Sabtu, 06 Oktober 2012

Kamu Itu Pantas Dicintai Dengan Hati

trust it :)

Sebagai mahluk Tuhan yang diberi hati untuk merasakan kita semua ingin disayang, diperhatikan, dan pedulikan oleh orang lain. Misalkan saja oleh lawan jenis.

Saya yang selalu kelihatanya pede diberbagai kesempatan (kelihatannya doang) juga kadang-kadang mempunyai rasa minder. Banyak hal yang bikin saya minder, misalkan; kurang cantik, kurang pinter, gak kaya, gak modis dan banyak hal yang bikin saya gak pede.

Saya kadang berfikir coba kalau saya lebih cantik seperti dia pasti saya akan lebih diperhatikan. Coba kalau saya sama pandainya seperti dia pasti saya akan lebih direspect oleh dia. Coba saya lebih kaya, saya pasti akan lebih banyak hal yang bisa saya lakukan untuk mengambil simpati dia.

Tapi apakah ukuran cantik, kaya dan pintar adalah sisi nilai lebih untuk kita lebih disayang, diperhatikan dan pedulikan oleh orang lain? ya itu bisa jadi. Karena banyak orang yang sekarang lebih memilih package saja dari pada dalamnya. kata mereka sih realistis.

Kalau sebuah ukuran memilih seseorang yang kita sayang adalah package saja atas dasar realistis tentu tidak heran kalau sekarang banyak orang yang kawin cerai, selingkuh, saling menyakiti. kenapa tidak, toh selalu ada langit diatas langit.

Lagi-lagi hidup memberi cobaan kepada kita tentang ketulusan. Apakah kita tulus menyayangi orang lain atau kita hanya menyukai kelebihan orang lain untuk melebihkan nilai kita di mata orang lain?

Bisa juga kan, misalkan gini, kamu menyukai dia yang lebih cantik dari teman-teman dia yang lain. Kemudian kamu memilih dia untuk kamu beri perhatian lebih, sayang yang lebih dan dia kamu jadiakan pacar kamu dengan tujuan meningkatkan nilai kamu di mata orang lain. Gila nih pacar gue cantik kan? nih lihat pacar gue keren kan? dan masih banyak hal lain yang bisa kamu pamerin keteman-teman kamu.

Siapa sih yang gak bangga kalau pacarnya lebih cantik, lebih kaya dan semua kelebihan lain? toh hidup melulu tentang penilaian luar. belum lagi kata "hidup tuh harus realistis" di mana semua hal sekarang harus disesuaikan dengan kondisi, semua hal harus dibeli dengan uang. bahkan nih ya ke WC umum aja bayar. banyak yah orang bilang begitu?

Banyak dari kita yang selalu lupa kalau hidup bukan melulu soal bentuk luarnya saja. tapi hay, yang merasakan kabahagiaan itu hati kita bukan mata kita. 

saya pernah membaca sebuah buku yang mengatakan seperti ini;
seseorang yang mencintaikamu karena fisik, suatu saat juga akan meninggalkanmu karena alasan fisik. seseorang yang mencintaimu karena alasan materi, suatu saat juga akan meninggalkanmu dengan alasan materi. tapi seseorang yang mencintaimu dengan hati mereka tidak akan pernah pergi, karena hati tidak mengajarkan ukuran relatif antara lebih baik dan lebih buruk.

jadi untuk orang-orang yang sekarang kurang dicintai karena alasan mereka kamu kurang cantik, kurang kaya, kurang pintar gak perlu berkecil hati deh. itu urusan mereka saja yang masih melihat orang dari packagenya saja. Percantik saja hati kamu. Karena dari sekian banyak orang yang berfikiran realistis, sebanyak itu pula orang yang masih menggunakan hatinya untuk mencintai orang lain dengan hati. Karena hidup selalu seimbang. 

Kalau dari kamu ada yang pernah mengalami diselingkuhi karena dia lebih kece dari kamu biarkan saja. Toh itu jalan Tuhan untuk menunjukan kepada kamu kalau dia tidak pantas untuk kamu yang berhati cantik. Untuk kamu yang ditinggalkan karena kamu gak kaya seperti apa yang dia harapkan, bersyukur juga deh kamu. gak papa kamu diputusin gara-gara kamu gak kaya. Dari pada kamu dipacarin gara-gara kamu kaya coba?

Sekarang mending kamu pikirin deh gimana caranya ngebales cinta orang tua. Mereka adalah salah satu yang selalu mencintai kalian dengan tulus, tanpa pamrih lagi. 

Dari pada sibuk mempercantik fisik kalian lebih baik percantik hati.Untuk menjadi cantik fisik itu gampang. pergi saja ke shalon. tapi untuk mempercantik hati?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar