Kamis, 26 September 2013

happy birthday to you, septi

*mbersihin blog yang penuh dengan ramat*
*nyapu lantai* *ngepel* *ngejar-ngejat tikus*

hai hai hai.....
apa kabar?
udah berapa lama nih aku gak ngeblog? huaaa.... saya hampir melupakan rumah saya ini....

sebelum saya mulai cerita, ada baiknya kita menanyikan lagu ulang tahun untuk diri saya sendiri, hehehe
yap, hari ini adalah hari ulang tahun saya.
 sepertinya seluruh dunia lupa kalau 24 tahun yang lalu telah lahir gadis bernama septi. yap, kalau tidak ada jejaring sosial facebook seluruh dunia tidak akan ada yang tahu sepertinya.
jujur, saya lebih suka seluruh mahluk di dunia ini tidak tahu kalau saya itu ulang tahun dari pada tahu lewat jejaring sosial. tapi saya akan tetap berterima kasih buat tangan-tangan baik yang mau meluangkan waktunya untuk mengetik ucapan ultah di dinding facebook mau pun di twitter.
di umur yang sudah harusnya dewasa ini, saya masih gampang sekali emosi. masih mengeluh ini dan itu. masih kurang bersyukur hingga nikhmat Tuhan yang sudah banyak ini masih saja terasa kurang bagi saya  si tamak.
satu tahun ini, sepulangnya saya kerumah banyak sekali hal-hal yang membuat saya gampang menekukan muka. susah menarik garis bibir akan tersenyum dan makin cengeng apabila terlalu banyak hal yang saya pendam dan rasakan sendiri.
di 24 ini akan banyak hal-hal yang akan saya lakukan.doakan yah..!!!

love,
septi






Selasa, 07 Mei 2013

Rumah



Gue selalu ngrasa kalau gue adalah mahluk mars yang nyasar di bumi. Gue selalu saja ngrasa kalau gue adalah satu-satunya manusia yang selalu ketawa dan ngetawain apa pun yang terjadi dalam hidup gue. Gue juga selalu heran dengan semua yang selalu dianggap umum oleh orang-orang di sini.
Gue kadang benci dengan gue yang seperti ini. gue yang selalu etah mengapa merasa lucu melihat apa-apa yang ada di bumi. Gue kaya spesies lain yang di masukan dalam lingkungan yang bukan alam gue. Namun karena gue merasa gue udah terlalu lama dan kebiasaan di lingkungan ini, akhirnya gue merasa sama dengan mereka.
Ingat mamot cewek yang merasa dirinya itu tikus tanah dalam film ice age? Gue merasa kaya dia. Gue merasa sama kaya kalian, tapi dalam diri gue, gue selalu ngrasa kalau ini bukan gue.
Senyaman-nyamannya menjadi orang lain, tetap saja di sudut hatimu ada rindu yang sungguh untuk tetap dan kembali menjadi kamu yang sebenarnya kamu.
Sekarang gue sedang entah merasa bersalah dengan siapa. Dengan diri gue sendiri atau justru gue sedang sungguh merasa bersalah dengan orang-orang disamping gue. Atau gue merasa bersalah dengan keduanya?
Gue sungguh sangat tidak nyaman dengan ini semua. Sungguh, gue merasa ketika gue sekarang sedang di rumah, justru gue merasa gue sedang tidak di rumah. Gue seperti asing dengan semua yang sedang gue lakuin. Dan gue udah ngecewain diri gue sendiri sekaligus orang-orang disekitar gue dengan kondisi seperti ini.

A:
Apalah arti pulang ketika setiap tempat senantiasa berbisik perlahan, "Aku adalah rumah."
A:
Adakah rumah terbatas pada usia, pada harum bunga di halaman depan, atau memori yang tertinggal di bawah bantal kesayangan?
B:
Sebenarnya, tak perlu kita pulang untuk bertemu rumah.
A:
Maksudmu? Apa mungkin, pulang diciptakan agar ada alasan untuk pergi?
A:
Barangkali, kita tidak pernah benar-benar pulang atau pergi?
A:
Barangkali, pergi sebenarnya adalah pulang, begitupula pulang sesungguhnya adalah pergi.
A:
(mengambil nafas dalam)
A:
(diam sejenak, membiarkan pikirannya meliar)
B:
Barangkali, kita semua hanya sedang menunggu untuk bangun dari mimpi?
B:
(membiarkan waktu untuk memberi jeda di antara sela-sela pikirannya, gaung setiap katanya terdengar bersautan di belakang kepala)
A:
Kalau memang begitu adanya, kurasa tak apa.
A:
Sebab tidak semua mimpi tak nyata. Mungkin juga, tidak semua pulang ke rumah dan setiap pergi itu ke sana.
B:
(menutup mata, berserah pada gaduhnya lompatan pikiran, lalu perlahan membuka mata)
B:
Aku ingin jadi mimpi yang nyata dan nyata yang tak ada.
A:
(tertawa kecil)
A:
Suatu saat kita akan ada di sana.
B:
Di sana...
B:
Apa mungkin itu yang mereka maksud dengan rumah?
A:
Mungkin. Mungkin saja ia rumah... atau mungkin juga bukan.
A:
Tapi aku yakin untuk berada di sana, kita tak perlu lagi pulang atau pergi.
B:
Hahaha, kamu ini gila. Pembicaraan ini sudah gila.
A:
Tak ada salahnya kan bermimpi?
A:
Mungkin saja kita bisa menjadi mimpi yang nyata
B:
...dan nyata yang tak ada.
B:
Hahaha.. Di sana ya?
A:
Iya, aku tunggu kamu di sana.
Dee, Supernova: Akar
ya, ketika gue baca tulisan itu. Banyak bangat lintasan-lintasan pertanyaan yang semakin membuat gusar.
Mungkin ketika keluarga gue baca ini mereka akan sedih. L

Kamis, 02 Mei 2013

Kagum





Banyak sekali tipe manusia di muka bumi ini. salah satunya adalah tipe manusia yang gampang “suka dan kagum” seperti saya ini.

Saya gampang kagum sekali kepada orang yang bahkan baru saya kenal. Terutama yang mempunyai kelebihan melebihi apa yang saya punya.

Contohnya ketika saya menyukai laki-laki yang pandai semasa SMA. Hanya karena dia “lebih pandai” dari teman laki-laki saya yang lain, saya bisa langsung jatuh kagum.

Kemudian ketika saya kuliah. Sebagai wanita yang sangat biasa dan tidak spesial seperti saya, mengikuti beberapa kegiatan penting di kampus dan mengenal banyak orang terutama lawan jenis membuat saya sering terkagum-kagum kepada mereka. Bahkan saya sering sekali salah mengartikan kagum sebagai bagian dari jatuh cinta.

Ya, saya sering sekali salah mengatikan rasa kagum saya sebagai jatuh cinta. Sehingga terkesan saya gampang sekali jatuh cinta, padahal yang sebenarnya adalah saya gampang sekali kagum dengan orang.

Bukan hanya laki-laki saja yang gampang saya kagumi. Perempuan pun demikian. Saya sempat mengagumi beberapa teman wanita saya karena kelebihanya.

Meski demikian, banyak diantara mereka yang awalnya saya kagumi akhirnya saya cueki karena beberapa alasan.

Contohnya ketika dulu sempat mengagumi salah satu senior saya. Dia sungguh cerdas dan menghargai saya sebagai salah satu anggotanya dalam suatu organisasi. Dia sungguh bijak dan tutur katanya begitu masuk kedalam logika saya. Kemudian saya kagum.

Karena semakin lama bersamanya, saya mulai tahu sifat aslinya. Bagimana tingkahnya dan banyak hal yang kita habiskan bersama. dan akhinya saya tahu bahwa banyak hal yang akhirnya saya benci dari sifat dan tingkahnya pun dari bagaimana dia menyelesaikan masalah dalam organisasi maupun dalam hidupnya.

Benar apa kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Semakin kita kenal, kita akan semakin tahu bagaimana sifat seseorang, kemudian kita tahu apakah rasa kagum kita terhadap seseorang adalah benar pada tempatnya.

Tentu saja tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup. Dan itulah yang saya rasakan pada diri saya. Saya selalu merasa menjadi manusia yang setengah matang. Tidak mempunyai kelebihan yang dapat membuat orang kagum terhadap saya. Sehingga saya sering dan gampang terkagum-kagum terhadap orang.  Itu sering membunuh rasa percaya diri saya.

Sepanjang masa “nganggur” saya kadang berfikir bahwa saya memang hanya seonggok daging yang mempunyai ijasah. Hanya ijasah. Sehingga ketika sampai tahap wawancara kerja, orang tahu saya tidak mempunyai kelebihan yang dapat menguntungkannya.

Saat ini saya sudah bekerja di salah satu SMK di kampung saya. Teman-teman kerja saya cukup menyenangkan. Mereka semua pekerja keras. Beberapa dari mereka bekerja di lebih dari satu sekolah dan bimbel.

Mereka sama mudanya dengan saya. Hanya paling beda dua tahun diatas saya, namun perjuangan mereka sungguh membuat saya malu terhadap diri saya. Saya justru patah semangat dan pasrah atas nasib yang sedang saya jalani padahal saya lebih muda dari mereka.

Kemudian salah satu teman SD saya. Dia sering membawa saya jalan-jalan. Dia mengajak saya bertemu dengan banyak orang-orang baru dengan berbagai profesi. Saya banyak berbincang-bincang dengan mereka. Banyak hal-hal baru saya dapat. Di sana saya bukan hanya sekedar kagum kepada mereka, namun banyak sekali ilmu yang saya serap dari perbincangan-perbincangan kita. salah satunya ilmu semangat dan pantang mundur.

Atmosfer lingkungan kerja saya dan orang-orang yang baru saya temui itulah yang memotivasi saya untuk maju. Mengembalikan semangat saya atas perjuangan sebuah mimpi dan mengembalikan rasa percaya diri saya.

Tentu saja saya bukan hanya seonggok daging yang berijasah. Saya telah melewati banyak hari di padang yang tidak sesederhana coretan di ijasah saya. Saya telah berjuang satu langkah demi mimpi orang tua saya dan saya sebagi seorang sarjana.

Menjadi seorang sarjana sajakah? Tentu saja tidak. Didalam kata sarjana yang sudah saya sandang ini ada banyak mimpi di sana yang satu persatu harus saya perjuangkan. Sama seperti di padang dulu. Setelah menjadi sarjana pun hari-hari tidak akan sesederhana pakaian yang selalu saya kenakan setiap kerja. Di sana akan ada banyak air mata dan tetesan keringat perjuangan.

Kagum dengan orang yang mempunyai kelebihan lain tentu boleh, namun saya juga harus mengingat bahwa saya juga harus menghargai diri saya yang sejauh ini telah berjuang demi mimpi-mimpi orang tua saya dan saya. Dan saya tentu jangan patah semangat hanya karna lubang yang saya datangi tidak diijini masuk oleh pemiliknya. Itu motivasi yang terus saya bangun dalam setiap langkah menuju mimpi saya.

Kelak saya ingin menjadi seseorang yang diingat dan dikagumi sebagai manusia yang berhasil meraih mimpinya. Bukan hanya sebagai manusia yang kalah dan hanya bisa mengaggumi orang lain.

Minggu, 28 April 2013

Jodoh

saya selalu menyayangi apa yang telah singgah dalam hidup saya. apapun itu. meski barang sekecil apa pun yang bagi orang lain tidak penting.
saya menamakan mereka adalah jodoh saya. meski jodoh kita terkadang hanya sebentar. ya hanya sebentar.
seperti beberapa benda kesayangan saya seperti handphone, pensil dan buku. meski mereka adalah benda mati, namun saya selalu merasa bahwa benda-benda tersebut mempunyai rasa dan hati yang sama seperti rasa sayang yang saya rasakan untuk mereka.
saya termasuk orang yang menyayangi binatang. semenjak kecil saya selalu mempunyai binatang kesayangan. dari mulai ayam, tupai, kambing, kelinci dan kucing.
menurut saya, takdir yang mempertemukan saya dengan mereka adalah sebuah jodoh. meski kebanyakan dari hewan-hewan tersebut hanya berjodoh pendek dengan saya.
seperti sekarang. saya baru saja kehilangan seekor kucing. satu-satunya kucing yang tuhan titipkan kepada saya. dan sekarang yang maha pencipta telah mengambilnya lagi. namanya sipo. dia sangat lucu.
akal sehat saya sudah menyuruh saya untuk mengikhlasakan, namun hati saya berat sekali. bahkan untuk pulang kerumah saja saya malas. saya takut saya hanya akan menangis sepanjang hari mengingat-ingat tingkah sipo di rumah.
sipo meninggal tadi malam. menurut informasi sipo ditabrak pengendara motor. benci sekali saya dengan pengendara motor itu. tidak tanggung jawab dan membiarkan sipo tergeletak di pinggir jalan.
saya berfikir positif saja kalau sipo sekarang sudah bahagia di alam sana bersama sagi. sagi adalah kelinci saya yang sudah meninggal ketika saya kuliah di padang.
sagi dan sipo adalah mahluk tuhan yang sengaja dipertemukan dengan saya. menghibur saya ketika hari-hari begitu berat bagi saya. yah, ketika hari berat sipo dan sagilah yang menemani. Tuhan sengaja mengirim mereka untuk menemani saya, sehingga ketika Tuhan meminta mereka untuk kembali di sisiNya saya haruis ikhlas,.

Minggu, 17 Maret 2013

curhat-curhat bimbang

gue selalu dapet kesialan yang bertubi-tubi di tahun ini. tadi pagi nih ya.... si mama mandiin hape aku yang samsung... mana gue belum dapet gawe... semua barang gue ancur lagi.. miris..!!
hape android gue belum sembuh-sembuh dari komanya, eh hape satu-satunya malah direndem pake rinso sama mama... biadab banget dah nasib mempermainkan gue... *nangis*

minggu ini gue ada panggilan wawancara dua buah kerjaan, lumayan bikin seneng tapi bikin bingung juga. kerjaan yang pertama gajihnya gak seberapa, tapi gue bisa deket terus sama mama, sedangkan gajih yang kerjaan ke dua itu gede tapi jauh dan gue harus ninggalin rumah. gue bingung harus pilih yang mana.
gue takut kalau gue kerja jauh dari rumah mama gak ada yang ngrawat, tapi kalau mau kerja deket rumah gajihnya bikin emosi.

gue gak tau deh harus gimana. pilihan-pilihan yang ada bener-bener kaya makan buah simala kama.

oh iya, selain mikirn karir, gue juga kudu mikirin kapan mau married. iya sih calonnya aja belum ada, tapi orang-orang udah pada mulai ngejodoh-jodohin gue. hadeeehhh.. kata mereka usia gue adalah usia yang harusnya udah mulai mikirin kapan nikah,

gue sih nyantai-nyantai aja soal ini, gue belum ada gambaran sama sekali buat nikah. gue masih mikirin improve myself.
entah lah....


Jumat, 15 Maret 2013

kangen, wawancara, dan harapan

hai.. hai.. hai... *nglambai tangan sok akrab*
pagi ini gue habis wawancara plus praktek sekalian. yap, kemaren gue habis dapet telfon plus sms kalau gue disuruh ke sekolah yang gue lamar buat kerja.
hasilnya?? hasilnya not so so... menurut gue....
menurut gue sih gue udah lumayan keren lah... nah, itu kan menurut gue.. gak tahu deh menurut mereka.
kalau gue diterima gajihnya gak terlalu besar. malah bisa dibilang kecil. buat beli paketan internet aja kurang kayaknya. tapi ya dari pada nganggur kan?? udah bosen banget nganggur. mana gak ada teman yang bisa diajakin ngobrol. pfff.... tingkan kebosanan hidup sangat meningkat akhir-akhir ini.
gue mulai ragu sama mimpi-mimpi gue. meski gue ngrasa suatu saat mimpi gue itu bakalan terjadi dalam hidup gue, tapi sekarang ketika gue dituntut untuk memperjuangkannya malah justru gue lembek gini. yah, mungkin efek kelamaan nganggur kali yah?
emang sih teman angkatan gue juga banyak yang belum wisuda, dan gue harusnya bersyukur karena gue udah wisuda duluan dan mesti harus nganggur wisuda duluan.
pingin banget ngumpul-ngumpul jaman-jaman masih kuliah dulu. asik banget, banyak happynya.. kalau sekarang banyak bosennya.
gue kangen banget deh sama padang. sampai panasnya pun yang dulu bikin gue emosi sekarang gue kangenin. gue kangen pantai, kangen WP, dan kangen semua yang ada di padang. hai padang... kamu ngrasain gak kangennya aku nyampai dibawa angin dan bermuara di pantai-pantai dan laut di sana?
sekarang sih yang gue lakuin cuma bersusaha cari kerja. apapun itu, yang penting dapet duit dan keren (tetep).
oh iya, gue lupa.... gue juga kangen sama kamu blog... lama gak bersentuhan.. hehehehe.. *cium*
next time aku lanjut deh nulis lagi.... udah dulu ya.. bye.... :)

Selasa, 19 Februari 2013

Have a bad mood


Hari ini mood gue lagi berantakan banget.
Alasan pertama mood gue berantakan adalah karena hilangnya Sipo, kucing gue yang berhasil nyuri hati gue dengan sifat lucunya. Sedih banget semenjak tadi malam, pas acara ngaji di rumah gue Sipo udah gak ada. Padahal sorenya dia masih main-main bareng gue.
Gue gak berhenti-henti nangis. Sama kaya pas Sagi meninggal. Bedanya gue gak tahu kondisi sipo di mana dan sedang apa sekarang. Apa dia masih hidup atau sudah mati. Gue sekarang lagi takut dan sedih banget. Gue takut Sipo lagi kelaparan sekarang. Gue takut banget dia disiksa sama orang yang gak suka sama kucing.
Dikit-dikit nangis setiap gue inget Sipo. Gue sampai gak nafsu makan. Ngliat orang di rumah bawaannya pingin marah aja kalau ada yang bilang gak usah sesedih itu dengan hilangnya Sipo. Belum lagi tetangga-tetangga gue yang nyebelinnya minta ampun. Sedihnya gue jadi bahan ledekan karena gue sedih Cuma karna kucing yang hilang. Mereka bolak-balik ngledekin gue. Gue putusin buat diem aja. Jawab pertanyaan mereka akan membuat mereka semakin mengejek-ejek gue. What the fuck!
Alasan ke dua kenapa mood gue berantakan adalah karena keluarga gue berusaha banget buat gue tetep kerja di sini. Banyak penawaran lowongan kerja yang mereka kasih ke gue. Bukan karena gue gak mau tinggal bareng sama keluarga gue, atau gue gak mau direpotkan oleh setumpuk masalah di keluarga gue. Gue Cuma mau ngewujudin mimpi gue. Apa itu salah? Yah, terserah lah kalau mereka berfikir mimpi gue itu gak sebanding dengan mimpi-mimpi orang sukses yang kaya dengan materi. Tapi besar atau pun kecilnya mimpi adalah relative. jadi jangan sekali-kali membandingkan sebuah mimpi yang besar dan kecil menurut penilaianmu.
Alasan yang terakhir adalah orang-orang di lingkungan gue. Mood gue labil banget akhir-akhir ini. bukan karena gue yang kelampau labil karena udah lama nganggur. Mood gue kaya gini karena sebagian orang di lingkungan gue sekarang tinggal adalah manusia penghasil liyur yang gemar menggoyangkan mulutnya untuk menjelekkan orang lain. Rumah gue adalah salah satu tempat mereka menggoyangkan mulut-mulut mereka itu. Mereka semua munafik. Semua yang mereka katakan selaalu saja ditambah-tambah. Dan setiap menemui orang yang berbeda, cerita yang diucapkannya pun berbeda. Lama-lama gue stres nih tinggal di lingkungan ini.
Gue sama adek gue udah janji. Kalau kita gak akan menceritakan kejelekan orang lain. Oleh karena itu, gue sama adek gue selalu cerita tentang photografi, music, gadget dan banyak hal tentang life style.
Meski paragraf ke dua sebelum tulisan ini adalah kaliat-kalimat gue tentang gambaran orang-orang dilingkungan gue, gue gak bermaksud ingin sama seperti mereka. Gue hanya berusaha menggambarkan bagaimana situasi yang sedang gue alami sekarang.
Sekitar bulan mart gue udah harus di jakarta. Bagaimana pun, impian gue harus terwujud. Bagaimana pun keras dan sakitnya nanti.dengan atau tampa bantuan siapapun.

Di sini



Di sini semua orang mempunyai senyum yang sama. Mereka berkaca, mencoba beberapa kali dan memakainya saat bertemu dengan beberapa orang di jalan.

Di sini semua orang mempunyai cara duduk yang sama. Meletakan bokongnya di kursi yang empuk dan bertingkah sopan layaknya bangsawan.

Di sini semua orang mempunyai telinga yang berbeda. Namun mempunyai jenis pendengaran yang sama. Efek banyak membuang waktu mengurusi urusan cinta. Lagu galau adalah jenis musik andalan.

Di sini semua orang berpakaian sama. Mungkin memebeli kepada toko yang sama dengan designer yang sama juga.

Di sini semua orang memunyai cinta yang sama. Menyukai kulit putih, hidung mancaung dan berbadan proposional.

Di sini semuanya sama. Sama-sama butuh uang. Sama-sama mata duitan.

Di sini semuanya sama. Sama-sama ingin menjadi pegawai negri dan mengubur mimpi.

Di sini semua sama. Sama-sama menari demi kebahagiaan sesaat. Kemudian sakau di kamar dan mati.

Di sini aku sendiri. Menjadi manusia aneh yang masih berjuang dengan mimpi.

Di sini aku sendiri.

Program TV


Tontonan TV malam ini aku mulai dari acara musik. Seperti biasa, aku bisa saja langsung bosan jika musik yang disajikan berisikan syair-syair dengan lirik cemen. Benar saja, acara musik malam itu diisi oleh musisi-musisi muda yang tenar karna karya yang karbitan. Bukan jiwa seni yang ada dalam darahnya. Tidak sepertimu sayang.
Aku menggantinya dengan tayangan berita. Banyak hal yang akan aku dapat di sana. Jurnalis selalu saja pandai membuat pemberitaan yang mengada-ada akhir-akhir ini. Banyak yang menarik, banyak juga yang tidak. Namun lebih banyak yang tidak sayang, kamu tahu kenapa? Di sana tidak ada satu pun berita yang mengabarkan tentangmu. Kau tahu persis, aku adalah penikmat beritamu yang paling setia.
Tidak akan aku buang waktuku dengan sia-sia. Aku ganti dengan tayangan paling dikagumi para tante-tante yang mulai menua. Sinetron. Apa bagusnya tayangan itu? Semuanya palsu, semuanya terlalu mengada-ada. Aku tahu persis, banyak yang akan setuju dengan pendapatku ini. Kecuali ibu-ibu itu. Mungkin bagi mereka, sinetron akan tampak mengasikkan dari pada tampang suaminya. Jangan takut sayang, kelak ketika aku sudah menjadi ibu dari anak-anakmu, wajahmu yang kriput itu pun masih lebih bagus dari pemeran utama pria di sinetron mana pun.
Untuk apa melihat tayangan sinetron. Bukan kah film akan jauh lebih bagus kwalitas ceritanya dibanding certa di sinetron? Kali ini film yang ditayangkan adalah harry pother. Aku tahu kau tidak suka film ini. aku tidak akan menjadikan apa yang kamu tidak sukai menjadi apa yang aku suka. Kamu adalah yang aku suka, maka aku juga harus menjadi apa yang kamu suka. Meski beberapa orang menjadi tidak suka melihat apa yang mulai aku jalani. Bagiku, cukup kamu suka. Maka semua akan indah.
Film favoriteku menjadi bukan favoriteku adalah sudah biasa bila di sana ada nama kamu yang mendasarinya.oleh karenanya, aku sudah mlai membiasakan diri membaca buku. TV menjadi tontonan paling konyol akhir-akhir ini. dan kamu adalah kekonyolan berikutnya karena berhasil merubahku.
Terimakasih para creative, kalian berhasil membuatku muak dengan semua acara TV di mana kalian dipekerjakan. Masih adakan orang yang sadar kalau hidup bukan melulu soal uang? Masih adakah yang sadar jika membuat apa yang kita suka adalah wujud dari mencintai mimpimu?mencintai dirimu, mencintai kewarasanmu?
Yah, tidak akan ada yang mau membaca atau pun mendengar celotehan seorang pengangguran yang masih percaya dan berjuang dengan mimpinya memang. Apa lagi bila masih meminta uang pulsa kepada mama.
Iya, saya septi yang sok menasehati dan menggurui anda. Jangan terlalu dipercaya, kalau ketika membaca tulisanku saja kamu masih melihat isi kantong atapun dompetmu.


haha hehe



Tengah malam yang masih diliputi dengan kata-kata “gue masih nganggur” ada sedikit keromantisan yang tersembunyi. Gue dan adek gue baru saja menghabiskan satu mangkok mie rebus plus telor dan plus nasi.
Gak, kita gak sekelaperan itu. Kita cuma lagi begadang . karena begadang dengan udara dingin, apa-apa yang muncul di TV kayaknya enak dan tengah malam gini mana ada yang jualan, so kita masak mie rebus. Gak kita sih, lebih tepatnya adek gue. Gue cuma nyumbang perut dan mulut.
Akhir-akhir ini gue paling banyak ngabsin waktu sama adek gue. You know lah teman-teman gue udah pada punya pasangan hidup, dan gue masih aja sibuk nyari gawean. Terpaksa lah gue harus sedikit-sedikit tahu diri untuk tidak mengganggu pasangan suami istri yang sudah berbeda dunia sama gue itu.
Mirisnya, pacar adek gue juga lagi libur semester ganjil. Jadi ya gak enak juga kalau gue terus-terusan ganggu adek gue. What the fuck!
Sejauh ini sih gue masih nikmatin apa yang memang harus dinikmatin. Gue tetep gak mau yang patah semangat atau apa. Lagian nganggur ini juga kan kemauan gue sendiri. Sifat keras kepala yang kepalang ajar memang. Sok-sokan nolak kerjaan. Sudah tiga buah kerjaan gue tolak selama tiga bulan gue nganggur. Manusia nganggur macam apa kamu sep? #hening
Sekarang gue udah mulai mikir relaistis tentang masa depan gue. Tentang kerjaan gue, tentang apa yang gue mau.
Yap, akhir-akhir  ini gue banyak ngalamun dan banyak nulis tentang planning gue ke depan. Mama dan babeh sepertinya tahu, so dia ngebiarin aja anaknya nganggur. LOL
Meski nganggur dengan kemauan sendiri, kadang gue tetep uring-uringan layaknya manusia nganggur pada umumnya. Hay guys, nganggur itu bisa bikin kamu galau dan badmood setiap saat. Kalau gak siap-siap banget ngadapin yang namanya nganggur, mending dibetah-betahin deh kerjan yang udah kamu dapet. Kalau gue mah tipe manusia yang bisa menghibur diri dengan apa aja, jadi nganggur juga intensitas galau dan badmoodnya agak jarang. #sombong #pencitraan
Actually gue ngantuk banget sekarang. Tapi gue habis makan. Percuma dong berat gue turun tiga kilo kalau sekarang langsung tidur habis makan, bisa-bisa malah nambah tiga kilo.
Mungkin kalian heran ya kenapa nganggur malah berat badan gue turun? Apa gue susah banget hidupnya? Atau gue diet mati-matian? Salah.
Gue emang diet tapi gak mati-matian. Gue Cuma ngurangin porsi makan. Seminggu aja udah turun tiga kilo. Kalau yang punya masalah berat badan boleh deh ngikutin apa yang sekarang gue jalanin.
Udah dulu ya guys, gue udah disuruh tidur nih. Tapi jangan bilang-bilang yah kalau gue sebenernya gak tidur. Gue paling matiin laptop doang dan guling-guling gak jelas di kamar.
Bye... bye.... J





Sabtu, 09 Februari 2013

Dua Cintamu




Entah apa yang aku inginkan. Bersamamu dan bersamanya mungkin akan jauh lebih baik ketimbang bila aku dan kamu bersama. mungkin.
Ketika bangun tidur seperti ini, aku selalu merasakan kehilangan yang begitu dalam. Takut menebak hal apa yang telah kalian lakukan bersama sepanjang dua jam aku tidur. Aku selalu saja tidak ingin satu detik pun tertinggal oleh episode hubungan kita bertiga.
Didahului olehnya tentu akan merasa sakit. Mungkin lebih sakit dari dulu. Saat aku tahu kamu sudah menjadikannya kekasih lebih dalu kemudian aku. Atau, didahuluinya akan lebih terasa sakitnya dibanding rasa sakit saat tahu bahwa hari-harimu di kampus jauh lebih banyak dari pada waktu bersamaku. Itu berarti waktumu bersamanya lebih banyak daripada bersamaku.
Kalau sakit, kenapa tetap bertahan? Itu lah pertanyaan sahabat-sahabatku setiap melihatku diam-diam menangis setelah membaca pesanmu, di saat kamu dan dia sedang jalan berdua. Atau sekedar diskusi yang tidak mengikut sertakanku.
Namun, lagi-lagi aku hanya memberi jawaban senyum. Mereka tahu persis seberapa besar rasa cintaku kepadamu. Hingga aku sampai berbuat jauh seperti ini. Menutup mata dan pura-pura tidak tahu, kalau bukan hanya hatiku yang tersakiti, namun hatimu dan hatinya pasti lebih sakit dan gusar dari yang aku rasakan.
Harus sudah ada yang berani memutuskan apa yang mesti dilakukan dalam hubungan kita ini. Jika kalian ragu, tentu aku yang harus maju. Maju memutuskan apa yang terbaik untuk kita. tentu  aku bukan Tuhan hingga tahu apa yang terbaik untuk masing-masing kita. namun, dalam kerumitan ini kita sama-sama tahu kalau suatu hubungan cinta hanya dilakukan oleh dua pasang manusia yang saling mencintai. Bukan tiga orang manusia.
Kali ini, aku memutuskan untuk tidak membalas pesanmu. Mungkin untuk beberapa minggu. Atau jika aku kuat, untuk beberapa bulan. Pasti.
Kemungkinannya adalah kau akan tetap menghubungiku, dan bahkan mencari-cari keberadaanku. Kau tahu persis  di mana aku sehari-hari. Tapi hay, tolong sadar lah. Aku hanya akan membuat keadaan kembali seperti dulu. Meletakan apa yang seharusnya ada di tempatnya dan mengembalikan apa yang bukan menjadi kepunyaanku. Seperti senyummu yang diam-diam aku curi. Atau bahkan bibirmu yang dengan sengaja membalas pesan cintaku. Semua itu miliknya. Itu lah yang seharusnya.
Hanya mengingat apa-apa saja yang telah terjadi antara aku dan kamu sebelum semuanya aku tinggalkan.
Apa kamu masih ingat genre musik favoritku? Aku selalu ingat kau suka blues. Dan kita sama-sama muak dengan jenis musik pop melayu. Yang sekarang bak jamur di musim hujan.
Berdiskusi tentang musik denganmu adalah salah satu waktu favoritku. Tentu kamu lebih paham dengan semua itu. Namun, dengan selera musikku yang sudah aku bangun semenjak belum sekolah ini, tentu bukan musik sejenis pop saja yang aku tahu.
Selain diskusi musik, pemahaman kita tentang filsafat adalah salah satu diskusi yang selalu aku tunggu. Kamu jauh melampaui aku tentang hal ini. Namun, banyak hal yang membuatku tidak setuju dengan apa yang kamu fikirkan.
Kamu tahu persis aku bukan tipe wanita yang menelan perkataan orang dengan begitu saja dan tidak memikirkannya. Meski kamu adalah orang yang aku cinta, hal itu tidak berpengaruh sama sekali bagiku.
Masuk dalam lingkaran cinta yang diisi tiga manusia membuatku semakin yakin kalau kelak, aku yang akan mendapatkanmu seutuhnya. namun sekarang aku tahu, aku lah yang harus mengakhiri ini semua, sebelum salah satu dari kita makin gila.
Meneruskan pacaran ala poligami ini adalah kegilaan kita yang pertama. Mengambil konsep poligami ala islam dalam hubungan percintaan kita bertiga selalu saja membuatku tersenyum sendiri ketika mengingatnya. Tahu apa yang paling membuatku tertawa heran? Saat kalian menyutuji ide ku untuk berpoligami dalam pacaran. itu lah kegilaan kita yang kedua. Kemudian ketika sekarang sudah tujuh bulan kita menjalaninya, itu kegilaan kita yang ketiga.
Kita benar-benar akan menjadi manusia yang paling waras atau malah paling gila bila terus melanjutkan ini. Entah aku atau dia yang pada akhirnya lebih kamu pilih. Karena kelak, aku dan dia pasti akan menginginkanmu seutuhnya. Pastilah kamu  manusia yang paling akan pusing dalam hal ini.
Tapi tenang sayang, kamu tidak perlu lagi memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi perkiraanku. Karena sekarang, kamu hanya mempunyai satu wanita untuk dicinta dan satu hati untuk dibahagiakan.
Beberapa detik dari sekarang akan terasa berat. Kemudian satu jam berikutnya mungkin aku butuh morvin untuk mengalihkan otaku dari semua tentangmu. Atau malah satu minggu kemudian aku sudah tergeletak tak bernyata, mengakhiri hidupku yang sudah sakau karena merindukanmu.
Tapi mungkin juga tidak sayang. Justru satu bulan dari sekarang  aku jauh lebih bahagia dari kebahagiaan yang aku rasakan saat minggu kemarin kamu mencium dan mengatakan kata-kata indah untukku.
Kamu tahu kenapa?
Karena aku adalah wanita yang paling beruntung karena sadar. Laki-laki sepertimu adalah wujud setan yang Tuhan peringatkan untuk kaum wanita. Manusia yang mengedepankan duniawi dan napsu semata. Manusia yang dengan gampang masuk lubang neraka karena sifat ketidak setiaannya.
Kemarin kamu mengatakan cinta kepadaku, menciumiku dan tertawa lebar saat aku memelukmu. Satu jam kemudian kamu kembali melakukan hal yang sama kepada dia. Kau pikir kau siapa? Kau bukan soekarno yang sok menjadi raja jawa dengan banyak wanita disekitarnya.
Anggaplah aku bodoh untuk sepuluh bulan kita bersama. dan anggaplah aku gila karena tujuh dari sepuluh bulan itu aku terbuai kebahagiaan menghabiskan waktu bersamamu.
Aku keluar dari permainan yang aku buat sendiri. Anggap saja aku yang kalah. Namun, kalian juga sepertinya harus berkaca. Wujud manusia macam apa yang sedang kalian sandang sehingga belum juga sadar kalau mata telinga dan hati semakin tak berfungsi, ditutupi nafsu ingin memiliki.