Tontonan TV malam ini aku
mulai dari acara musik. Seperti biasa, aku bisa saja langsung bosan
jika musik yang disajikan berisikan syair-syair dengan lirik cemen.
Benar saja, acara musik malam itu diisi oleh musisi-musisi muda yang
tenar karna karya yang karbitan. Bukan jiwa seni yang ada dalam
darahnya. Tidak sepertimu sayang.
Aku menggantinya dengan
tayangan berita. Banyak hal yang akan aku dapat di sana. Jurnalis
selalu saja pandai membuat pemberitaan yang mengada-ada akhir-akhir
ini. Banyak yang menarik, banyak juga yang tidak. Namun lebih banyak
yang tidak sayang, kamu tahu kenapa? Di sana tidak ada satu pun
berita yang mengabarkan tentangmu. Kau tahu persis, aku adalah
penikmat beritamu yang paling setia.
Tidak akan aku buang
waktuku dengan sia-sia. Aku ganti dengan tayangan paling dikagumi
para tante-tante yang mulai menua. Sinetron. Apa bagusnya tayangan
itu? Semuanya palsu, semuanya terlalu mengada-ada. Aku tahu persis,
banyak yang akan setuju dengan pendapatku ini. Kecuali ibu-ibu itu.
Mungkin bagi mereka, sinetron akan tampak mengasikkan dari pada
tampang suaminya. Jangan takut sayang, kelak ketika aku sudah menjadi
ibu dari anak-anakmu, wajahmu yang kriput itu pun masih lebih bagus
dari pemeran utama pria di sinetron mana pun.
Untuk apa melihat
tayangan sinetron. Bukan kah film akan jauh lebih bagus kwalitas
ceritanya dibanding certa di sinetron? Kali ini film yang ditayangkan
adalah harry pother. Aku tahu kau tidak suka film ini. aku tidak
akan menjadikan apa yang kamu tidak sukai menjadi apa yang aku suka.
Kamu adalah yang aku suka, maka aku juga harus menjadi apa yang kamu
suka. Meski beberapa orang menjadi tidak suka melihat apa yang mulai
aku jalani. Bagiku, cukup kamu suka. Maka semua akan indah.
Film favoriteku menjadi
bukan favoriteku adalah sudah biasa bila di sana ada nama kamu yang
mendasarinya.oleh karenanya, aku sudah mlai membiasakan diri membaca
buku. TV menjadi tontonan paling konyol akhir-akhir ini. dan kamu
adalah kekonyolan berikutnya karena berhasil merubahku.
Terimakasih para
creative, kalian berhasil membuatku muak dengan semua acara TV di
mana kalian dipekerjakan. Masih adakan orang yang sadar kalau hidup
bukan melulu soal uang? Masih adakah yang sadar jika membuat apa yang
kita suka adalah wujud dari mencintai mimpimu?mencintai dirimu,
mencintai kewarasanmu?
Yah, tidak akan ada yang
mau membaca atau pun mendengar celotehan seorang pengangguran yang
masih percaya dan berjuang dengan mimpinya memang. Apa lagi bila
masih meminta uang pulsa kepada mama.
Iya, saya septi yang sok
menasehati dan menggurui anda. Jangan terlalu dipercaya, kalau ketika
membaca tulisanku saja kamu masih melihat isi kantong atapun
dompetmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar