna membuat saya berantakan.

Apa saya marah kepada mereka? tidak, saya tidak marah. Saya hanyaaa... cukup tahu saja ternyata mereka setega itu kepada baju saya. Coba deh banyangin. Dengan telur yang segitu banyaknya berapa lama baju saya akan beraroma normal sepertu dulu? oh.. malangnya bajuku.

Buat Una, Endah, bayu dan Ridho terimakasih banyak ya. sini peluk dan cium dulu satu-satu. buat semua keluarga pusgawa saya juga mau bilang kalau kalian itu the best deh. semua yang sudah mendoakan saya, semoga doanya terkabul dan balasan kebaikan juga untuk kalian.  Amin

terimakasih atas perayaannya :)

NB: Untuk abg senior yang senior banget septi mau ngucapin terimakasih banyak juga atas uang Rp. 10.000. Itu kado satu-satunya selain cinta dari orang-orang yang sayang kepada saya. terimakasih uwan :)

Sumber Foto: Una WP

Selasa, 25 September 2012

Happy Birthday To You Septy!

Keluarga Saya :*

Saya anak ke tiga dari empat bersaudara. Semua saudara saya laki-laki. Wajar jadinya kalau saya terlalu bersikap manja kepada orang tua saya. Bukan hanya itu. Saya bahkan selalu merasa kalau saya lah yang paling di sayang dari semua anak mama dan babeh.

Saya tidak ingin mempunyai saudara perempuan. Saya pencemburu. Saya tidak ingin nanti mereka akan lebih sayang kepada anak perempuan selain saya. Untungnya sejauh ini doa saya terkabul.

Walau saya begitu bahagianya menjadi anak perempuan tunggal, ada juga beberapa hal yang kurang saya sukai. Salah satunya adalah ketika wanita harus lah pandai membersihkan rumah. Jadi urusan menyapu dan mencuci piring tentu saja tugas saya. Kadang tangan saya yang sensitive dengan sabun ini sering terluka dan perih minta ampun karena efek campuran bahan-bahan kimia dalam sabun.
Mama dan Babeh :*

Mama saya orangnya asik sekali. Bliau selalu saja menuruti apa yang saya minta selagi itu positif dan bliau masih mampu untuk mewujudkannya. Salah satu yang saya minta adalah perayaan ulang tahun.

Dulu di kampung saya orang-orang yang berduwit dan bergaya hidup modern lah yang biasanya merayakan ulang tahun. Namun, orang tua saya yang tergolong hidup dalam kesederhanaan masih mampu juga untuk membuat pesta walau kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun saya. sangat sederhana untuk ukuran sebuah pesta ulang tahun memang. Namun bagi saya itu sangat berarti. Walau hanya makan nasi kuning bersama teman-teman sekolah dan main saya. Bisa dibilang syukuran lah.

Tradisi Nasi Kuning di Hari Ulang Tahun Saya

Hampir setiap tahun saya merayakan pesta ulang tahun. Hingga pada suatu hari saya harus ke Padang. Tahun pertama saya pindah ke Padang mama masih membuatkan saya nasi kuning untuk dibagi-bagikan ke teman saya. Lucunya, adek saya yang bertugas mengantar makanan. Dia sedikit ngambek sepertinya.

Saya sangat terharu. Saya tidak ada saja mama masih saja membuatkan syukuran. Saat itu saya sadar kalau "how is wonderful life in this family!?" mama saya keren pisan euy....

Di tahun berikutnya tempat sebelum satu hari menjelang ulang tahun saya hal besar terjadi. Nenek saya struk dan mengalami pendarahan di otak. Mama sangat sedih dan acara syukuran ulang tahun saya yang sudah bliau persiapkan seminggu sebelumnya sama sekali tidak terlaksana. Saya maklumi saja. Mama harus merawat nenek di rumah sakit. Saya berharap tahun berikutnya mama masih bisa mengadakan syukuran untuk saya lagi.

Tahun berikutnya saya dan mama sudah merancang acara syukuran saya (lagi) seperti tahun kemarin yang gagal karena nenek sakit. Tahun ini sangat berharap bisa selancar dulu.

Semua hal sudah ada yang mengatur. Manusia bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan. Syukuran kembali gagal karena mama saya sakit. Bukan sakit biasa. Bliau sakit gula yang mengakibatkan jari kaki bliau harus dipotong. Pada saat itu saya tidak peduli dengan semua syukuran yang saya dan mama saya telah rencanakan. Saya hanya berharap mama saya bisa cepat sembuh. Itu sudah lebih dari cukup membuat saya bahagia.

Tahun ini. Malam ini. Adalah detik-detik pergantian tanggal yang menandai bertambahnya umur saya. Satu bulan sebelumnya ataupun satu minggu sebelumnya saya dan mama tidak sedikitpun berbincang-bincang tentang ulang tahun saya. Sepertinya saya dan mama sudah sama-sama lupa dengan kebiasaan kita dulu. Kita sama-sama fokus atas kesembuhan mama.

Malam ini mama saya masih menginap di rumah sakit. Sudah dua hari bliau di rawat. Masih dengan penyakit yang sama. Diabetes atau gula. Penyakit ini tak semanis rasa gula. Mama saya begitu tersiksa dengan penyakit ini. Tapi bliau bersyukur mempunyai suami yang sangat setia seperti babeh saya. Babeh saya itu kece banget untuk dinominasikan sebagi suami siaga dan setia. 

Doa saya dalam usia saya yang sudah makin banyak ini adalah kesehatan untuk seluruh keluarga saya. Terutama mama dan babeh. Saya ingin sekali membahagiakan mereka di hari tuanya. Semoga Tuhan memberikan waktu yang panjang untuk saya membahagiakan mama dan babeh kelak. Memberikan banyak manfaat untuk banyak orang dan banyak membuat senyum pada orang yang saya sayangi. Semoga selalu bisa memberikan yang terbaik untuk semuanya. amin. amin. amin.

Happy Birthday septy :D
Happy Birthday to you ! we love you :*
Keluarga Saya Yang Tersayang :*

Dear Kamu, Keluargaku

Hal Yang Paling Berharga Dalam Hidup Saya


kita ini banyak, namun dalam hati kita satu bagian yang sakit bila salah satu pergi.

kita ini saling sayang, cuma kadang mulut tak cukup mengungkapkan seberapa besar sayang kita.

cinta kita diam-diam, tidak perlu diumbar. namun, itulah bukti cinta kita bukan sekedar gobal.

kamu sakit, aku lebih sakit dari apa yang kamu rasakan.

kamu bahagia, itu doaku setiap kali bersujud kepadaNya.

kita saling menjadi tameng. kita sama-sama ingin saling melindungi.

kita tidak peduli seberapa keras batu akan menghantam kita. seberapa hancur tubuh kita.

yang kita tahu hanya satu. kamu yang aku sayang akan tetap baik-baik saja.

dunia selalu memandang kita dengan mata nanar dan tajam.

dunia selalu mencaci kita dengan mulut-mulut busuk para pencaci.

dunia selalu menguji kita dengan orang-orang yang tak berhati.

aku tahu kamu sedih. aku tahu itu.

hanya kadang aku berusaha untuk membesarkan hatimu.

menenangkan jiwamu.

aku? aku tentu sedih. sedihku berkali lipat terasa.

kesedihan ini bukan karena cacian yang mereka lontarkan kepadaku sayang.

aku selalu sedih begini hanya ketika kamu bersedih.

ketika kamu sakit.

ketika akhirnya kamu menangis karena hidup yang kadang terlalu berat untuk terus dijalani.

ah, sudahlah...

bagiku kesedihan biarlah untukku.

dan...

aku selalu berdoa. bahwa ciptakan lah kebahagiaan hanya untuk kamu.

aku terlalu mencintai kamu.

dan aku juga tahu cinta kamu sama besarnya dengan cintaku.

karena kita satu jiwa dalam cinta.

kita lah keluarga.

yang sangat mencintai keluarganya,

Septi                  

Sabtu, 22 September 2012

Apakah Saya Parasit Atau Anda Yang Tidak Adil?

Tidak Ada Manusia Ingin Selalu Disalahkan

Sebagai mana saya sering menceritakan kehidupan saya di blog ini, saya itu mempunyai keluarga yang (tidak bisa didescripsikan lewat satu kata). Saya selalu menyimpan banyak hal dalam hati saya. Saya berharap hanya saya dan Tuhan yang tahu, namun tanpa sadar saya telah banyak bercerita kepada kamu. 

Hari ini saya tidak habis pikir mengapa mereka selalu saja mempunyai alasan untuk membuat hati saya sakit dan terluka. Saya lagi-lagi dipandang sebelah mata. Dipandang sebagai sesuatu yang beda dan lain. 

Saya berharap saya akan bisa selalu berfikiran baik terhadap semua hal yang mereka tujukan kepada saya. Saya berharap saya akan bisa selalu mengambil sisi baik dari semua itu. Namun saya manusia yang dengan sengaja Tuhan berikan mata, hati dan otak untuk saya bisa melihat, berfikir dan menggunakan hati saya untuk membaca lebih dalam atas tingkah manusia disekitar saya, khususnya terhadap saya.

Saya sedih. Saya sangat sedih ketika dalam posisi yang sama dengan orang lain, namun diperlakukan berbeda. Bagaimanapun kuatnya saya, mata saya akan meneteskan air sebagai tanda hati saya yang sedang menangis.

Saya selalu tidak ingin merepotkan orang lain. Apa lagi sebagai parasit. Tidak ada satu manusiapun yang bangga bila disebut parasit. Namun, suatu saat pasti tetap ada yang menyebut diri kita demikian karena kita terlalu bergantung kepadanya. Saya selalu ingin lepas dari embel-embel panggilan parasit. Saya tidak ingin menghalangi senyum orang lain.

Saya selalu menuntut keadilan kepada manusia. namun pada akhirnya keadilan pada manuisa itu tidak ada. Kemudian saya bersyukur saja atas apa yang sedang saya jalani. karena saya percaya Tuhan sangat adil kepada umatnya.

Kamis, 20 September 2012

Gebetan Saya Menggebet Dia

Tim Fasilitator PKKMB 2012 Universitas Bung Hatta

Kemarin saya menemani salah satu sahabat saya ke kampus 2. Saya sebenarnya sudah ada perasaan malas-malasan untuk ke sana. Selain karena mama saya yang sedang sakit, saya juga bad mood sudah dari pagi.

Sekitar pukul 12.00 wib teman saya datang ke kos dan menjemput saya. Itu bukan kos saya. Itu kos sahabat saya. Kami biasa berkumpul di sana.

Sesampainya di kampus dua, hari sudah mulai mendung. Jadi ketika sampai di parkiran kampus tidak sepanas hari-hari biasanya.

Dari jauh saya melihat sosok yang beberapa hari ini sempat saya rindukan. Namun saya ragu itu dia atau bukan. Dia sepertinya sedang bersama dua orang temannya. Saya terus mempertajam penglihatan saya. Dia atau bukan yah? kok dia berama junior cewek sih? ah jangan-jangan itu gebetan dia setelah PKKMB selesai. Siapa sih yang tidak mau digebet cowok secakep dan seramah dia dan siapa juga yang mau menggebet cewek yang sebentar lagi akan wisuda macam saya.

Saya semakin yakin kalau itu dia ketika sahabat saya parkir tidak jauh dari tempat dia duduk. Saya sengaja memalingkan pandangan saya seketika. Saya takut dia sadar kalau ada saya di sini. Dia pasti akan menyapa saya. Saya belum kuat untuk ngobrol bareng dengan gebetan saya yang sedang menggebet orang lain.

Saya berjalan buru-buru. Padahal dosen yang sedang dicari juga belum datang sebenarnya. Saya acting seolah-olah saya sudah telat kuliah. Nanun dari kejauhan saya mendengar suara khas panggilan yang dia selalu gunakan untuk memanggil saya. Saya pura-pura tidak dengar. Beberapa kali dia masih memanggil saya. Mampus, pikir saya. Sebentar lagi saya akan berbelok ke arah yang pastinya saya sebagai orang yang matanya normal pasti bisa melihat dia.

Taraaaa... Ketika saya berbelok dan dia pasti yakin saya akan bisa melihat dia, dia langsung melambaikan tangan dan memanggil-manggil saya. Aarrhhh.... Dengan terpaksa saya juga ikut melambai-lambaikan tangan dan tersenyum. Senyumnya kecut sih. Bayangin aja deh senyum saya itu senyum orang yang lagi kepanasan di parkiran yang panas. Yap, itu cuma pencitraan. Secara parkiran aja waktu itu gak panas sama sekali. Orang hari juga sedang mendung.

Dia menyuruh saya untuk gabung dengan isyarat tangan dan teriakan dia yang kurang jelas. Apa? saya ikut gabung? Yang benar saja lah. Bisa-bisa saya senyam-senyum garing saja di sana. Dari pada nanti saya terlihat garing, mending saya tidak usah saja menerima ajakan dia. Walaupun sebenarnya saya sudah merindukan dia beberapa hari belakangan ini. Apa lagi ketambahan ada foto fasilitator yang di tag di facebook saya. Melihat dia di sana membuat saya semakin rindu.

Namun sekarang sudah saya bunuh dan kubur hidup-hidup rindu saya ketika melihat dia bersama gebetan barunya. Miris banget ketika kita tahu kalau gebetan kita sedang menggebet orang lain. Alhasil dia sekarang sudah resmi menjadi mantan gebetan saya.

kepada yang ingin mendengar

hari ini perasaan saya kacau sekali. semua seakan tumpah ruah menjadi satu pikiran.

saya termasuk orang yang selalu mempertimbangkan segala sesuatu.bukan demi saya. namun saya akan lebih mempertimbangkan perasaan orang-orang disekitar saya. bagi saya hidup tenang adalah melihat orang di sekitar saya, yang saya sayangi bahagia.

hari ini mamas saya menelfon. dia memberikan bahwa keadaan mama saya semakin parah. penyakit gula memang tidak semanis sakit gula. bayangkan saja, mama saya sudah kehilangan satu jari kakinya, dan sekarang jari tanggannya juga mulai sakit. mama bahkan sampai tidak mau berbicara dengan saya. saya paham dan maklum, tentu mama sedang merasakan sakit yang amat parah dan bliau tidak ingin anaknya ikut sedih mendengar rintihannya.

saya selalu khawatir ketika mendengar orang-orang yang saya sayangi sakit. saya selalu berharap jika bisa saya yang menggantikan rasa sakit itu pasti lebih baik. namun, ketentuan Tuhan tentu lebih baik dari pada keinginan saya.

babeh menyuruh saya untuk segera pulang. takut nantinya saya menyesal. andai babeh tahu saya ingin sekali pulang dan merawat mama. merawatnya hingga sehat seperti dulu. namun beh, banyak sekali hal yang mengikat saya. saya hanya berdoa semoga Tuhan memberikan jalan untuk saya bisa berbakti kepada mama dan babeh.

saya mencintai orang tua saya melebihi mama dan babeh bayangkan. saya mencintai orang tua saya sekeras saya ingin menaklukan dunia dan menghadiankan untuk mama dan babeh. bagi saya, semangat saya untuk tetap bertahan sampai saat ini adalah mereka.


Sabtu, 15 September 2012

Unforgettable Moment in PKKMB 2012


Sebentulnya saya tidak mau melebih-lebihkan kebahagiaan saya di padang. namun sungguh, di sini banyak sekali hal yang menyenangkan.

Malam ini, setelah PKKMB 2012 usai saya berkicau di twitter seputar PKKMB. Ya, PKKMB tiga hari ini memang sungguh sangat menyenagkan. Bahkan senyum saya tak ada henti-hentinya merekah.

Sebenarnya saya ditugaskan sebagai fasilitator di sini. Itu juga hanya dua hari, karena satu hari untuk pengenalan struktural di fakultas masing-masing.

Tugas saya adalah membimbing adek-adek dan sedikit menyetilnya ketika nakal. Saya suka hal ini, belaga jadi senior itu seru sekali.

Sebelum PKKMB di mulai, satu hari sebelumnya saya GR. Tahu GR kan? pastinya, karena walaupun tidak tahu saya sedang enggan menjelaskan. Saya GR bersama sekitar 56 mahasiswa yang menjadi fasilitator. Awalnya memang canggung, namun akhirnya kita sedikit mulai akrab. Pada dasarnya dulu kita sudah pernah pelatihan sehari di balariung caraka (ruang acara di kampus saya) sehingga sudah sedikit tahu lah wajh satu sama lainnya. Walau belum tahu nama masing-masing, minimal tahu wajah sesama fasilitator.

Setelah GR selesai, kami pun pulang ke rumah kami masing-masing. Saya diantar bayu pulang, sekalian pulangnya kita makan kebab di Dapur Neng Dara. Kami saling berbincang tentang apa yg besok kita pakai. Saya kurang peduli dengan fashion, jadi saya masa bodo saja besok mau pake apa. Yang jelas nyaman ketika saya pakai dan memenuhi ketentuan.

Pagi pukul 05.00 WIB Una menelfon. Sengaja membangunkan saya. Padahal saya sudah bangun loh saat itu. Saya sedang mencari-cari kemeja putih, tapi tidak ada. Akhirnya saya menyerah dengan memakai kemeja seadanya.

Oh iya una itu junior saya di WP. Dia sangat baik. Sungguh dia junior paling baik yang pernah saya temui.

Una menjemput saya sekitar pukul 06.15 WIB. Saya berangkat dengan hati was-was karena ini kali pertama saya menjadi fasilitator. Biasanya saya panitia univeristas soalnya.

Sesampai di sana saya langsung menuju aula. Di sana ribuan mahasiswa sudah berkumpul. Tugas saya membimbing mereka sesuai fakultas.

Jiwa senioritas saya timbul ketika melihat mahasiswa baru. Jiwa ingin memarahi itu tibul saja. Entah lah kenapa. Naluri senior kali ya. Apa lagi udah tingkat akhir yang sebentar lagi seperti saya ini.

Saya galak ketika ada mahasiswa baru yang bertanya " kak, saya fakultas ekonomi, saya di mana ya kak barisnya?" saya dengan ketus menjawab "memang kamu tidak punya mulut? tanya sama yang sudah baris sana". Ya ampun, padahal itu tugas saya untuk menjadi penunjuk arah. Jangan dicontoh ya reader :)

Hari pertama lumayan asik, anaknya itu ngajakin becanda terus dan saya juga sepertinya menaruh hati dengan salah satu fasilitator, sehingga sehari di sana rasanya cepet banget.

Hari kedua saya tidak mau ambil bagian dari acara PKKMB, itu bagian fakultas. saya anti banget sama lembaga fakultas. Entah mengapa.

Hari berikutnya saya datang agak telat. Sekitar pukul 07.00 wib lah saya sampai di sana. Senangnya ketika saya datang mereka sudah berbaris rapih di tempat yang sudah semestinya. Ah, junior yang baik.

Saya sedikit memberikan arahan ke pada mereka tentang kegiatan hari itu. Mereka bersemangat bertanya. Saya suka sekali semangat mereka.

Mereka sangat enggan menolak permintaan saya. Mereka manja, namun membuat saya merasa harus sayang ke pada mereka semua.

Mereka memang mahasiswa baru, namun mereka sungguh menerima saya seakan tidak baru bertemu dua hari yang lalu.

Kegiatan permainan hari ini lumayan berlangsung seru. Mereka akhirnya mau jug ketika saya ajak untuk bermain ini itu. Semangat mereka itu loh, tidak memble.

Oh iya, saya mendapat satu tambahan kelompok. Dia seorang magican. Walau sedikit narsis, bakatnya boleh lah diacungi jempol. Dia bisa bermain sulap, menghipnotis dan meramal. Keren kan? ia lah dia finalis the master sesson 5.

Pada saat dia menampilkan sulap, semua orang bersorak. Lumayan lah kelompok 50 cukup harum namanya karena bakat anak satu ini.

Saya sudah cerita kan kalau dia bisama menghipnotis? Macam Uya Kuya itu loh. Nah ceritanya tadi dia kan menghipnotis salah satu peserta PKKMB, dan dalam hipnois tersebut dia menanyakan siapa artis idola si korban. Dia menjawab cua kotak. Dan kalian tahu apa yang terjadi? Dalam perintanya si korban akan melihat saya seperti Cua Kotak. Alhasil sikorban minta foto sama saya dan tanda tangan saya. Ya ampun saya sekarang percaya kalau hipnotis macam Uya Kuya itu ada.

Kelompok 50 yang super unyu itu membuat saya jatuh hati. Mereka sangat baik dan tidak neko-neko. Bagi saya ketika mereka manja terhadap saya itu wajar. Mereka menganggap saya kakak mereka.

Sebelum perpisahan, saya meminta alamat Email merka di FB, sekaligus TWITTER. ternyata di sela-sela kertas yang masih tersisa mereka menulis "KAKAK CUA FANS GRUP 50". Aduh saya pingin peluk mereka satu-satu.

Untungnya saya sempat memberikan beberapa info yang bermanfaat sebelum kita berpisah. Saya juga sudah sempat meminta maaf apa bila saya sebagai senior ada salah. naluri mau wisuda dan meninggalkan kampus itu dalem banget sekarang.

Saya dan bayu juga untung sempat meminta alamat email dan twitter teman-teman fasilitator, jadi semoga bisa bermanfaat buat silaturahmi deh nanti.

NB:
Fasilitator ternyata asik-asik semua. Hanya karena kemaren kita belum akrab saja makaya susah untuk saling minta bantu ini itu. Namun tadi, setelah acara selesai kita sangat kompak. Joged dangdut bareng, nari-nari seakan lelah kita sirna saja ketika kita tertawa bersama-sama. Kita saling ambil foto dan bersalaman menandakan kita telah usai, jangan samapi silaturahmi juga usai yah. Kita saling bercanda seakan kita sudah kenal begitu lama. Kita berbagi tawa seakan ini milik kita semua.

Pulangnya saya, Una, Bayu, Suci dan Aisyah mampir ke kafe Oishi. kafe Jepang langganan kita sejak bolak-balik kampus 2.

Oh iya dalam PPKMB ini seakan momen pamitan saya kepada kelembagaan di kampus Universitas Bung Hatta. Pamitan saya kepada cowok yang saya suka dulu sewaktu semester pertama. Dan pamitan saya kepada semua kisah yang saya ukir di kampus saya yang tercinta Universitas Bung Hatta. saya juga say good bye untuk cinta yang hadir hanya 3 hari. itu bukan cinta sebenarnya, hanya penasaran saja. Amin :)

Foto masih dalam pengasingan. Secepatnya akan saya upload :):*

Rencana Indah Tuhan


Saya menjalani kuliah ini bukan dihitung dari seberapa sering saya punya pacar. Seberapaa banyak saya punya uang. Seberapa sering saya dalam seminggu  membeli baju dibutik.

Saya bukan anak dari golongan ekonomi atas, bukan juga dari golongan ekonomi menengah. saya bagian dari mereka yang alhamdulilah bisa melanjutkan sekolah samapi jenjang Universitas.

Bagi saya menyia-nyiakan waktu adalah hal yang sangat mubazir. Bagi saya ilmu itu mahal harganya, apa lagi pengalaman. Oleh karena itu mulai dari emat tahun lalu saya sudah bertekad untuk mencari ilmu dan pengalaman sebanak-banyaknya di Padang.

Padang sebetulnya bukan kota favorite tujuan saya mencari ilmu. Semua lebih melulu karena waktu. seperti tulisan saya sebelumnya.

Tuhan selalu merencanakan hal yang indah untuk semua umatnya. Saya sangat mempercayai itu. Sehingga ketika saya selama empat tahun kedepan harus berdomisili di Padang, saya percaya Tuhan punya rencana indah untuk saya.

Di sini saya memdapat banyak ilmu dan pengalaman. Namun ilmu dan pengalaman bagi saya adalah candu. Seberapa banyak kita meminumnya, semakin ketagihan kita untuk terus menikmatinya.
ilmu dan pengalaman juga sama seperti air laut. Semakin kita minum, semakin haus yg terasa.

Di Padang saya juga menemukan keluarga baru, teman baru dan impian yang baru tentang impian yang sebenarnya saya inginkan dari dulu.

Lebih dari itu semua, saya menemukan cinta yang berlimpahnya. Sampai-sampai saya merasa berat untuk terus membawa cinta itu ketika waktunya saya harus tidak lagi di sini.

Orang-orang di sini begitu unik. Saya menemukan banyak karakter yang sebelumnya belum pernah saya temukan di lingkungan saya. saya menemukan banyak karakter persis seperti buku dan tontonan yang sering saya nikmati.

Saya tidak henti-hentinya merasa bersyukur ketika saya yang dulu asing kini sudah bisa sedikit ikut dalam merajut beberapa sejarah orang tersayang di hidup saya, di Padang tentunya.

Saya belum tahu apakah saya bisa menemukan yang lebih hebat dari ini setelah perjalanan saya berikutnya. namun kelak empat tahun ini akan begitu berharganya bagi saya.

Saya cinta kalian, melebihi apa yang kalian lihat pada tingkah saya. saya sayang kalian dengan tulus. Setulus hati kalian yang selalu menebar cinta di hari-hari saya.

Rabu, 12 September 2012

Semua Melulu Tentang Waktu







"hidup adalah pilihan"

itu kata sebagian orang. entah siapa dulu yang pertama kali menyimpulkan hal ini.
 
banyak dari kita setuju. sebagian dari kita setuju karena doktrin dan sebagian karena kesadaran. doktrin dari beberapa motovator misalkan. dalam beberapa stasiun TV. kita sering menjumpai kalau mereka berkata bahwa  hidup adalah pilihan. anda ingin menjadi kaya atau miskin, sukses atau gagal dan semua jenis pilihan yang bertolak belakang maupun pilihan yang sama-sama berat buat kita memilihnya. 

kamu setuju gak kalau hidup adalah pilihan? 

kalau saya sih jujur tidak setuju.

menurut saya hidup adalah soal waktu. kenapa kita memilih satu dari beberapa pilihan yang ada semua itu lebih karena waktu. misalkan, dulu saya memilih untuk tinggal di padang ketimbang di jakarta atau di kampung. semua alasan yang dijabarkan panjang lebar semua selalu menjurus pada satu titik. karena waktu itu, itu lah yang terbaik.

sekarang, ketika saya sudah memutuskan untuk mengejar apa yang disebut dengan cita-cita, waktu kembali mempermainkan saya. waktu sekarang, ketika mama saya sakit-sakitan dan nenek saya terserang lumpuh ini lah saatnya saya harus berbakti kepada bliau. 

dan lagi-lagi waktu mengacaukan semua planning yang telah saya rancang jauh-jauh hari. bahkan, saya tidak mempunyai pilihan selain pulang dan merawat mereka. 

saya percaya semua hal mempunyai waktu. seperti kita dulu, saat mulai menyukai lawan jenis. waktu itu memang kita sedang puber. bukan pilihan untuk puber atau tidak puber.

kemudian ketika saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan salah satu senior di kampus. itu bukan melulu pilihan antara aku ingin bahagia dan aku masih mencintainya. itu semua karena waktu yang kurang tepat untuk kita saling memahami satu sama lain.

kemudian beberapa hubungan yang ingin saya mulai namun saya akhiri sebelum saya memulainya. semua karena waktu yang belum tepat. waktu selalu memberikan banyak alasan untuk saya terus mengikuti role yang waktu berikan.

jadi kalau saat ini hati saya belum merasakan bahagia itu bukan karena saya yang tidak memilih bahagia. namun waktu lah yang belum mengizinkan saya bahagia menurut devinisi saya. 

saya (ingin) tidak menyalahkan waktu tentang apa yang saya alami sekarang, karena waktu adalah role dari Tuhan yang saya percaya akan membawa saya kepada kebaikan. menyalahkan waktu, sama saja menyalahkan sang pencipta waktu. saya tidak berani.

sekarang saya hanya perlu bersabar dengan waktu. karena waktu juga lah yang akan membawa saya kepada suatu rasa yang disebut bahagia. 

semoga, waktu tidak terlalu lama mempermainkan perasaan saya. 


yang selalu tersenyum,


 yang (ingin) tidak menyalahkan waktu

Senin, 03 September 2012

Percakapan Hati


nak, sekolah lah yang tinggi nak... kelak kau akan menjadi guru dan diangkat penjadi pegawai negeri. kau tidak akan merasaakan panasnya menanam padi di sawah untuk hanya sesuap nasi.

nak, bagai mana kuliahmu nak? selepas wisuda, terus cari lowongan kerja di sekolah-sekolah dekat kampung kita, selepas itu cari lah suami seorang pegawai negri supaya hidupmu terjamin kelak di hari tua.

nak, bagai mana nak? selepas wisuda cepat lah pulang. cepat lah mengajar di kampus. semoga secepatnya kau bisa menjadi pegawai negeri. cepat lah menikah nak, teman-teman sebayamu sudah mempunyai anak.

nak, bagai mana pacarmu nak? apakah dia sama kuliahnya dengan mu? cari lah suami yang minimal sama pendidikannya denganmu, kalau bisa yang sudah berstatus pegawai negeri.

pak, bu.. boleh sekarang giliran saya yang berbicara? boleh kah saya melanjutkan sekolah saya dan jangan tanya dulu masalah pernikahan? bukan, bukan saya menghilangkan nilai-nilai kebiasaan wanita di kampung kita yang hanya bersekolah paling tinggi sampai SMA. saya hanya ingin mempertajam ilmu saya. cita-cita saya bergitu tinggi hingga kadang orang mencibir kalau saya sudah gila. saya ingin menjadi mentri pendidikan pak bu. saya bukan hanya ingin mendapat gajih tiap bulan dan mengajari anak setiap pagi sampai siang. saya ingin sekali membuat perubahan untuk anak-anak yang tidak seberuntung saya.

hidup bukan melulu soal materi pak bu, saya juga ingin menemukan arti Tuhan memberikan roh pada raga saya. saya ingin kelak, ketika roh terlepas dari raga dan sudah tidak bisa melakukan satu apapun di dunia ini, orang-orang yang saya tinggalkan masih merasaakan manfaat adanya saya di dunia ini.

jadi, restuai lah anakmu ini untuk bersekolah lagi.

Minggu, 02 September 2012

pernikahan

welcome to semester akhir. ini adalah awal mula kata pernikahan sering aku dengar. dengan umur yang semakin hari tidak semakin bertambah, tentu para orang tua semakin gencar menanyakan "pacar kamu siapa nak? ini sudah mau wisuda loh, harus cepet-cepet nyari. kalau tidak nanti jadi prawan tua.

itu adalah salah satu faktor mengapa kata pernikahan sering meneror telingaku. sudah hampir wisuda, umur, dan pandangan orang tentang hal tabu prawan tua adalah sisi teror mengerikan. kadang kita memang merasa sudah cukup umur untuk menikah, namun kita kadang lupa untuk menanyakan pada hati kita apakah kita sudah cukup dewasa untuk sebuh pernikahan, apakah kita sudah cukup yakin dengan pasangan kita dan apakah kita sudah cukup itu saja impian kita sebagai wanita? siklusnya hanya belajar, menikah, berkarir kalau bisa dan mengurus suami dan anak.

aku tidak meremehkan tugas seorang wanita yang mengurus suami sekaligus anak-anaknya. belum lagi urusan memanage kebutuhan rumah tangga dan kebersihan rumah. tidak, aku tidak meremehkan sama sekali. aku tahu persis bagai mana sulitnya. meski aku belum pernah mengalaminya, melihat seberapa hebat mamaku mengurus bapak, aku dan tiga saudara laki-lakiku sudah cukup bagiku merasakannya.

dari satu sisi aku melihat fenomena di kampungku. banyak teman-temanku dari mulai teman SD, SMP dan SMA yang sudah menikah dan mempunyai buah hati. kalau pun belum menikah, mereka sedang mempersipkan pernikahan. aku tidak iri dengan itu semua, namun aku juga tidak mau mengomentari terlalu banyak tentang keputusan mereka. aku hanya harus berfikir kalau mereka sudah cukup dewasa untuk itu dan mereka sudah cukup yakin dengan pasangan mereka. aku hanya cukup berdoa untuk kebahagiaan mereka, kelak ketika masanya tiba aku juga sudah harus seperi mereka. melakukan apa yang Allah perintahkan.

Allah juga memerintahkan kita untuk belajar. bahkan ayat pertama yang Allah turunkah adalah perintah membaca atau belajar. jadi, untuk aku yang masih ingin terus belajar. aku berdoa kepada Allah untuk diberikan sosok suami yang sama-sama menyukai ilmu pengetahuan.