Rabu, 26 September 2012

Birthday Celebration

saya dengan bahan-bahan pembuat kue. simbol kebahagiaan mereka. :)

Saya menulis ini dengan kondisi badan yang kurang baik. Kepala saya cenat-cenut, mata saya belekan, dan saya sepertinya akan flu dan masuk angin. 

Yang tadi sore sudah ngebully saya habis-habisan tidak usah mersasa bersalah kepada saya. Merasa bersalah lah kepada Tuhan dan kedua orang tua saya karena telah menganiaya saya dengan sangat brutalnya.

Hari ini adalah hari ulang tahun saya. Saya tentu bersyukur karena diberi umur yang panjang dan dikelilingi orang-orang yang sangat sayang kepada saya. Pagi ini saya sambut dengan sangat gembira. Berharap hari ini akan terlewati dengan senyum. Walau tanpa kado atau apalah simbol hadiah bertambahanya usia (modus biar dikasih kado).

Ya, pagi ini saya memang sangat bahagia. Seperti biasa, saya mengantar adik saya bersekolah di SLB Prawira. Banyak adik-adik berkebutuhan khusus yang lucu sekali. Mereka baik dan polos. Mereka malaikat yang nanti akan menghuni surga pikir saya dalam hati.

Tingkah mereka selalu mengundang saya untuk tertawa. Mereka itu sumber kebahagiaan yang tulus. Mereka penyayang dan butuh juga kasih sayang. Saya sayang sekali kepada mereka. 

Hari ini saya ada dua buah janji. Pertama dengan sahabat saya. Kedua dengan ade junior (Una) saya di WP. Karena saya sudah terlebih dahulu janji untuk pergi bersama Una  jam 3 sore maka saya batal mengurus SKL (surat keterangan lulus) bersama teman saya. Kita janjian jam 1 dan sampai jam 2.30 dia belum datang. Saya hampir (sudah) menangis menunggu seperti itu. Tapi saya tahu itu bukan salah dia. Siapa sih yang tahu pati kapan selesai service motor? dan jam 4 saya dijemput oleh Bayu, Una dan Endah.

Awalnya saya hanya janji jalan dengan una. Tapi kok yang datang bertiga? Ah sudah lah. Gak curiga. 

Ternyata rute awal kami adalah pergi menengok Neni yang sedang sakit. Dia akan menjalani oprasi di kepalanya. Yang saya lihat sih ada benjolan di kepalanya.

Setelah selesai menjenguk Neni, saya dan Bayu langsung jalan menuju taman budaya. Una dan Endah ketempat Ena karena ada beberapa masalah menyangkut harga diri wawasan proklamator.

Sesampai di taman budaya, saya dan Bayu duduk-duduk santai. Kemudian kami kena palak Rp.5000 rupiah. Setelah kena palak dan Una pasti lama, akhirnya saya dan Bayu membeli kripik pencuci perut "maicih level 10".

Karena di taman budaya kurang asik, saya dan Bayu memutuskan untuk pergi ke PUSGAWA. Berharap di sana bisa berdiskusi dengan lugas tentang masalah yang sedang timbul tanpa kena palak.

Sesampai di sana saya bertemu dengan pembuat masalah. Saya masih santai. Saya belum tahu duduk masalah sebenarnya. Saya tidak mau terbawa emosi yang akan menghancurkan lembaga yang saya cintai.

Saya tidak curiga ketika bang Davit mengajak saya untuk mengobrol. Katanya seputar UKM. Kemudian dengan bodohnya saya percaya.

Kebodohan saya mengakibatkan penyiksaan ini. Saya diikat di tiang eksekusi. Diperlakukan layaknya mahasiswa kena bully. 

Hay, saya ini sudah mau wisuda oktober ini. saya bukan mahasiswa baru lagi.

Rontahan saya tidak dihiraukan. Badan saya tetap dihujam dengan telor, air (comberan) dan tepung. Kalau ada api dan minyak mungkin malam itu saya jadi santap malam masyarakat PUSGAWA. 

Setelah mereka merasa puas, akhirnya saya dilepaskan juga. Saya disuruh mandi dan hay.. ketika saya kembali kejutan manispun datang. Di meja depan sekre sudah ada kue. Saya diminta menipupnya dan beberapa kali pose degan kue itu.

kue pajangan doang. ujung-ujungnya nemplek ke muka saya


Saatnya makan kue. Sebelum kue dimakan, mereka menyuruh saya untuk berfoto dengan kue itu bersama mereka. Saya setuju. Saya polos. Saya tolol.

Ketika akan "klik" muka saya disodorkan ke kue itu. Satu bulatan kue bercumbu mesra dengan muka saya. Yah, mereka sempurna membuat saya berantakan.

Apa saya marah kepada mereka? tidak, saya tidak marah. Saya hanyaaa... cukup tahu saja ternyata mereka setega itu kepada baju saya. Coba deh banyangin. Dengan telur yang segitu banyaknya berapa lama baju saya akan beraroma normal sepertu dulu? oh.. malangnya bajuku.

Buat Una, Endah, bayu dan Ridho terimakasih banyak ya. sini peluk dan cium dulu satu-satu. buat semua keluarga pusgawa saya juga mau bilang kalau kalian itu the best deh. semua yang sudah mendoakan saya, semoga doanya terkabul dan balasan kebaikan juga untuk kalian.  Amin

terimakasih atas perayaannya :)

NB: Untuk abg senior yang senior banget septi mau ngucapin terimakasih banyak juga atas uang Rp. 10.000. Itu kado satu-satunya selain cinta dari orang-orang yang sayang kepada saya. terimakasih uwan :)

Sumber Foto: Una WP

2 komentar: