Sabtu, 15 September 2012

Rencana Indah Tuhan


Saya menjalani kuliah ini bukan dihitung dari seberapa sering saya punya pacar. Seberapaa banyak saya punya uang. Seberapa sering saya dalam seminggu  membeli baju dibutik.

Saya bukan anak dari golongan ekonomi atas, bukan juga dari golongan ekonomi menengah. saya bagian dari mereka yang alhamdulilah bisa melanjutkan sekolah samapi jenjang Universitas.

Bagi saya menyia-nyiakan waktu adalah hal yang sangat mubazir. Bagi saya ilmu itu mahal harganya, apa lagi pengalaman. Oleh karena itu mulai dari emat tahun lalu saya sudah bertekad untuk mencari ilmu dan pengalaman sebanak-banyaknya di Padang.

Padang sebetulnya bukan kota favorite tujuan saya mencari ilmu. Semua lebih melulu karena waktu. seperti tulisan saya sebelumnya.

Tuhan selalu merencanakan hal yang indah untuk semua umatnya. Saya sangat mempercayai itu. Sehingga ketika saya selama empat tahun kedepan harus berdomisili di Padang, saya percaya Tuhan punya rencana indah untuk saya.

Di sini saya memdapat banyak ilmu dan pengalaman. Namun ilmu dan pengalaman bagi saya adalah candu. Seberapa banyak kita meminumnya, semakin ketagihan kita untuk terus menikmatinya.
ilmu dan pengalaman juga sama seperti air laut. Semakin kita minum, semakin haus yg terasa.

Di Padang saya juga menemukan keluarga baru, teman baru dan impian yang baru tentang impian yang sebenarnya saya inginkan dari dulu.

Lebih dari itu semua, saya menemukan cinta yang berlimpahnya. Sampai-sampai saya merasa berat untuk terus membawa cinta itu ketika waktunya saya harus tidak lagi di sini.

Orang-orang di sini begitu unik. Saya menemukan banyak karakter yang sebelumnya belum pernah saya temukan di lingkungan saya. saya menemukan banyak karakter persis seperti buku dan tontonan yang sering saya nikmati.

Saya tidak henti-hentinya merasa bersyukur ketika saya yang dulu asing kini sudah bisa sedikit ikut dalam merajut beberapa sejarah orang tersayang di hidup saya, di Padang tentunya.

Saya belum tahu apakah saya bisa menemukan yang lebih hebat dari ini setelah perjalanan saya berikutnya. namun kelak empat tahun ini akan begitu berharganya bagi saya.

Saya cinta kalian, melebihi apa yang kalian lihat pada tingkah saya. saya sayang kalian dengan tulus. Setulus hati kalian yang selalu menebar cinta di hari-hari saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar