Hari ini mood gue lagi
berantakan banget.
Alasan pertama mood gue
berantakan adalah karena hilangnya Sipo, kucing gue yang berhasil
nyuri hati gue dengan sifat lucunya. Sedih banget semenjak tadi
malam, pas acara ngaji di rumah gue Sipo udah gak ada. Padahal
sorenya dia masih main-main bareng gue.
Gue gak berhenti-henti
nangis. Sama kaya pas Sagi meninggal. Bedanya gue gak tahu kondisi
sipo di mana dan sedang apa sekarang. Apa dia masih hidup atau sudah
mati. Gue sekarang lagi takut dan sedih banget. Gue takut Sipo lagi
kelaparan sekarang. Gue takut banget dia disiksa sama orang yang gak
suka sama kucing.
Dikit-dikit nangis setiap
gue inget Sipo. Gue sampai gak nafsu makan. Ngliat orang di rumah
bawaannya pingin marah aja kalau ada yang bilang gak usah sesedih itu
dengan hilangnya Sipo. Belum lagi tetangga-tetangga gue yang
nyebelinnya minta ampun. Sedihnya gue jadi bahan ledekan karena gue
sedih Cuma karna kucing yang hilang. Mereka bolak-balik ngledekin
gue. Gue putusin buat diem aja. Jawab pertanyaan mereka akan membuat
mereka semakin mengejek-ejek gue. What the fuck!
Alasan ke dua kenapa mood
gue berantakan adalah karena keluarga gue berusaha banget buat gue
tetep kerja di sini. Banyak penawaran lowongan kerja yang mereka
kasih ke gue. Bukan karena gue gak mau tinggal bareng sama keluarga
gue, atau gue gak mau direpotkan oleh setumpuk masalah di keluarga
gue. Gue Cuma mau ngewujudin mimpi gue. Apa itu salah? Yah, terserah
lah kalau mereka berfikir mimpi gue itu gak sebanding dengan
mimpi-mimpi orang sukses yang kaya dengan materi. Tapi besar atau pun
kecilnya mimpi adalah relative. jadi jangan sekali-kali membandingkan
sebuah mimpi yang besar dan kecil menurut penilaianmu.
Alasan yang terakhir
adalah orang-orang di lingkungan gue. Mood gue labil banget
akhir-akhir ini. bukan karena gue yang kelampau labil karena udah
lama nganggur. Mood gue kaya gini karena sebagian orang di lingkungan
gue sekarang tinggal adalah manusia penghasil liyur yang gemar
menggoyangkan mulutnya untuk menjelekkan orang lain. Rumah gue adalah
salah satu tempat mereka menggoyangkan mulut-mulut mereka itu. Mereka
semua munafik. Semua yang mereka katakan selaalu saja
ditambah-tambah. Dan setiap menemui orang yang berbeda, cerita yang
diucapkannya pun berbeda. Lama-lama gue stres nih tinggal di
lingkungan ini.
Gue sama adek gue udah
janji. Kalau kita gak akan menceritakan kejelekan orang lain. Oleh
karena itu, gue sama adek gue selalu cerita tentang photografi,
music, gadget dan banyak hal tentang life style.
Meski paragraf ke dua
sebelum tulisan ini adalah kaliat-kalimat gue tentang gambaran
orang-orang dilingkungan gue, gue gak bermaksud ingin sama seperti
mereka. Gue hanya berusaha menggambarkan bagaimana situasi yang
sedang gue alami sekarang.
Sekitar bulan mart gue
udah harus di jakarta. Bagaimana pun, impian gue harus terwujud.
Bagaimana pun keras dan sakitnya nanti.dengan atau tampa bantuan
siapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar