Minggu, 02 September 2012

pernikahan

welcome to semester akhir. ini adalah awal mula kata pernikahan sering aku dengar. dengan umur yang semakin hari tidak semakin bertambah, tentu para orang tua semakin gencar menanyakan "pacar kamu siapa nak? ini sudah mau wisuda loh, harus cepet-cepet nyari. kalau tidak nanti jadi prawan tua.

itu adalah salah satu faktor mengapa kata pernikahan sering meneror telingaku. sudah hampir wisuda, umur, dan pandangan orang tentang hal tabu prawan tua adalah sisi teror mengerikan. kadang kita memang merasa sudah cukup umur untuk menikah, namun kita kadang lupa untuk menanyakan pada hati kita apakah kita sudah cukup dewasa untuk sebuh pernikahan, apakah kita sudah cukup yakin dengan pasangan kita dan apakah kita sudah cukup itu saja impian kita sebagai wanita? siklusnya hanya belajar, menikah, berkarir kalau bisa dan mengurus suami dan anak.

aku tidak meremehkan tugas seorang wanita yang mengurus suami sekaligus anak-anaknya. belum lagi urusan memanage kebutuhan rumah tangga dan kebersihan rumah. tidak, aku tidak meremehkan sama sekali. aku tahu persis bagai mana sulitnya. meski aku belum pernah mengalaminya, melihat seberapa hebat mamaku mengurus bapak, aku dan tiga saudara laki-lakiku sudah cukup bagiku merasakannya.

dari satu sisi aku melihat fenomena di kampungku. banyak teman-temanku dari mulai teman SD, SMP dan SMA yang sudah menikah dan mempunyai buah hati. kalau pun belum menikah, mereka sedang mempersipkan pernikahan. aku tidak iri dengan itu semua, namun aku juga tidak mau mengomentari terlalu banyak tentang keputusan mereka. aku hanya harus berfikir kalau mereka sudah cukup dewasa untuk itu dan mereka sudah cukup yakin dengan pasangan mereka. aku hanya cukup berdoa untuk kebahagiaan mereka, kelak ketika masanya tiba aku juga sudah harus seperi mereka. melakukan apa yang Allah perintahkan.

Allah juga memerintahkan kita untuk belajar. bahkan ayat pertama yang Allah turunkah adalah perintah membaca atau belajar. jadi, untuk aku yang masih ingin terus belajar. aku berdoa kepada Allah untuk diberikan sosok suami yang sama-sama menyukai ilmu pengetahuan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar