Kamis, 17 November 2011

Nilai Uang

Banyak orang bilang kalo cinta tidak bisa dibeli oleh uang. persahabatan tidak bisa di beli oleh uang. keluarga tidak bisa dibeli dengan uang. kebahagiaan tidak bisa didapat oleh uang.
kata siapa?? apakah anda juga bagian dari orang yang mengatakan itu?? apakah anda yakin dengan pernyataan itu??
aku sendiri dengan tegas mengatakan iya. bisa.
bulan ini banyak sekali nilai-nilai hidup yang aku dapat. banyak musibah yang menimpaku. tuhan sengaja karena tuhan masih menyayangiku.
musibah pertama dalah pencurian yang sengaja dilakukan anak kelas 6 SD di kamarku. dia mengambil tasku beserta isinya. uangku ludes diambilnya, sedangkan beberapa surasurat penting dan beberapa kartu seperti ATM,KTM,ASKES dia kembalikan setelah diancam untuk dilaporkan polisi pleh pak likku. aku berfikir bahwa mungkin uang itu bukan rezekiku. aku harus mengikhlaskan.
aku berusaha untuk ikhlas, aku percaya tuhan selalu ada untukku. uang takan membeli imanku. namun dilain sisi aku semakin tercekik, semakin terpuruk, semakin terancam. tentu saja demikian adanya. untuk sekedar naik angkot saja aku harus meminjam uang teman. dan sungguh, aku sangat tidak bahagia dengan keadaan itu.
musibah kedua adalah mama sakit. mama sakit begitu parahnya sehingga beberapa orang mengira mama tidak lagi mempunyai umur panjang. mama terkena diabetes semenjak aku SMP. dulu beliau sangat cantik, badan beliau bagus, kulitnya kuning langsat dan bersih. teman-temanku bilang mama lebih cantik dari pada aku. aku tentu bangga dengan hal itu. namun sekarang sudah beda. mama kurus, dan kaki yang selalu aku banggakan sudah tidak semulus dulu. mama gampang terluka dan susah sembuh. sehingga beberapa bekas luka gigitan nyamuk pun berbekas dan berjajak di kaki kebanggaanku.
mama dirawat di rumah sakit hampir sebulan. jari kaki mama yang terkena pecahan beling akhirnya diamputasi. kondisi mama makin parah waktu itu. papa menelfonku untuk segera pulang. aku tentu saja sangat ingin pulang, namun kondisi berkata lain. aku tidak bisa begitu saja meninggalakan kuliahku dengan sejuta konsekwensi. dan aku tentu saja tidak mempunyai tabungan sepeserpun untuk membeli tiket pesawat. setelah mama dioprasi, beberapa hari kemudian mama dipulangkan. katanya kondisi sudah mulai pulih. ternyata itu salah. kondisi mama makin parah. mbok ngali (tetangga sekaligus ibu angkatku) berkata bahwa mama hanya tinggal menantiku pulang.katanya beliau sangat merindukanku. ya tuhan.... ujian apa lagi ini jeritku dalam hati. aku hampir ingin membeli tiket, tentu dengan uang hasil pinjam sana sini, aku tak mungkin meminta uang papa, bliau sedang membutuhkan banyak untuk mama. alhamdulilah.. aku tak perlu pulang karena mama akan segera sembuh kata papa.
musibah ketigga adalah rusaknya handphone ku. OMG..!! kenapa cobaan datang bertubi-tubi. untuk soal ini aku akan menyerahkannya untuk mamasku. dia sudah berjanji akan membelikanku handphone baru. aku terus dan terus menagih janjinya. tapi semua janji itu palsu, dan aku kecewa.
jika aku mempunyai uang lebih, tentu aku tidak perlu kesusahan di akhir bulan. kalau aku punya tabungan, tentu aku bisa pulang kapan saja mengunjungi mama. kalo aku punya uang, mama tidak perlu menahan rindunya padaku.kalau aku mempunyai uang, tentu aku tidak perlu memohon seperti itu. jika aku mempunyai uang, tentu aku tidak merasakan kekecewaan berkali-kali atas janji mamasku.
demi mendapatkan uang tambahan, aku sekarang memulai bisnis yang sama sekali diluar background knowledge ku. uang dan uang. kapan aku tidak bermasalah denganmu lagi? mungkin setelah aku mati. karena diakhirat konon katanya uang tidak berlaku. amal ibadahlah yang berlaku untuk membeli tiket surga. namun beramalpun banyak diartikan dengan memberikan sebagian harta kita untuk orang yang kurang mampu. perfikir tentang uang tidak ada ujungnya. kecuali kita kembali ke jaman batu. dimana uang tidak berlaku. tapi apa kita mau??????
TIDAK!! yah tentu saja tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar