Selasa, 19 Februari 2013

Have a bad mood


Hari ini mood gue lagi berantakan banget.
Alasan pertama mood gue berantakan adalah karena hilangnya Sipo, kucing gue yang berhasil nyuri hati gue dengan sifat lucunya. Sedih banget semenjak tadi malam, pas acara ngaji di rumah gue Sipo udah gak ada. Padahal sorenya dia masih main-main bareng gue.
Gue gak berhenti-henti nangis. Sama kaya pas Sagi meninggal. Bedanya gue gak tahu kondisi sipo di mana dan sedang apa sekarang. Apa dia masih hidup atau sudah mati. Gue sekarang lagi takut dan sedih banget. Gue takut Sipo lagi kelaparan sekarang. Gue takut banget dia disiksa sama orang yang gak suka sama kucing.
Dikit-dikit nangis setiap gue inget Sipo. Gue sampai gak nafsu makan. Ngliat orang di rumah bawaannya pingin marah aja kalau ada yang bilang gak usah sesedih itu dengan hilangnya Sipo. Belum lagi tetangga-tetangga gue yang nyebelinnya minta ampun. Sedihnya gue jadi bahan ledekan karena gue sedih Cuma karna kucing yang hilang. Mereka bolak-balik ngledekin gue. Gue putusin buat diem aja. Jawab pertanyaan mereka akan membuat mereka semakin mengejek-ejek gue. What the fuck!
Alasan ke dua kenapa mood gue berantakan adalah karena keluarga gue berusaha banget buat gue tetep kerja di sini. Banyak penawaran lowongan kerja yang mereka kasih ke gue. Bukan karena gue gak mau tinggal bareng sama keluarga gue, atau gue gak mau direpotkan oleh setumpuk masalah di keluarga gue. Gue Cuma mau ngewujudin mimpi gue. Apa itu salah? Yah, terserah lah kalau mereka berfikir mimpi gue itu gak sebanding dengan mimpi-mimpi orang sukses yang kaya dengan materi. Tapi besar atau pun kecilnya mimpi adalah relative. jadi jangan sekali-kali membandingkan sebuah mimpi yang besar dan kecil menurut penilaianmu.
Alasan yang terakhir adalah orang-orang di lingkungan gue. Mood gue labil banget akhir-akhir ini. bukan karena gue yang kelampau labil karena udah lama nganggur. Mood gue kaya gini karena sebagian orang di lingkungan gue sekarang tinggal adalah manusia penghasil liyur yang gemar menggoyangkan mulutnya untuk menjelekkan orang lain. Rumah gue adalah salah satu tempat mereka menggoyangkan mulut-mulut mereka itu. Mereka semua munafik. Semua yang mereka katakan selaalu saja ditambah-tambah. Dan setiap menemui orang yang berbeda, cerita yang diucapkannya pun berbeda. Lama-lama gue stres nih tinggal di lingkungan ini.
Gue sama adek gue udah janji. Kalau kita gak akan menceritakan kejelekan orang lain. Oleh karena itu, gue sama adek gue selalu cerita tentang photografi, music, gadget dan banyak hal tentang life style.
Meski paragraf ke dua sebelum tulisan ini adalah kaliat-kalimat gue tentang gambaran orang-orang dilingkungan gue, gue gak bermaksud ingin sama seperti mereka. Gue hanya berusaha menggambarkan bagaimana situasi yang sedang gue alami sekarang.
Sekitar bulan mart gue udah harus di jakarta. Bagaimana pun, impian gue harus terwujud. Bagaimana pun keras dan sakitnya nanti.dengan atau tampa bantuan siapapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar