Dulu aku hanya mampu mencintainya. Dari balik jendela kelasku yang mengarah teras kelasnya, di sana rumput, batu dan udara tahu akan semua perasaanku untuknya. Masa putih abu-abu itu telah berlalu, namun rasa itu enggan enyah dari hatiku.
akhir-akhir ini aku mulai berkomunikasi dengan sahabat-sahabatku di SMA. Melalui jejaring facebook kita mulai mengingat lagi masa nakal dan kenangan indah bersama, tidak ketinggalan soal cinta ala anak ABG yang sedang puber. Cinta monyet yang sedang berubah menjadi cinta gorila. Cinta yang masih dianggap enteng oleh orang-orang dewasa. Hanya karena umur kita.
Dulu aku sempat mencintai dia yang pandai dan popular di sekolah. Dia yang alim dan pendiam. Dia yang sederhana dengan segala kelebihannya.
Aku berharap aku masih menyimpan nomor handphonenya. Aku berharap dia masih mengingatku. Aku berharap dia masih tahu aku lah yang sering menitip salam ke padanya lewat temanku. Aku harap dia tahu kalau aku orang yang diam-diam memperhatikannya di Masjid sekolah.
Dulu, aku selalu saja mencari alasan untuk dapat mengirimkan sms untuknya. Mencari-cari pertayaan untuk dapat dijawabnya. Memberi sedikit perhatian untuknya agar dia tau kalau aku ada untuknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar