Jumat, 19 Oktober 2012

Buat Kamu Cinta Semester Duaku

Wawasan Proklamator

Awalnya aku hanya memandangmu dari jauh. Dari harapan masa kecilku.

Aku mencintaimu dari waktu ke waktu. Dari detik menuju menit dan menjadi jam kemuian hari. Aku telah mencintaimu lebih dari setengah hidupku.

Aku mencintaimu dari hal-hal yang kecil. Cinta yang dimulai dari kecil telah menggunung. Akhirnya aku terlalu mencintaimu. Menutup mataku. Aku buta karenanya.

Mendapatkanmu begitu sulit. Begitu menguras emosiku. Menyesakan nafasku namun satu hal yang pasti. Kau membahagiakanku.

Disetiap detik yang kita lewati bersama. Kita bercumbu dalam kelamnya harapan . Dalam rindunya kepedulian dan dalam hausnya kesetiaan.

Banyak kisah di sana. Kau menyaksikannya. Walau kau diam, tak mau berkomentar.

Kita berbicara dengan hati. Bersentuhan dengan kuliat. Dan saling merasakan lewat angin yang kadang enggan menyatukan rindu.

Bagian yang menguras emosiku, kau pahami dengan baik. Kesendirianku, kau nikmati dengan baik. Kau adalah yang baik bagiku.

Dan hai... Bukan kah setiap pertemuan tentu ada perpisahan? Bukankah yang ada akan kembali kepada yang tiada?

Akhirnya aku harus pergi. Ya, aku yang harus pergi ini adalah yang sangat mencintaimu. Yang berharap kau akan terus baik-baik saja nantinya.

Bukan kah hati tidak akan pernah berbohong?? Dan jika aku merindukanmu. Kamu akan merasakannya lewat angin yang sengaja aku titipkan cintaku untukmu.

Yang terakhir ingin aku tegaskan kepadamu adalah aku mencintamu dengan segala yang telah terjadi baik dulu, sekarang dan selamanya.

NB: Aku baru menemukanmu di semester dua. tiga tahun yang lalu.


yang sangat mencintaimu
septi handayani      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar