saya selalu menyayangi apa yang telah singgah dalam hidup saya. apapun itu. meski barang sekecil apa pun yang bagi orang lain tidak penting.
saya menamakan mereka adalah jodoh saya. meski jodoh kita terkadang hanya sebentar. ya hanya sebentar.
seperti beberapa benda kesayangan saya seperti handphone, pensil dan buku. meski mereka adalah benda mati, namun saya selalu merasa bahwa benda-benda tersebut mempunyai rasa dan hati yang sama seperti rasa sayang yang saya rasakan untuk mereka.
saya termasuk orang yang menyayangi binatang. semenjak kecil saya selalu mempunyai binatang kesayangan. dari mulai ayam, tupai, kambing, kelinci dan kucing.
menurut saya, takdir yang mempertemukan saya dengan mereka adalah sebuah jodoh. meski kebanyakan dari hewan-hewan tersebut hanya berjodoh pendek dengan saya.
seperti sekarang. saya baru saja kehilangan seekor kucing. satu-satunya kucing yang tuhan titipkan kepada saya. dan sekarang yang maha pencipta telah mengambilnya lagi. namanya sipo. dia sangat lucu.
akal sehat saya sudah menyuruh saya untuk mengikhlasakan, namun hati saya berat sekali. bahkan untuk pulang kerumah saja saya malas. saya takut saya hanya akan menangis sepanjang hari mengingat-ingat tingkah sipo di rumah.
sipo meninggal tadi malam. menurut informasi sipo ditabrak pengendara motor. benci sekali saya dengan pengendara motor itu. tidak tanggung jawab dan membiarkan sipo tergeletak di pinggir jalan.
saya berfikir positif saja kalau sipo sekarang sudah bahagia di alam sana bersama sagi. sagi adalah kelinci saya yang sudah meninggal ketika saya kuliah di padang.
sagi dan sipo adalah mahluk tuhan yang sengaja dipertemukan dengan saya. menghibur saya ketika hari-hari begitu berat bagi saya. yah, ketika hari berat sipo dan sagilah yang menemani. Tuhan sengaja mengirim mereka untuk menemani saya, sehingga ketika Tuhan meminta mereka untuk kembali di sisiNya saya haruis ikhlas,.
saya menamakan mereka adalah jodoh saya. meski jodoh kita terkadang hanya sebentar. ya hanya sebentar.
seperti beberapa benda kesayangan saya seperti handphone, pensil dan buku. meski mereka adalah benda mati, namun saya selalu merasa bahwa benda-benda tersebut mempunyai rasa dan hati yang sama seperti rasa sayang yang saya rasakan untuk mereka.
saya termasuk orang yang menyayangi binatang. semenjak kecil saya selalu mempunyai binatang kesayangan. dari mulai ayam, tupai, kambing, kelinci dan kucing.
menurut saya, takdir yang mempertemukan saya dengan mereka adalah sebuah jodoh. meski kebanyakan dari hewan-hewan tersebut hanya berjodoh pendek dengan saya.
seperti sekarang. saya baru saja kehilangan seekor kucing. satu-satunya kucing yang tuhan titipkan kepada saya. dan sekarang yang maha pencipta telah mengambilnya lagi. namanya sipo. dia sangat lucu.
akal sehat saya sudah menyuruh saya untuk mengikhlasakan, namun hati saya berat sekali. bahkan untuk pulang kerumah saja saya malas. saya takut saya hanya akan menangis sepanjang hari mengingat-ingat tingkah sipo di rumah.
sipo meninggal tadi malam. menurut informasi sipo ditabrak pengendara motor. benci sekali saya dengan pengendara motor itu. tidak tanggung jawab dan membiarkan sipo tergeletak di pinggir jalan.
saya berfikir positif saja kalau sipo sekarang sudah bahagia di alam sana bersama sagi. sagi adalah kelinci saya yang sudah meninggal ketika saya kuliah di padang.
sagi dan sipo adalah mahluk tuhan yang sengaja dipertemukan dengan saya. menghibur saya ketika hari-hari begitu berat bagi saya. yah, ketika hari berat sipo dan sagilah yang menemani. Tuhan sengaja mengirim mereka untuk menemani saya, sehingga ketika Tuhan meminta mereka untuk kembali di sisiNya saya haruis ikhlas,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar