Kamis, 20 September 2012

Gebetan Saya Menggebet Dia

Tim Fasilitator PKKMB 2012 Universitas Bung Hatta

Kemarin saya menemani salah satu sahabat saya ke kampus 2. Saya sebenarnya sudah ada perasaan malas-malasan untuk ke sana. Selain karena mama saya yang sedang sakit, saya juga bad mood sudah dari pagi.

Sekitar pukul 12.00 wib teman saya datang ke kos dan menjemput saya. Itu bukan kos saya. Itu kos sahabat saya. Kami biasa berkumpul di sana.

Sesampainya di kampus dua, hari sudah mulai mendung. Jadi ketika sampai di parkiran kampus tidak sepanas hari-hari biasanya.

Dari jauh saya melihat sosok yang beberapa hari ini sempat saya rindukan. Namun saya ragu itu dia atau bukan. Dia sepertinya sedang bersama dua orang temannya. Saya terus mempertajam penglihatan saya. Dia atau bukan yah? kok dia berama junior cewek sih? ah jangan-jangan itu gebetan dia setelah PKKMB selesai. Siapa sih yang tidak mau digebet cowok secakep dan seramah dia dan siapa juga yang mau menggebet cewek yang sebentar lagi akan wisuda macam saya.

Saya semakin yakin kalau itu dia ketika sahabat saya parkir tidak jauh dari tempat dia duduk. Saya sengaja memalingkan pandangan saya seketika. Saya takut dia sadar kalau ada saya di sini. Dia pasti akan menyapa saya. Saya belum kuat untuk ngobrol bareng dengan gebetan saya yang sedang menggebet orang lain.

Saya berjalan buru-buru. Padahal dosen yang sedang dicari juga belum datang sebenarnya. Saya acting seolah-olah saya sudah telat kuliah. Nanun dari kejauhan saya mendengar suara khas panggilan yang dia selalu gunakan untuk memanggil saya. Saya pura-pura tidak dengar. Beberapa kali dia masih memanggil saya. Mampus, pikir saya. Sebentar lagi saya akan berbelok ke arah yang pastinya saya sebagai orang yang matanya normal pasti bisa melihat dia.

Taraaaa... Ketika saya berbelok dan dia pasti yakin saya akan bisa melihat dia, dia langsung melambaikan tangan dan memanggil-manggil saya. Aarrhhh.... Dengan terpaksa saya juga ikut melambai-lambaikan tangan dan tersenyum. Senyumnya kecut sih. Bayangin aja deh senyum saya itu senyum orang yang lagi kepanasan di parkiran yang panas. Yap, itu cuma pencitraan. Secara parkiran aja waktu itu gak panas sama sekali. Orang hari juga sedang mendung.

Dia menyuruh saya untuk gabung dengan isyarat tangan dan teriakan dia yang kurang jelas. Apa? saya ikut gabung? Yang benar saja lah. Bisa-bisa saya senyam-senyum garing saja di sana. Dari pada nanti saya terlihat garing, mending saya tidak usah saja menerima ajakan dia. Walaupun sebenarnya saya sudah merindukan dia beberapa hari belakangan ini. Apa lagi ketambahan ada foto fasilitator yang di tag di facebook saya. Melihat dia di sana membuat saya semakin rindu.

Namun sekarang sudah saya bunuh dan kubur hidup-hidup rindu saya ketika melihat dia bersama gebetan barunya. Miris banget ketika kita tahu kalau gebetan kita sedang menggebet orang lain. Alhasil dia sekarang sudah resmi menjadi mantan gebetan saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar