Sabtu, 03 Desember 2011

Lorong Kosong


#Bagian 1
Clara selalu saja bisa membawa suasana menjadi ramai, asik dan seru untuk menikmati hidup yang kadang membosankan. Dia gadis periang dan cerdas. Tak heran, dia mempunyai banyak teman yang setiap saat mengelilinginya.

Entah gadis macam apa dia hingga orang selalu saja menilainya tak punya masalah. Setiap orang yang mengenalnya selalu terkesan dengan hidupnya yang dipenuhi tawa. Fikiran konyol, gaya bicara, dan tingkah lakunya selalu saja menjadi sorotan. Kadang ada beberapa teman yang tidak suka dengan itu, namun Clara tetap saja melakukan apa yang dia suka.
Pernah salah satu teman menegurnya karena terlampau tertawa keras dan bercanda yang kelewat batas. Kritikan tajam pun bertubi-tubi ia berikan pada gadis periang ini, segala hadis dikeluarkannya untuk mematahkan semua jawaban yang diberikan Clara untuk setiap kritikannya. Namun pada akhirnya dia harus diam, karena berdebat dengan Clara sama artinya mengurangi kebahagiaan hidup. Clara tidak akan pernah mengalah. Bukan karena sombong, itu lebih kepada tidak mau dibodoh-bodohi. Clara tidak akan mengalah jika suatu pernyataan tak bisa mengalahkan logikanya. Kemudian kau hanya akan merasa rasa dongkol mendapati kekalahanmu.

Logika yang dia pakai bukan untuk matematika. Dia benci matematika. Dia suka sejarah, sastra dan hal lain yang berbau musim gugur. Dia suka kelembutan dan hal lain semacam angin, hujan, dan bintang. Tapi ia benci bulan. Bulan selalu menggambarkan nenek sihir seperti dongeng yang kerap ia dengar dari cerita-cerita neneknya.

Seperti biasa, bosan selalu saja membunuh setiap senti saraf-saraf di otak dan Clara benci itu. Dia mulai berfikir tentang hal yang menyenangkan. Mungkin suatu permainan akan seru jika sedikit berbahaya dan memalukan. senyum nakal dia lemparkan kepada teman-temannya yang sedang sibuk dengan laptop. 

Hoy....aku ada ide nih..!! seru Clara. Teman-temannya menatap aneh, dengan mata menciut curiga.

Ide apa? tanya Mila. Jangan yang aneh-aneh lah... sekali-kali jadi normal ngapa. tegas Dira memastikan Clara tidak akan berbuat hal gila.

hehehehehhee..... tau aja nih si mila... bapak kamu tukang......

bukan..!! jawab Dira mendahului pertanyaan Clara yang belum selesai. 
langsung aja lah ra mau apa. pinta Vani tak sabar. 

Iya.. iya... iya...... sabar dong teman-temanku sayang... aku gak suka ya kalo teman aku bertengkar... bertengkar itu gak baik... aku sedih kalo kaya gitu jadinya..........

Ah... mulai lagi deh gilanya. udah deh buruan ide apa?! tanya Serra nyolot. Tapi yang seru ya, Bosan juga nih duduk gini doang.

Hujan memang sudah dari pagi mengguyur kota Padang. Orang akan lebih memilih menarik selimutnya tinggi-tinggi di kamar ketimbang beraktifitas di luar, namun karena kewajiban berangkat kuliah pagi ini Clara, Mila, Vani, Dira dan Serra sudah dari pagi di kampus. Nilai akan terancam hanya karena absen. Mereka tidak akan mempertaruhkan itu. Namun sialnya, si dosen sendiri yang absen pagi ini. Tidak ada pilihan lain di hari yang becek ini selain nongkrong di kampus dari pada kehujanan di luar sana. Kemudia harus mati kebosanan menunggu jam berikutnya pukul tigga. 

Gini nih... mau gak main yang seru??? tapi sedikit seram sih. tanya Clara pada ke tigga temannya.

Emang mau main apa sih?? kok pake acara seram-seraman segala?? tanya Serra balik.

Main jaelangkung. bisik Clara pada kempat temannya yang sudah menatapnya penasaran.

Ih gila kali kamu ya ra, gak ah entar ujung-ujungnya kita mati semua kaya yang di film-film, Tolak Mira cepat.

Ya gak lah Mira sayang.. itu kan di TV... yang di TV itu semuanya bohong. Acara Uya Kuya aja itu bohong tahu. Mana ada sih orang yang mau buka aib sendiri di depan umum, terus ada lagi tuh acara Mermehek-mehek. Kenapa gak lapor polisi aja kalo ada keluarga yang hilang. Udah deh jangan parno gitu, parno itu gak boleh. Entar kena tangkep kaya Ariel peterpan. Vani dan Serra tertawa keras dan Mira cuma bingung dengan jawaban Clara. 

Siapa setuju kita main jaelangkung? tanya Clara serius.

Aku ikut, jawab Serra dan Dira.

Aku juga, lanjut Vani.

Ya udah deh aku ikut, tapi aku telfon mama dulu ya?

Heeewww.... dasar anak mamihh...!! apa-apa ijin sama mama. Emang kita mau nikah? pake acara minta restu segala. jawab Clara kesal. jadi ikut gak mil?? tanya Clara lagi.

Iya jadi... tapi Clara jangan melotot ke Mila dong... Mila takut...

Iya Mila sayang... Clara gak melotot kok... Clara cuma pingin makan Mila aja... jawab Clara menahan keki.

Jadi setuju semua nih ya kita main jaelangkung! Permainan ini beda banget sama yang ada di TV. Aku dapat cara bermain jaelakung ini dari nenekku. Aku ngajak kalian main jaelangkung karena suasananya pas banget buat kita ngundang arwah-arwah yang tersesat di gedung pustaka ini. Konon, dulu ada beberapa orang yang sengaja bunuh diri di gedung ini. Kata beberapa orang yang sering jaga malam di sekitar gedung, mereka kerap mendengar dan melihat hal-hal aneh. Aku penasaran dengan hal itu dan kalian juga merasakan hal yang sama kan sekarang? pingin tahu... seberapa bejat sih orang-orang disini. Clara tersenyum kecut.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar