Sabtu, 11 Agustus 2012

lebaran itu kumpul

hai kawan semua...
how is life???
heemm, bentar lagi lebaran yah? ngomong-ngomong apa aja nih yang udah dipersiapkan buat lebaran tahun ini? pasti segala hal dilakukan dengan special kan? pasti dong, lebaran kan perayaan satu tahun sekali di mana kita bisa kumpul keluarga, sahabat, teman dan orang-orang yang kita rindukan karena sudah lama tak jumpa.
untuk memperingati lebaran sendiri banyak banget hal yang biasanya dipersiapkan, seperti; baju baru, sepatu / sendal, mukena, kue, ngecat rumah, poles muka dan masih banyak hal lain yang biasa dilakukan agar pede buat ketemu sama mereka.
ada orang yang memang benar-benar ada buat melakukan itu semua. biasanya orang seperti itu berasal dari kelas ekonomi atas, yang memang selalu mempunyai uang lebih untuk melakukan hal yang ber-lebih-an. ada juga orang yang memang hanya cukup, namun sengaja membuatnya berkesan gue mampu kok, hingga gak sadar kalau di hari kemenangan dia justru kalah dengan hasutan setan tentang satu kata "keborosan". yang terakhir adalah tipe yang ketiga, masayarakat dari kalangan bawah yang untuk merayakan lebaran dengan baju lusuh, dengan kue yang dibeli diwarung dengan harapan harganya tidak semahal beras yang ia makan sehari-hari, dan untuk membuat tetangga atau sanak famili datang, ia sengaja menyisahkan uang makannya untuk membeli sirup, tau kenapa? supaya nanti apa bila ada yang sanak saudara yang datang ke rumah, dia mau mencicipi hidangan yang tersedia, walau hanya air yang berwarna.
lebaran sendiri buat gue gak ada yang special, kecuali kumpul keluarga. sehingga, ketika gue kumpul sama keluarga-keluarga gue, gue merasa itu adalah lebaran. simple ya? ya gue memang gak suka hal semacam baju baru dengan model baju-baju syahrini agar orang kampung yang kerjanya berladang itu bisa tercengang melihat kemewahannya, atau muka licin karena punya uang banyak buat facel dan luluran tiap minggu. yah, gue gak suka itu. gue gak suka dengan hal yang membuat orang disekitar gue gak nyaman atau merasa rendah karena sifat glamor yang berlebihan. gue gak mau mereka kagum karena itu. gue juga gak mau kalau sewaktu-waktu gue ngomong sama mereka, mereka juga merasa minder dengan apa yang sedang gue bicarakan. intinya, gue ingin sebisa mungkin membuat orang-orang di sekitar gue nyampan dengan gue dan nyaman dengan diri mereka sendiri ketika bersama gue.
sepertinya semenjak gue mulai belajar tentang arti dihargai, gue udah mulai gak nyaman dengan lebaran. gue suka puasa, dan sebisa mungkin gue gak batalin puasa. tapi, ketika sadar lebaran akan segera datang, gue langsung sedih. gue sedih karena gue sadar, perayaan yang gue rayain setelah puasa sebulan hanyalah sebuah ajang pamer fashion, pamer kekayaan, dan pamer kesuksesan. gue gak nemuin arti kemenangan sesungguhnya setelah puasa panjang, hal yang paling berkesan hanya meneteskan air mata ketika bersujud mohon ampun ke pada mama dan babeh atas beberapa hal yang gue lakukan yang salah kepada bliau. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar