Sabtu, 09 Februari 2013

Dua Cintamu




Entah apa yang aku inginkan. Bersamamu dan bersamanya mungkin akan jauh lebih baik ketimbang bila aku dan kamu bersama. mungkin.
Ketika bangun tidur seperti ini, aku selalu merasakan kehilangan yang begitu dalam. Takut menebak hal apa yang telah kalian lakukan bersama sepanjang dua jam aku tidur. Aku selalu saja tidak ingin satu detik pun tertinggal oleh episode hubungan kita bertiga.
Didahului olehnya tentu akan merasa sakit. Mungkin lebih sakit dari dulu. Saat aku tahu kamu sudah menjadikannya kekasih lebih dalu kemudian aku. Atau, didahuluinya akan lebih terasa sakitnya dibanding rasa sakit saat tahu bahwa hari-harimu di kampus jauh lebih banyak dari pada waktu bersamaku. Itu berarti waktumu bersamanya lebih banyak daripada bersamaku.
Kalau sakit, kenapa tetap bertahan? Itu lah pertanyaan sahabat-sahabatku setiap melihatku diam-diam menangis setelah membaca pesanmu, di saat kamu dan dia sedang jalan berdua. Atau sekedar diskusi yang tidak mengikut sertakanku.
Namun, lagi-lagi aku hanya memberi jawaban senyum. Mereka tahu persis seberapa besar rasa cintaku kepadamu. Hingga aku sampai berbuat jauh seperti ini. Menutup mata dan pura-pura tidak tahu, kalau bukan hanya hatiku yang tersakiti, namun hatimu dan hatinya pasti lebih sakit dan gusar dari yang aku rasakan.
Harus sudah ada yang berani memutuskan apa yang mesti dilakukan dalam hubungan kita ini. Jika kalian ragu, tentu aku yang harus maju. Maju memutuskan apa yang terbaik untuk kita. tentu  aku bukan Tuhan hingga tahu apa yang terbaik untuk masing-masing kita. namun, dalam kerumitan ini kita sama-sama tahu kalau suatu hubungan cinta hanya dilakukan oleh dua pasang manusia yang saling mencintai. Bukan tiga orang manusia.
Kali ini, aku memutuskan untuk tidak membalas pesanmu. Mungkin untuk beberapa minggu. Atau jika aku kuat, untuk beberapa bulan. Pasti.
Kemungkinannya adalah kau akan tetap menghubungiku, dan bahkan mencari-cari keberadaanku. Kau tahu persis  di mana aku sehari-hari. Tapi hay, tolong sadar lah. Aku hanya akan membuat keadaan kembali seperti dulu. Meletakan apa yang seharusnya ada di tempatnya dan mengembalikan apa yang bukan menjadi kepunyaanku. Seperti senyummu yang diam-diam aku curi. Atau bahkan bibirmu yang dengan sengaja membalas pesan cintaku. Semua itu miliknya. Itu lah yang seharusnya.
Hanya mengingat apa-apa saja yang telah terjadi antara aku dan kamu sebelum semuanya aku tinggalkan.
Apa kamu masih ingat genre musik favoritku? Aku selalu ingat kau suka blues. Dan kita sama-sama muak dengan jenis musik pop melayu. Yang sekarang bak jamur di musim hujan.
Berdiskusi tentang musik denganmu adalah salah satu waktu favoritku. Tentu kamu lebih paham dengan semua itu. Namun, dengan selera musikku yang sudah aku bangun semenjak belum sekolah ini, tentu bukan musik sejenis pop saja yang aku tahu.
Selain diskusi musik, pemahaman kita tentang filsafat adalah salah satu diskusi yang selalu aku tunggu. Kamu jauh melampaui aku tentang hal ini. Namun, banyak hal yang membuatku tidak setuju dengan apa yang kamu fikirkan.
Kamu tahu persis aku bukan tipe wanita yang menelan perkataan orang dengan begitu saja dan tidak memikirkannya. Meski kamu adalah orang yang aku cinta, hal itu tidak berpengaruh sama sekali bagiku.
Masuk dalam lingkaran cinta yang diisi tiga manusia membuatku semakin yakin kalau kelak, aku yang akan mendapatkanmu seutuhnya. namun sekarang aku tahu, aku lah yang harus mengakhiri ini semua, sebelum salah satu dari kita makin gila.
Meneruskan pacaran ala poligami ini adalah kegilaan kita yang pertama. Mengambil konsep poligami ala islam dalam hubungan percintaan kita bertiga selalu saja membuatku tersenyum sendiri ketika mengingatnya. Tahu apa yang paling membuatku tertawa heran? Saat kalian menyutuji ide ku untuk berpoligami dalam pacaran. itu lah kegilaan kita yang kedua. Kemudian ketika sekarang sudah tujuh bulan kita menjalaninya, itu kegilaan kita yang ketiga.
Kita benar-benar akan menjadi manusia yang paling waras atau malah paling gila bila terus melanjutkan ini. Entah aku atau dia yang pada akhirnya lebih kamu pilih. Karena kelak, aku dan dia pasti akan menginginkanmu seutuhnya. Pastilah kamu  manusia yang paling akan pusing dalam hal ini.
Tapi tenang sayang, kamu tidak perlu lagi memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi perkiraanku. Karena sekarang, kamu hanya mempunyai satu wanita untuk dicinta dan satu hati untuk dibahagiakan.
Beberapa detik dari sekarang akan terasa berat. Kemudian satu jam berikutnya mungkin aku butuh morvin untuk mengalihkan otaku dari semua tentangmu. Atau malah satu minggu kemudian aku sudah tergeletak tak bernyata, mengakhiri hidupku yang sudah sakau karena merindukanmu.
Tapi mungkin juga tidak sayang. Justru satu bulan dari sekarang  aku jauh lebih bahagia dari kebahagiaan yang aku rasakan saat minggu kemarin kamu mencium dan mengatakan kata-kata indah untukku.
Kamu tahu kenapa?
Karena aku adalah wanita yang paling beruntung karena sadar. Laki-laki sepertimu adalah wujud setan yang Tuhan peringatkan untuk kaum wanita. Manusia yang mengedepankan duniawi dan napsu semata. Manusia yang dengan gampang masuk lubang neraka karena sifat ketidak setiaannya.
Kemarin kamu mengatakan cinta kepadaku, menciumiku dan tertawa lebar saat aku memelukmu. Satu jam kemudian kamu kembali melakukan hal yang sama kepada dia. Kau pikir kau siapa? Kau bukan soekarno yang sok menjadi raja jawa dengan banyak wanita disekitarnya.
Anggaplah aku bodoh untuk sepuluh bulan kita bersama. dan anggaplah aku gila karena tujuh dari sepuluh bulan itu aku terbuai kebahagiaan menghabiskan waktu bersamamu.
Aku keluar dari permainan yang aku buat sendiri. Anggap saja aku yang kalah. Namun, kalian juga sepertinya harus berkaca. Wujud manusia macam apa yang sedang kalian sandang sehingga belum juga sadar kalau mata telinga dan hati semakin tak berfungsi, ditutupi nafsu ingin memiliki.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar