Entah apa yang aku inginkan.
Bersamamu dan bersamanya mungkin akan jauh lebih baik ketimbang bila aku dan
kamu bersama. mungkin.
Ketika bangun tidur seperti ini,
aku selalu merasakan kehilangan yang begitu dalam. Takut menebak hal apa yang
telah kalian lakukan bersama sepanjang dua jam aku tidur. Aku selalu saja tidak
ingin satu detik pun tertinggal oleh episode hubungan kita bertiga.
Didahului olehnya tentu akan
merasa sakit. Mungkin lebih sakit dari dulu. Saat aku tahu kamu sudah
menjadikannya kekasih lebih dalu kemudian aku. Atau, didahuluinya akan lebih
terasa sakitnya dibanding rasa sakit saat tahu bahwa hari-harimu di kampus jauh
lebih banyak dari pada waktu bersamaku. Itu berarti waktumu bersamanya lebih
banyak daripada bersamaku.
Kalau sakit, kenapa tetap bertahan? Itu lah pertanyaan
sahabat-sahabatku setiap melihatku diam-diam menangis setelah membaca pesanmu,
di saat kamu dan dia sedang jalan berdua. Atau sekedar diskusi yang tidak
mengikut sertakanku.
Namun, lagi-lagi aku hanya
memberi jawaban senyum. Mereka tahu persis seberapa besar rasa cintaku
kepadamu. Hingga aku sampai berbuat jauh seperti ini. Menutup mata dan
pura-pura tidak tahu, kalau bukan hanya hatiku yang tersakiti, namun hatimu dan
hatinya pasti lebih sakit dan gusar dari yang aku rasakan.
Harus sudah ada yang berani
memutuskan apa yang mesti dilakukan dalam hubungan kita ini. Jika kalian ragu,
tentu aku yang harus maju. Maju memutuskan apa yang terbaik untuk kita. tentu aku bukan Tuhan hingga tahu apa yang terbaik
untuk masing-masing kita. namun, dalam kerumitan ini kita sama-sama tahu kalau
suatu hubungan cinta hanya dilakukan oleh dua pasang manusia yang saling
mencintai. Bukan tiga orang manusia.
Kali ini, aku memutuskan untuk
tidak membalas pesanmu. Mungkin untuk beberapa minggu. Atau jika aku kuat,
untuk beberapa bulan. Pasti.
Kemungkinannya adalah kau akan
tetap menghubungiku, dan bahkan mencari-cari keberadaanku. Kau tahu persis di mana aku sehari-hari. Tapi hay, tolong
sadar lah. Aku hanya akan membuat keadaan kembali seperti dulu. Meletakan apa
yang seharusnya ada di tempatnya dan mengembalikan apa yang bukan menjadi
kepunyaanku. Seperti senyummu yang diam-diam aku curi. Atau bahkan bibirmu yang
dengan sengaja membalas pesan cintaku. Semua itu miliknya. Itu lah yang
seharusnya.
Hanya mengingat apa-apa saja yang
telah terjadi antara aku dan kamu sebelum semuanya aku tinggalkan.
Apa kamu masih ingat genre musik
favoritku? Aku selalu ingat kau suka blues. Dan kita sama-sama muak dengan
jenis musik pop melayu. Yang sekarang bak jamur di musim hujan.
Berdiskusi tentang musik denganmu
adalah salah satu waktu favoritku. Tentu kamu lebih paham dengan semua itu.
Namun, dengan selera musikku yang sudah aku bangun semenjak belum sekolah ini,
tentu bukan musik sejenis pop saja yang aku tahu.
Selain diskusi musik, pemahaman
kita tentang filsafat adalah salah satu diskusi yang selalu aku tunggu. Kamu
jauh melampaui aku tentang hal ini. Namun, banyak hal yang membuatku tidak
setuju dengan apa yang kamu fikirkan.
Kamu tahu persis aku bukan tipe
wanita yang menelan perkataan orang dengan begitu saja dan tidak memikirkannya.
Meski kamu adalah orang yang aku cinta, hal itu tidak berpengaruh sama sekali
bagiku.
Masuk dalam lingkaran cinta yang
diisi tiga manusia membuatku semakin yakin kalau kelak, aku yang akan
mendapatkanmu seutuhnya. namun sekarang aku tahu, aku lah yang harus mengakhiri
ini semua, sebelum salah satu dari kita makin gila.
Meneruskan pacaran ala poligami
ini adalah kegilaan kita yang pertama. Mengambil konsep poligami ala islam
dalam hubungan percintaan kita bertiga selalu saja membuatku tersenyum sendiri
ketika mengingatnya. Tahu apa yang paling membuatku tertawa heran? Saat kalian
menyutuji ide ku untuk berpoligami dalam pacaran. itu lah kegilaan kita yang kedua.
Kemudian ketika sekarang sudah tujuh bulan kita menjalaninya, itu kegilaan kita
yang ketiga.
Kita benar-benar akan menjadi
manusia yang paling waras atau malah paling gila bila terus melanjutkan ini. Entah
aku atau dia yang pada akhirnya lebih kamu pilih. Karena kelak, aku dan dia
pasti akan menginginkanmu seutuhnya. Pastilah kamu manusia yang paling akan pusing dalam hal
ini.
Tapi tenang sayang, kamu tidak
perlu lagi memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi perkiraanku. Karena
sekarang, kamu hanya mempunyai satu wanita untuk dicinta dan satu hati untuk
dibahagiakan.
Beberapa detik dari sekarang akan
terasa berat. Kemudian satu jam berikutnya mungkin aku butuh morvin untuk
mengalihkan otaku dari semua tentangmu. Atau malah satu minggu kemudian aku sudah
tergeletak tak bernyata, mengakhiri hidupku yang sudah sakau karena
merindukanmu.
Tapi mungkin juga tidak sayang.
Justru satu bulan dari sekarang aku jauh
lebih bahagia dari kebahagiaan yang aku rasakan saat minggu kemarin kamu
mencium dan mengatakan kata-kata indah untukku.
Kamu tahu kenapa?
Karena aku adalah wanita yang
paling beruntung karena sadar. Laki-laki sepertimu adalah wujud setan yang
Tuhan peringatkan untuk kaum wanita. Manusia yang mengedepankan duniawi dan
napsu semata. Manusia yang dengan gampang masuk lubang neraka karena sifat
ketidak setiaannya.
Kemarin kamu mengatakan cinta
kepadaku, menciumiku dan tertawa lebar saat aku memelukmu. Satu jam kemudian
kamu kembali melakukan hal yang sama kepada dia. Kau pikir kau siapa? Kau bukan
soekarno yang sok menjadi raja jawa dengan banyak wanita disekitarnya.
Anggaplah aku bodoh untuk sepuluh
bulan kita bersama. dan anggaplah aku gila karena tujuh dari sepuluh bulan itu
aku terbuai kebahagiaan menghabiskan waktu bersamamu.
Aku keluar dari permainan yang
aku buat sendiri. Anggap saja aku yang kalah. Namun, kalian juga sepertinya
harus berkaca. Wujud manusia macam apa yang sedang kalian sandang sehingga
belum juga sadar kalau mata telinga dan hati semakin tak berfungsi, ditutupi
nafsu ingin memiliki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar