Sabtu, 19 November 2011

Nasib Si Jomblo di Malam Minggu

satu persatu no handphone dikontaknya ia cek satu persatu. Siapa ya yang mau aku telfon ya. gea, hanif, ocha, yayu...... tet..tet..tet.. semakin ia tekan ke bawah ke bawah makin gak nemuin orang yang pas buat ditelfon di malam ini. malam ini malam minggu. tentu semua anak muda sibuk dengan rutinitas klasik. kecuali manusia jomblo macam yola. pada umumnya teman-teman yola selalu menganggap malam minggu adalah malam kencan sedunia.itu lah yang menyebabkan yola kesepian di malam minggu. yona semakin galu. semakin kusut mukanya menatap dinding kamarnya yang sama sekali tak bergeming. tak menunjukan tanda-tanda hidup. tak bisa ia ajak bicara. tak bisa.
ah mungkin membaca novel bisa menghilangkan suntuk ini, fikirnya. ia pun melangkah menuju lemari kecil yang berdiri di samping pintu kamarnya. lemari yang berisi tumpukan kardus diatasnya, dengan rak pertama tanpa pintu. nampaknya rusak atau sengaja di buka untuk untuk mempergampang mengabil buku-buku yang ditumpuk secara berantakan.
tangan yola mengambil salah satu novel bersampul yang didominasi warna hijau.
"yah.. novel ini belum aku baca" kemudian yona pun membenamkan tubuhnya dengan tumpukan bantal di samping kiri dan kanan kepalanya.
"aahhh..... gak asik ah ni novel... kenapa novel seperti ini bisa terbit!"
sedangkan tulisanku dengan cerita semenarik itu saja belum juga di terbitkan, padahal itu kan koran daerah. ah..." yona semakin jengkel, ia melempar novel itu ke sudut tempat tidurnya dan beranjak keluar kamar.
"galau" teriaknya lantang.
"sial banget sih jadi jomblo..... gak ada yang peduli, gak ada yang inget aku, gak ada yang sms aku, rasanya kaya aku itu lagi gak di planet bumi!!" yona diam sesaat... hemmmm.. mungkin ini nih kenapa banyak temanku bilang kalo gak bisa jomblo lama. tapi kenapa aku bisa selama ini ya ngejomblo???
kemudian hening lama.
***
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar