dalam hidup yang samikin susah di jalani ini (kata sebagian orang) tentunya makin banyak juga orang yang mencari kenyamanan dalam hidup. kenyamanan dalam hidup dapat juga dapat berupa aman dalam materi, kesehatan, maupun dalam segi hukum.
orang dalam ekonomi kelas atas akan semakin memperkaya hidupnya, demi keamanan finansial. dalam kelas menengah akan sebisa mungkin terus memperkaya dirinya, namun lebih mengutamakan keamanan masa depan. sedangkan orang dalam ekonomi bawah, yang biasa kita bilang dengan miskin akan terus berusaha mencari sesuap nasi untuk terus dapat melanjutkan nafas setiap harinya.
uang memang sangat berperan penting dalam hidup. tanpa uang, kita akan kelaparan. tanpa uang kita tidak bisa membeli kebutuhan hidup yang selalu meningkat di setiap harinya. ya tentu saja karena uang adalah salah satu alat tukar untuk sebagian besar barang dan jasa yang kita butuhkan.
orang bekerja keras untuk mencari uang. orang melakukan tindakan kriminal demi uang. bahkan orang melakukan tindakan rasional seperti "merdukun" juga karena uang. bahkan gue kuliah juga buat bekal mencari kerja yang mapan demi kebutuhan finansial dengan embel-embel masa depan yang cerah. tapi itu kata mereka. kata mereka yang terus nyuruh gue buat kuliah dengan jurusan bahsa inggris. dengan fakultas keguruan supaya gue bisa jadi guru yang sekarang ini gajihnya sudah cukup besar, katanyaaa......
sebenarnya gue gak mau mbahas masalah uang atau apa lah itu, tapi gue mau membahas masalah kenyamanan. semua orang mencari kenyamanan. semua berlomba untuk mencari itu. kecuali orang-orang yang bermimpi besar dan sadar bahwa "a life without a risk is a life unlived".
kenyamanan sudah menjadi segalanya sehingga tidak ada lagi yang mau mengambil resiko untuk mimpi-mimpinya. tidak ada lagi yang mau mencari keajaiban-keajaiban dan keindahan sebuat hati.(5cm)
sama kaya beberapa orang disekitar gue, bukan beberapa malah. banyak. kaya contohnya aja gue yang dipakasa untuk masuk fakultas keguruan dengan jurusan bahasa inggris yang sebenarnya sama sekali bukan tujuanku. mereka berfikir bahwa kalau gue jadi guru, hidup gue pasti akan aman dalam hal finansial. sedangkan kenapa jurusan bahasa inggris? karena banyak bidang yang membutuhkan bahasa inggris, setidaknya kalaupun gue gak dapat kerja gue bisa buka les private nantinya, itu kata mereka.
gue yang kebilang masih labil nurut aja apa kata mereka, maklum saja pada saat itu gue lagi down banget gak ketrima-ketrima masuk universitas favorite gue. dan jujur gue belum tau benar apa arti sebuah "mimpi".
gue jalanin aja apa yang ada didepan gue. meski gak semangat, gue tetep mau tunjukin keseriusan gue dan gue juga gak mau lah buat banyak orang kecewa. dan alhamdulilah kuliah gue gak ancur-ancur banget lah, kemampuan gue rata-rata lah di angkatan gue, buktinya gue gak pernah ketinggalan sama teman-teman gue. hehehehe..
semakin hari semakin banyak hal yang gue dapat. baik dalam ilmu yang sedang gue tekuni mapun ilmu alam yang senantiasa gue serap dari beberapa orang di sekitar gue, mapun yang gue cari sendiri. semakin lama semakin gue sampai pada suatu jalan di mana gue harus memilih. memilih antara menjadi manusia atau menjadi patung.
sebagai manusia tentunya kita akan memilih menajdi manusia ketimbang menajdi patung. namun semua hal ada resikonya. manusia yang merupakan mahluk hidup dan diberikan akal dan fikiran oleh yang maha pencipta haruslah berfikir mengenai hidpnya. mengenai apa yang harus ia jalani sebagai manusia dan apa saja resiko yang akan ditemui. sedangkan menjadi patung. patung adalah benda mati yang bisa dengan gampang dipindah oleh tangan manusia. dia hanya bisa diam dan menuruti semua keinginan manusia. ia tidak mempunyai mimpi, ia hanya bisa berdiri dengan kokoh, dan ia tidak mempunyai kepuasan hati.
tanpa sadar orang-orang disekitar kita, yang selalu bilang sayang kepada kita justru yang menjerumuskan kita menjadi patung patung itu. atas nama cinta dan kenyamanan hidpu kita mereka melakukan itu semua untuk kita. yang akhirnya kita terlena dan menjual mimpi kita demi hal yang bernama nyaman.
tapi gue sadar, semua itu atas dasar cinta mereka untuk kita, nanun kita harusnya juga bisa mengambil sikap. patung atau manusia?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar