hai semuanya? how is life?
semoga selalu dalam kasih sayang Allah, bukan dalam kemurkaannya. amin
kali ini gue mau cerita masalah hobi nulis gue ini. seperti yang udah gue ceritain sebelumnya, gue emang punya hobi nulis. udah dari gue SD, entah kelas berapa, yang jelas hobi ini udah mendarah daging, sampai-sampai kalau gak nulis malah jadi galau.
yang namanya nulis itu gampang-gampang susah. gampang kalau kalian emang suka nulis, tapi juga susah kalau kalian nyoba buat nulis aja enggak. ya, menurut gue nulis itu gampang karena terbiasa, kalau urusan bakat mah itu nomor dua.
dalam menulis kita juga harus jujur, kita harus jujur dengan semua yang kita tulis. harus jujur dari mulai fikiran dan hati. mulai lah tulisan dengan semua kejujuran atas apa yang kita fikirkan dan rasakan. kalau udah gitu, kalian gak akan kepikiran buat menjiplak karya tulisan orang lain.
gue sih sebenernya gak tau banyak soal tulis menulis. meski pada dasarnya gue udah belajar menulis dari SD sampai kuliah, belum lagi gue ketambahan dapat beberapa ilmu tentang dunia tulis pas gue masuk dalam dunia jurnalistik kampus. harusnya itu udah jadi modal yang cukup buat nulis dengan baik dan benar. harusnya.
sedikit demi sedikit gue mulai mundur dari dunia jurnalistik, sedikit-sedikit dan mungkin pada akhirnya gue akan benar-benar mundur.
ada beberapa alasan kenapa gue nglakuin itu. gue bukan orang yang gampang terpengaruh akan suatu hal. gue orangnya melihat, mengamati kemudian gue pilah-pilah mana yang menurut pemikiran gue bener dan mana yang salah. kemudian gue baru memutuskan apa yang sebaiknya gue lakukan.
berdasarkan beberapa fakta, hati dan pikiran gue menyatakan ketidak setujuan. oleh karena itu, tindakan gue adalah mundur. meski gue suka banget dunia tulis, tapi gue gak mau bikin hati dan fikiran gue menentang atas apa yang gue kerjakan. toh, tidak menulis di sana gue masih bisa nulis di blog.
setiap orang yang menyukai tulisan, pasti akan terus menulis, bahagia apa bila karyanya dibaca orang lain, dan tersanjung apa bila karyanya dihargai sebagai karya yang menarik.
menurut gue, orang yang menyukai tulis, dia tidak akan memikirkan materi yang akan didapat, dia hanya akan memikirkan karyanya bisa terbit dan dinikmati banyak orang, dan bermanfaat banyak orang. namun sebaliknya, penulis yang tidak jujur, penulis yang tidak jujur kalau dirinya tidak suka menulis, alias hanya kepaksa menulis hanya akan memberikan tulisan sampah yang berharap orang lain mau mebelinya. orang-orang seperti ini yang biasanya merusak esensi menulis itu sendiri.
bertemu dengan orang-orang sepeti ini yang membuat gue mundur dari dunia itu. gue lebih memilih memuaskan hati dan fikiran gue dengan bebas.
sekarang gue memilih menulis karena hobi, bukan karena sesuap nasi. gue mau ngejalanin nulis dengan ikhlas, gue gak mau ngejalain sesuatu hal yang gue suka atas dasar materi. gue tau uang itu penting, tapi kebahagiaan menulis dengan jujur itu jauh lebih penting. kalau bisa gue mau nyari kerja yang pada akhirnya gak akan menggadaikan apapun atas dasar materi. mungkin gue sok gak butuh duwit, padahal gue dari golongan ekonomi bawah. tapi beneran deh, gue gak pernah diajarin sama orang tua gue buat mengukur dan menilai apapun dari materi atau uang. jadi gue gak pernah deh kepikiran buat menggadaikan sebuah kebahagiaan atau kecintaan dengan uang.
tapi hidup memang pilihan sih... jadi terserah kalian mau gimana dalam hidup :)
yang jelas, semua pilihan dalam hidup kita, mencerminkan siapa diri kita sebenarnya.
udah dulu ye.. bye.. :)
semoga selalu dalam kasih sayang Allah, bukan dalam kemurkaannya. amin
kali ini gue mau cerita masalah hobi nulis gue ini. seperti yang udah gue ceritain sebelumnya, gue emang punya hobi nulis. udah dari gue SD, entah kelas berapa, yang jelas hobi ini udah mendarah daging, sampai-sampai kalau gak nulis malah jadi galau.
yang namanya nulis itu gampang-gampang susah. gampang kalau kalian emang suka nulis, tapi juga susah kalau kalian nyoba buat nulis aja enggak. ya, menurut gue nulis itu gampang karena terbiasa, kalau urusan bakat mah itu nomor dua.
dalam menulis kita juga harus jujur, kita harus jujur dengan semua yang kita tulis. harus jujur dari mulai fikiran dan hati. mulai lah tulisan dengan semua kejujuran atas apa yang kita fikirkan dan rasakan. kalau udah gitu, kalian gak akan kepikiran buat menjiplak karya tulisan orang lain.
gue sih sebenernya gak tau banyak soal tulis menulis. meski pada dasarnya gue udah belajar menulis dari SD sampai kuliah, belum lagi gue ketambahan dapat beberapa ilmu tentang dunia tulis pas gue masuk dalam dunia jurnalistik kampus. harusnya itu udah jadi modal yang cukup buat nulis dengan baik dan benar. harusnya.
sedikit demi sedikit gue mulai mundur dari dunia jurnalistik, sedikit-sedikit dan mungkin pada akhirnya gue akan benar-benar mundur.
ada beberapa alasan kenapa gue nglakuin itu. gue bukan orang yang gampang terpengaruh akan suatu hal. gue orangnya melihat, mengamati kemudian gue pilah-pilah mana yang menurut pemikiran gue bener dan mana yang salah. kemudian gue baru memutuskan apa yang sebaiknya gue lakukan.
berdasarkan beberapa fakta, hati dan pikiran gue menyatakan ketidak setujuan. oleh karena itu, tindakan gue adalah mundur. meski gue suka banget dunia tulis, tapi gue gak mau bikin hati dan fikiran gue menentang atas apa yang gue kerjakan. toh, tidak menulis di sana gue masih bisa nulis di blog.
setiap orang yang menyukai tulisan, pasti akan terus menulis, bahagia apa bila karyanya dibaca orang lain, dan tersanjung apa bila karyanya dihargai sebagai karya yang menarik.
menurut gue, orang yang menyukai tulis, dia tidak akan memikirkan materi yang akan didapat, dia hanya akan memikirkan karyanya bisa terbit dan dinikmati banyak orang, dan bermanfaat banyak orang. namun sebaliknya, penulis yang tidak jujur, penulis yang tidak jujur kalau dirinya tidak suka menulis, alias hanya kepaksa menulis hanya akan memberikan tulisan sampah yang berharap orang lain mau mebelinya. orang-orang seperti ini yang biasanya merusak esensi menulis itu sendiri.
bertemu dengan orang-orang sepeti ini yang membuat gue mundur dari dunia itu. gue lebih memilih memuaskan hati dan fikiran gue dengan bebas.
sekarang gue memilih menulis karena hobi, bukan karena sesuap nasi. gue mau ngejalanin nulis dengan ikhlas, gue gak mau ngejalain sesuatu hal yang gue suka atas dasar materi. gue tau uang itu penting, tapi kebahagiaan menulis dengan jujur itu jauh lebih penting. kalau bisa gue mau nyari kerja yang pada akhirnya gak akan menggadaikan apapun atas dasar materi. mungkin gue sok gak butuh duwit, padahal gue dari golongan ekonomi bawah. tapi beneran deh, gue gak pernah diajarin sama orang tua gue buat mengukur dan menilai apapun dari materi atau uang. jadi gue gak pernah deh kepikiran buat menggadaikan sebuah kebahagiaan atau kecintaan dengan uang.
tapi hidup memang pilihan sih... jadi terserah kalian mau gimana dalam hidup :)
yang jelas, semua pilihan dalam hidup kita, mencerminkan siapa diri kita sebenarnya.
udah dulu ye.. bye.. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar