Aku selalu saja benci dengan hari minggu. Aku benci saat bangun dan mendapati aku harus seharian di rumah. Saat harus tahu bahwa tidak ada tawa girang dari lawakan yang sengaja di buat. Saat hari mulai siang dan aku menyadari kutukan itu mulai datang. Kemudian sore yang membuatku menyesali hari.
bukan itu saja. Hari minggu semakin membunuhku dengan jam-jam yang membuatku selalu ingat untuk melihat handphone. menengoknya, kemudian berlalu, dan begitulah selanjutnya.
Hari minggu selalu tidak ada yang istimewa. Minggu selalu membuatku marah. Minggu selalu saja panas. tidak ada yang istimewa dengan hari ini.
Hari minggu selalu mengingatkanku bahwa malam lalu aku sendiri. aku sepi dan menyepi. hari minggu mempecundangiku.
Hari minggu semakin membuatku marah dengan dengan surat kabar itu. Aku semakin hari semakin marah dan benar-benar remuk bersama angan dan mimpiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar