nak, sekolah lah yang tinggi nak... kelak kau akan menjadi guru dan diangkat penjadi pegawai negeri. kau tidak akan merasaakan panasnya menanam padi di sawah untuk hanya sesuap nasi.
nak, bagai mana kuliahmu nak? selepas wisuda, terus cari lowongan kerja di sekolah-sekolah dekat kampung kita, selepas itu cari lah suami seorang pegawai negri supaya hidupmu terjamin kelak di hari tua.
nak, bagai mana nak? selepas wisuda cepat lah pulang. cepat lah mengajar di kampus. semoga secepatnya kau bisa menjadi pegawai negeri. cepat lah menikah nak, teman-teman sebayamu sudah mempunyai anak.
nak, bagai mana pacarmu nak? apakah dia sama kuliahnya dengan mu? cari lah suami yang minimal sama pendidikannya denganmu, kalau bisa yang sudah berstatus pegawai negeri.
pak, bu.. boleh sekarang giliran saya yang berbicara? boleh kah saya melanjutkan sekolah saya dan jangan tanya dulu masalah pernikahan? bukan, bukan saya menghilangkan nilai-nilai kebiasaan wanita di kampung kita yang hanya bersekolah paling tinggi sampai SMA. saya hanya ingin mempertajam ilmu saya. cita-cita saya bergitu tinggi hingga kadang orang mencibir kalau saya sudah gila. saya ingin menjadi mentri pendidikan pak bu. saya bukan hanya ingin mendapat gajih tiap bulan dan mengajari anak setiap pagi sampai siang. saya ingin sekali membuat perubahan untuk anak-anak yang tidak seberuntung saya.
hidup bukan melulu soal materi pak bu, saya juga ingin menemukan arti Tuhan memberikan roh pada raga saya. saya ingin kelak, ketika roh terlepas dari raga dan sudah tidak bisa melakukan satu apapun di dunia ini, orang-orang yang saya tinggalkan masih merasaakan manfaat adanya saya di dunia ini.
jadi, restuai lah anakmu ini untuk bersekolah lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar