saya mulai belajar mensyukuri
banyak hal yang Tuhan berikan kepada saya. Dari mulai keluarga, teman dan
bahkan kelebihan pun kekurangan yang diri saya miliki.
Tidak banyak yang saya miliki
jika akan membandingkannya dengan beberapa wanita yang kamu sebut gaul di jaman
sekarang. saya hanya wanita biasa yang ingin hidup sederhana.
Sesederhana apa?
Sesederhana bangun pagi dan menyempatkan
bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk merawat suami dan anaknya.
Menyiapkan sarapan pagi dan menelfon ketika anak dan suaminya pulang telat
namun masih menyempatkan membacakan dongeng sebelum putra dan putrinya tidur.
Bercerita tentang bagai mana hari ini berjalan dan saling memberikan pelukan
sebelum dia dan suaminya sama-sama terlelap karena seharian bekerja. Ya, saya
ingin menjadi wanita yang demikian meskipun kelak saya masih menjadi seorang
guru, atau pun menjadi apa yang menjadi impian saya.
Sungguh bagi saya brandied dan
semacamnya tidak lah penting. Bagi saya penilaian Tuhanjauh lebih penting dari
pendilaian manusia. Dan membentuk keluarga yang Tuhan kehendaki jauh akan
membahagiakan saya dari pada lebel harga dan brand yang menempel pada
barang-barang itu.
Janji Tuhan itu pasti. Itu lah
yang saya percayai.
Akhir-akhir ini saya sering
dicurhati oleh beberapa teman saya. kebanyakan dari mereka curhat masalah cinta
dan sedikit sekali yang curhat masalah agama. Ya, sudah jelas sekali kemampuan
saya dibidang agama memang sungguh masih sangat rendah. Hehehehe…
Menurut saya masalah cinta
sungguh sungguh sangat sederhana. Mereka hanya butuh ya atau tidak pada diri
sendiri. Ya untuk memulai atau ya untuk mengakhiri. Tidak untuk memulai atau
tidak untuk mengakhiri. Puncak dari itu semua adalah bersatu atau justru harus
berpisah. Sesimple itu. Yang membuat rumit adalah perasaanmu sendiri.
Ketika kamu merasa gelisah akan
keputusan atau perihal yang sedang kamu jalani sekarang. Percaya lah setan
gemar sekali di dalamnya. Mereka akan terus menutup hatimu dari Tuhanmu.
Bukan kan kamu percaya dengan
kebesaran Tuhanmu? Apa lagi yang kamu cemaskan? Dia maha Tahu. Dia amat tahu
apa yang benar-benar terbaik untuk kamu.
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu
padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu
padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”
QS Al-Baqarah (2):216
Saya pun tidak luput dari maslah
cinta. Sungguh saya pun kerap kesal dibuatnya. Namun untuk saat ini saya
mengurutkannya dibeberapa urutan setelah kepentingan keluarga dan impian saya.
saya meletakan di sana sebab jika pun dia adalah takdir yang Tuhan catat kan
ketia saya berusia empat bulan dikandungan ibu. suatu hari pasti jalan Tuhan
mempersatukan kita. Dan jikapun bukan Tuhan selalu punya cara untuk menjauhkan.
Seberapa pun kenal, seberapa pun
berharap, seberapa pun cinta jika memang bukan orang yang tepat, akan selalu
ada cara untuk dijauhkan. Seberapa pun tak kenal, seberapa pun taka da irisan
keperluan, seberapa pun benci, jika ia orang yang tepat, akan selalu ada cara
untuk didekatkan.
Cinta harusnya saling berharap
untuk bias bersatu. Kalau hanya kamu yang berharap itu namanya pengharapan,
bukan cinta. Berharap kepada selain Tuhan hanya akan membuatmu kecewa.
Tuhan tidak pernah menzalimi
manusia. Manusia lah yang kerap menzalimi dirinya sendiri.
Cinta seharusnya membuatmu berada
ditempat yang lebih baik. Bukan sebaliknya.
NB: untuk pria yang kerap membuat
hormon endorfin saya meningkat cepat. Saya meletakan doa di saku bajumu.
Semoga kamu selalu dalam lindungan Tuhan. Begini lah untuk saat ini cara saya
mencintaimu. Jika kelak kita sama-sama menemukan takdir yang lain. saya pun
masih akan meyelip kan lipatan doa dalam kertas warna biru. Kita akan tetap
berteman baik. J
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar