Selasa, 25 September 2012

Dear Kamu, Keluargaku

Hal Yang Paling Berharga Dalam Hidup Saya


kita ini banyak, namun dalam hati kita satu bagian yang sakit bila salah satu pergi.

kita ini saling sayang, cuma kadang mulut tak cukup mengungkapkan seberapa besar sayang kita.

cinta kita diam-diam, tidak perlu diumbar. namun, itulah bukti cinta kita bukan sekedar gobal.

kamu sakit, aku lebih sakit dari apa yang kamu rasakan.

kamu bahagia, itu doaku setiap kali bersujud kepadaNya.

kita saling menjadi tameng. kita sama-sama ingin saling melindungi.

kita tidak peduli seberapa keras batu akan menghantam kita. seberapa hancur tubuh kita.

yang kita tahu hanya satu. kamu yang aku sayang akan tetap baik-baik saja.

dunia selalu memandang kita dengan mata nanar dan tajam.

dunia selalu mencaci kita dengan mulut-mulut busuk para pencaci.

dunia selalu menguji kita dengan orang-orang yang tak berhati.

aku tahu kamu sedih. aku tahu itu.

hanya kadang aku berusaha untuk membesarkan hatimu.

menenangkan jiwamu.

aku? aku tentu sedih. sedihku berkali lipat terasa.

kesedihan ini bukan karena cacian yang mereka lontarkan kepadaku sayang.

aku selalu sedih begini hanya ketika kamu bersedih.

ketika kamu sakit.

ketika akhirnya kamu menangis karena hidup yang kadang terlalu berat untuk terus dijalani.

ah, sudahlah...

bagiku kesedihan biarlah untukku.

dan...

aku selalu berdoa. bahwa ciptakan lah kebahagiaan hanya untuk kamu.

aku terlalu mencintai kamu.

dan aku juga tahu cinta kamu sama besarnya dengan cintaku.

karena kita satu jiwa dalam cinta.

kita lah keluarga.

yang sangat mencintai keluarganya,

Septi                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar