Nama adalah doa. Di setiap nama
kita di sebut, saat itu juga doa akan langsung terbang menuju langit. Di mana
di sana Tuhan tinggal, memperhatikan kita. Itu sebabnya orang tua selalu sibuk
mencari nama yang paling bagus untuk anaknya.
Bayang kan, berapa kali nama kita di sebut semenjak
lahir? Sebanyak itu juga harapan dan doa orang tua kita terucap untuk kita. Hal
ini mengingatkan saya tentang sebuah kisah di Planet Pink. Di sana semua
manusia bernama sayang. Tidak ada nama lain selain nama sayang.
Kalian tahu kenapa semua manusia
yang tinggal di sana bernama sayang? Karena mereka sangat percaya kalau setiap
nama adalah doa.
Manusia-manusia yang tinggal di
panet Pink, dulunya adalah manusia yang tinggal di bumi seperti kita. Namun,
ketika di bumi telah banyak kejahatan dan saling menyakiti sesama, mereka pun
sepakat untuk pindah selamanya ke sana.
Mereka mempunyai satu harapan
yang sama, sehingga sebelum mereka pergi ke planet Pink mereka sudah sepakat
untuk beberapa hal.
Yang pertama adalah semua manusia
yang ingin tinggal di panet Pink harus mengganti namanya menjadi sayang. Dengan
demikian mereka berharap di setiap kata sayang yang terucap, kasih sayang akan
terus ada di panet pink.
Yang ke dua, di panet tidak ada
rasa yang melebih rasa sayang. Mereka tidak mengenal cinta. Karena bagi mereka,
rasa cinta hanya akan menimbulkan rasa kesakit hatian, egois dan serakah.
Mereka memandang rasa cinta yang manusia bumi miliki, adalah penyebab banyaknya
orang saling menyakiti untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Yang ke tiga adalah tidak ada
yang mempunyai hubungan melebihi pertemanan. Sehingga semua orang diberikan
perhatian dan porsi perasaan sayang yang sama. Tidak ada rasa iri dan cemburu.
Setiap manusia yang tinggal di
panet Pink di perbolehkan mengunjungi bumi tidak lebih dari tujuh hari dalam
sepuluh tahun.
Bagi mereka yang melanggar aturan,
tidak diperbolehkan lagi tinggal di panet Pink.
Setelah mereka sepakat dengan
perjanjian itu, beberpa orang membatal kan rencana mereka untuk pindah ke sana.
Namun, banyak dari mereka yang tetep memutuskan untuk pindah. Termasuk
keluargamu dan keluargaku.
Kamu tahu dulu nama kita siapa?
Ayahku bilang namaku adalah Tara dan namamu adalah Nandho. Kita sudah
bersahabat semenjak kecil. Kau tanya kenapa? Tentu saja karena ayah kita
sama-sama tentara di bumi.
Tentara adalah prajurit penjaga.
Di panet pink ayah kita selalu menjaga semua hal yang menyangkut keselamatan
kita di panet pink. Tugas
tentara di bumi tidak jauh berbeda dari itu.
Tak penting nama kita siapa
dulunya. Yang jelas nama kita sayang. Kamu sayang dan aku sayang.
Syarat kita boleh tinggal di planet ini adalah kita tidak boleh ada rasa
saling cinta, kita hanya boleh mempunyai rasa sayang. Sayang yang adil untuk
semuanya.
Sepertinya aku sudah melanggarnya.
Kamu tahu persis aku selalu mempunyai sayang yang lebih kepadamu. Aku
selalu memberikan perhatianku hanya kepadamu. Ah, kamu pasti sudah tahu itu.
Setiap bermain di taman Keceriaan, diam-diam aku memperhatikan tingkahmu. Cemburu dan marah ketika
kamu mulai asik bermain dengan yang lain selain aku.
Kamu selalu meledekku. Senang benar kamu melihatku marah. Sikap acuhmu
semakin membuatku takut kamu akan merasa lebih bahagia bermain dengan yang
lain. Secemburu itu pun aku harus tetap menahannya.
Kamu tahu apa yang paling menyenangkan dari semuanya? Ketika raja planet
pink menyuruh kita turun ke bumi untuk pertama kali.
Selain aku penasaran dengan planet bumi, hal yang lebih membahagiakan
hatiku adalah aku satu kelompok denganmu. Iya, kita berdua satu kelompok.
Ketika pertama kali kita sampai di bumi, kamu begitu takjub melihat apa yg
ada di bumi. Aku sendiri takjub, namun satu perjalanan denganmu lebih membuatku
takjub.
Kamu begitu menyukai hobi manusia-manusia di bumi. Kamu suka photography,
traveling, musik dan masih banyak hal lain yang kamu nikmati di bumi. Aku? Aku
masih sama. Aku masih dengan hobiku merangkai kata untukmu. Kata yang aku tulis
dengan hati dan tak pernah kau sempat kan untuk membaca barang sejenak. Tak
apa, aku tak mengeluhkan itu.
Waktu enam hari di bumi tentu saja tak cukup untuk kamu menikmati
segalanya. Kamu yang selalu ingin bisa segalanya dan ingin tahu segalanya,
tinggal di bumi tentu sangat mengasikan.
Kita pulang satu jam telat dari ijin yang diberikan raja. Dia murka besar.
Aku sungguh sangat takut, namun kamu justru sangat gembira. Aku melihat senyum
kegembiraan di bibirmu saat sang raja mengancam mengusir kita dari planet Pink.
Setiap harinya kamu hanya bisa melamun, murung dan marah-marah. Setiap aku
tanya kenapa, kamu tidak pernah menjawab. Aku tahu kamu sedang menahan inginmu
tinggal di bumi.
Diam-diam aku mencuri surat ijin turun ke bumi saat raja menyuruhku
membersihkan laci-laci di ruang kerjanya. Aku berikan kepadamu, kamu begitu
gembira saat itu. Kamu mencium keningku, aku merasa seisi dunia pun rela aku
curi dari tangan tuhan untukmu.
Ketika menunggumu pulang, aku terus-terusan memandangi alarm planet Pink.
Semua yang datang terlambat ke planet ini, alarm akan otomatis berbunyi. Aku
tidak menghawatirkan keselamatanku, aku lebih menghawatirkan hukuman yang akan
menimpamu.
Aku sungguh sangat bersyukur, kamu tak sempat membuat alarm itu berbunyi. Namun,
siapa kamu sehingga setiap kali mengambil keputusan jantungku hampir lepas
karenanya?
Kamu membuat heboh sesisi planet. Kamu ingin selamanya tinggal di bumi.
Kamu ingin meninggalkan ku selamanya.Sungguh hatiku remuk karenanya.
Apa hebatnya bumi?
Setiap kali aku menyanyakan itu pada diriku, jawabannya adalah kamu. Di
bumi ada kamu, dan di sana aku pasti akan bahagia.
Ayahku pasti tidak akan mengizinkaku ikut bersamamu. Oleh karena itu, dua
hari kepergianmu aku pustuskan. Bumi adalah tempamu dan tempatku tinggal.
Bagaimana aku tidak sakit sejadi-jadinya. Di sana aku menemukanmu dengan
kesukaanmu yang lain. Aku sadar, aku tidak pernah menjadi kesukaanmu. Tidak
seperti aku menyayangimu, yang lebih dari sayang.
Manusia bumi bilang itu cinta. Yah, kata mereka sayang yang melebihi sayang
adalah cinta. Cinta adalah kata yang aku temukan di bumi.
Namun, mengapa di planet kita tidak ada yang pernah menyebut kata itu? Apa
mereka tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan kepadamu?
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar