semester ini benar-benar membuat fikiran dan hati capek. apa lagi yang namanya PLK. gak ada matinya deh capeknya. aku harus menghadapi 5 kelas dalam seminggu. masing-masing kelas 4 jam belajar bahaa ingris. menurutku ini sudah kelewat batas. masa semua kelas satu regular aku sama wati yang ngajar. gila gak tuh?
pada dasarnya aku memang malas sekali menjadi guru. dulu memang sewatu masih ingusan ketika babeh atau mama tanya soal cita-cita aku pasti menjawabnya menjadi guru. cita-cita simple dan gampang diingat menurutku. tapi itu dulu ketika fikiranku tentang hidup juga simple. bagiku guru adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. kenapa menyenangkan? karen amenurutku dulu menjadi guru itu asik. aku sering melihat guru-guru di SDku makan bakso, soto, sate sering sekali. belum lagi ajang makan gratis kalau penilaian mulok untuk membuat makanan seperti mendoan, goreng pisang bahakan soto. itu yang membuat dulu aku ingin menjadi guru.
namun sekarang, setelah sedikit demi sedikit doa seorang ibu terkabul dan ketika anaknya benar-benar menjadi seorang guru, meski hanya guru PL pepatah senjata makan tuanpun benar-benar aku rasakan. berharap makan enak dan bisa menyuruh ini itu kepada muridku eh malah aku yang kewalahan menangani tingkah mereka. anak-anak jaman sekarang nakalnya ampun banget. beda banget sama jamanku dulu. masih ada rasa hormat dan sopan santun kepada guru. kalau sekarang? beeeuueehhh..... merayu guru ala OVJ pun dijabani. belum lagi aksi cari muka dan hasrat ingin bermainnya. ah... serasa ngajar anak dajal.
beberapa minggu menjadi guru PL sudah sangat ingin segera mengakhirinya. ingin cepat ambil nilai dan segera kabur dari sekolah itu. entah mengapa setiap pagi ketika bangun tidur dan menyadari kalau hari ini masih harus PL serasa ingin teriak sekencang-kencangnya. tapi sayang ini kan rumah orang. bisa kena sembur sembarangan teriak-teriak di pagi-pagi buta.
besok masih harus mengajar blogers. bloger mau gak gantiin???????

Tidak ada komentar:
Posting Komentar