Kali ini gue mau ngebahas, eh bukan ngebahas juga sih. Gue mau
cerita tentang “hubungan”.
Hubungan yang masih berkaitan dengan cinta (?)
Ok gue mau jujur. Beberapa minggu belakangan, gue ada “project”.
Masih berkaitan dengan perasaan, yang “sulit” untuk gue bilang “ini cinta” atau
pun “ini bukan cinta”. Iya ini ribet banget. Serius.
Tapi bagusnya adalah, sekarang gue “masih sendiri” namun gak
sendirian juga, soalnya masih ada Tuhan dan orang-orang yang sangat ikhlas
menyayangi gue. (?)
Iya, semuanya
mengalir, bermuara dan habis begitu saja.
Kalau ditanya sedih atau enggak, saya hanya bisa member jawaban
dengan tatapan kosong. Kemudian gue merasa, meraba dan mencari kata yang tepat
untuk menggambarkan perasaan gue sekarang. Dan gak nemu. Sial.
Huh..!! lagi-lagi ribet yah! LOL
Dan yang gue simpulkan dari keribetan beberapa minggu belakangan
adalah gue kelewat labil sebagai pengangguran yang sedang mencari kerja. Kelewat
labil mencari-cari dan meminta-minta perhatian yang jelas-jelas hatinya itu
bukan buat gue. #jlep #hatiberdarah-darah #tepar
coba minta di sayang sama Tuhan, pasti langsung dapet.
Hikmah yang diambil :
1.
jangan ngarep bakalan dijadikan pacar hanya
karena dia panggil kamu dengan sayang, yang panggil papi mami aja bisa cerai.
2.
Nganggur itu bukan alasan kamu buat “nyiptain”
pekerjaanmu sendiri dengan bermain-main dengan hati. Yang namanya main sama
hati itu, sakitnya di dalam. Tapi membawa dampak keluar. Seperti keluar air
mata, keluar tweet-tweet sok puitis memelas dan yang paling merugikan adalah
keluar banyak uang buat isi paketan internet. Mana sekarang lagi nganggur. Hadeh.
Gue rasa cukup sudah kupasan ceita “hubungan” yang menyangkut hidup gue ini. Selanjutnya gue mau
nyritain tentang sahabat gue. Masih dengan topic yang sama.
Beberapa kali gue ngetweet tentang “nemenin sahabat nyiapin weddingnya”. Itu beneran dan serius!
She has no close
friend except me. Dia udah gak punya ibu (ragu). Dan dia sangat dewasa
untuk wanita semuruan dia. Seumuruan gue juga ding, soalnya kita beda satu
bulan doing, tuaan dia sebulan. :P
Dia mau nikah sama laki-laki yang umurnya jauh di atas dia. Dia
ternyata duda beranak satu yang sekarang anaknya itu udah SMA. Mengenai hal ini
gak banyak orang yang tahu, termasuk eyangnya. Gila.
Gue udah tahu tentang ini udah lama. Cuma waktu itu gue
masih di padang dan gak enak juga kalau gue nelfon dia terus ujung-ujungnya
nanyanin “eh, calon suami kamu katanya
duda yah?”. Itu bukan gue banget. Gue maunya dia (sahabat gue) cerita
sendiri ke gue.
Dan setelah lebih dari sebulan gue di rumah, tiga hari
sebelum pernikahannya. Tepatnya tadi siang, sekitar jam sepuluh, di kamarnya,
dia bilang ke gue kalau calon suaminya itu duda.
Gue pura-pura kaget. Mata gue melotot dan gak berkedip natap
dia. Lama, sekitar tigga menitan.
Ekspresi gue Itu udah kelihatan belum kalau gue kaget? Semoga
udah yah, soalnya gue udah nyapin jauh-jauh hari banget tuh ekspresi kaget kalau
kalau sahabat gue itu cerita sejujur-jujurnya ke gue.
“Masa?”
“Terus gimana?”
“Kok bisa?” Gue nayanya
pura-pura bego banget. Kaya anak SMP yang baru ngenal pacaran.
Habis itu dia ngejelasin, bla, bla, bla bla.
Banyak yang dia jelasin. Tentang rasa kasihan dia, rasa
bersalah nantinya karena udah banyak hutang budi, dan masih banyak rasa ini itu
yang dia pertimbangkan. Termasuk pertimbangan omongan tentangga pastinya. Huh..!
Herannya, setiap gue tanya “kamu cinta gak sih sama dia?” dia pasti Cuma jawab “gak tahu lah, jalani aja.”
So, gue sebagai sahabat yang baik akhirnya memberikan
wejangan kepada calon mempelai wanita. (sumpah
aneh banget jomblo yang gagak terus dalam cinta ngasih wejangan buat calon
pengantin).
Ini isi wejangan gue:
“ya udah lah, Tuhan
itu maha baik. Dia maha tahu segala yang paling baik buat umatnya. Dia maha
penyayang. Apalagi dengan hambanya yang ta’at kaya kamu. Tuhan sangat dan
benar-benar tahu, bagai mana sebaiknya hidupmu berjalan. Syukuri aja apa yang
menjadi rizkimu, insyaallah Tuhan akan menambahkan nikhmatNya.”
Waktu itu otak gue lagi rada bener. Soalnyan lagi ada
tawaran kerjaan, jadi mau bertingkah yang Tuhan suka. Biar bisa dapetin apa
yang gue mau. Amin
Gue simpulin dari dari jawaban-jawaban yang sabat gue kasih adalah bahwa cinta itu macam bentuknya. Bukan
urusan soal cantik, kaya dan bujang saja. Tapi lebih dari itu. Cinta adalah
masalah hati. Rasa kasih yang sahabat gue miliki, yang campur aduk itu juga
adalah bentuk cinta. Yang walaupun ditanya cinta apa enggak di malah kebinguan.
Itu tetap lah cinta. Cinta itu banyak komponennya. begitu menurut gue.
Tapi jangan percaya-percaya amat sama kata-kata gue sih, gue
itu sesat. percaya aja sama hati kalian dan pemikiran kalian. Tapi yang jelas
percaya sama Tuhan sih. J
Hikmah yang bisa diambil:
1.
Kamu percaya Tuhan? Dia maha baik. Maka jadilah
orang baik niscaya Tuhan akan senantiasa memeluk kamu.
2.
Cerita cinta yang indah, gaul dan keren itu Cuma
ada di FTV. Namun, cerita yang paling perfect ya Cuma cerita cinta yang Tuhan
buat untuk kita. Di sana warna-warninya berasa banget. Dan permainan emosinya
ngena banget.
3.
Punya sahabat yang keren ya sahabat kaya gue,
yang bisanya Cuma ngebantuin ngabisin makanan dan dan kue-kue buat acara akad
nikah besok. J
Nah itu cerita sahabat gue. Berikutnya
adalah tentang temen SMA gue.
Ini cerita tentang “hubunguan” yang menyebabkan orang jadi “gila”.
Dia itu cowok yang popular di SMA gue. Dia lucu dan “nakal”. Begitu lah kata
beberapa orang. Kalo kata gue mah biasa aja, itu mah orang cari perhatian.
Ok, karena dia popular, dia juga
pacaran sama cewek popular di SMA gue. Masih satu angkatan juga. Dulu malah tuh
cewek sempet deket sama gue. Bukan, bukan deket yang pacaran. Kita rada deket
temenannya.
Hih..!! curiga aja kalau gue ini
lesbi. Gue jomblo tapi normal kok!
Ok, lanjut.
Karena hubungan mereka (hampir)
kandas. Jadi si cowok ini gak terima gitu lah. Nah, tanpa fikir panjang dan
mungkin sudah kehabisan akal buat memperbaiki hubungan, si cowok ini
menyengajakan diri ditabrak truck. Bahasa gaulnya “bunuh diri”. Beruntung, yang
parah itu jari-jarinya doing. Jadi sekarang jari-jarinya rada gimana gitu lah.
Akibat aksi negatnya itu, dia
balikan lagi sama si cewek.
Sekitar setahun yang lalau gue
dapet pernyataan langsung dari si cewek, kalau mereka baru saja bubaran. Si cewek
kecea banget.
Gak lama, gue tahu kalau temen
gue itu (cowok) udah dapet pacar baru. Cantik. Seperti biasa he knows the beautiful girl that can company
him to the kondangan.
Mereka pacaran. Pasang PP
berduaan dan update setatus khas orang kasmaran.
Eh, mala mini. Iya mala mini,
facebook gue penuh dengan updetan status dia tentang keinginan mati, keinginan bunuh diri lagi kalau si cewek tetep
gak mau peduliin dia. Dia ngancam gak mau ngampus dan ngikutin kuliah. Ngancem mau
bunuh diri gitu deh pokoknya kaya dulu pas SMA.
Itu cinta yah? Beneran cinta tuh?
Kok bikin orang jadi gak waras gitu yah? Gak takut dosa, gak takut Tuhan
bakalan marah gitu yah?
Nih yah, cinta yang baik adalah cinta yang membawamu pada kebaikan.
Do you think that suicide is the best way to solve your problem dude?
Kalau iya, ya udah sono bunuh
diri. Tapi kayaknya gak ada bunuh diri yang gak sakit. Dan akan lebih sakit
nanti diakhirat.
Kesimpulan: otak temen gue itu jongkok.
Hikmah yang bisa diambil:
1.
Bercermin lah. Tanya pada diri kamu dalam-dalam.
Apa yang menyebabkan orang lain meninggalkanmu. Kemudian perbaiki diri selagi
belum terlamat kehilangan mereka yang tersayang.
2.
Tuhan itu ada di mana-mana. Kamu yang kerap
lupa, kalau Tuhan itu ada.
3.
Kamu kepanasan gak pas matahai terik? Neraka bukan
apa-apanya.
4.
Bunuh diri boleh aja, tapi jangan bikin orang
jadi celaka juga. Kasihan yang jadi supir truck. Bakalan berurusan sama polisi
dan bosnya.
5.
Kalau mau biar pesannya dibaca sama doi, jangan
di FB di tulis. Coba kamu datengin rumahnya. Tulis tuh di tembok-tembok
rumahnya. Biar jelas. Dan pasti kebaca sama dia dan keluarganya.
Sekian dari gue yang lagi melek
karena habis satu gelas kopi mala mini. Oh iya FYI aja kopinya enak sekali. Rasanya
pahit. Sama kaya pas kamu ninggalin aku. #kemudian curhat #klimak
See you in the next post J






