Minggu, 04 Mei 2014

Yang Rumit Itu Perasaan


saya mulai belajar mensyukuri banyak hal yang Tuhan berikan kepada saya. Dari mulai keluarga, teman dan bahkan kelebihan pun kekurangan yang diri saya miliki.

Tidak banyak yang saya miliki jika akan membandingkannya dengan beberapa wanita yang kamu sebut gaul di jaman sekarang. saya hanya wanita biasa yang ingin hidup sederhana.
Sesederhana apa?

Sesederhana bangun pagi dan menyempatkan bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk merawat suami dan anaknya. Menyiapkan sarapan pagi dan menelfon ketika anak dan suaminya pulang telat namun masih menyempatkan membacakan dongeng sebelum putra dan putrinya tidur. Bercerita tentang bagai mana hari ini berjalan dan saling memberikan pelukan sebelum dia dan suaminya sama-sama terlelap karena seharian bekerja. Ya, saya ingin menjadi wanita yang demikian meskipun kelak saya masih menjadi seorang guru, atau pun menjadi apa yang menjadi impian saya.

Sungguh bagi saya brandied dan semacamnya tidak lah penting. Bagi saya penilaian Tuhanjauh lebih penting dari pendilaian manusia. Dan membentuk keluarga yang Tuhan kehendaki jauh akan membahagiakan saya dari pada lebel harga dan brand yang menempel pada barang-barang itu.

Janji Tuhan itu pasti. Itu lah yang saya percayai.

Akhir-akhir ini saya sering dicurhati oleh beberapa teman saya. kebanyakan dari mereka curhat masalah cinta dan sedikit sekali yang curhat masalah agama. Ya, sudah jelas sekali kemampuan saya dibidang agama memang sungguh masih sangat rendah. Hehehehe…

Menurut saya masalah cinta sungguh sungguh sangat sederhana. Mereka hanya butuh ya atau tidak pada diri sendiri. Ya untuk memulai atau ya untuk mengakhiri. Tidak untuk memulai atau tidak untuk mengakhiri. Puncak dari itu semua adalah bersatu atau justru harus berpisah. Sesimple itu. Yang membuat rumit adalah perasaanmu sendiri.

Ketika kamu merasa gelisah akan keputusan atau perihal yang sedang kamu jalani sekarang. Percaya lah setan gemar sekali di dalamnya. Mereka akan terus menutup hatimu dari Tuhanmu.
Bukan kan kamu percaya dengan kebesaran Tuhanmu? Apa lagi yang kamu cemaskan? Dia maha Tahu. Dia amat tahu apa yang benar-benar terbaik untuk kamu.

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” QS Al-Baqarah (2):216

Saya pun tidak luput dari maslah cinta. Sungguh saya pun kerap kesal dibuatnya. Namun untuk saat ini saya mengurutkannya dibeberapa urutan setelah kepentingan keluarga dan impian saya. saya meletakan di sana sebab jika pun dia adalah takdir yang Tuhan catat kan ketia saya berusia empat bulan dikandungan ibu. suatu hari pasti jalan Tuhan mempersatukan kita. Dan jikapun bukan Tuhan selalu punya cara untuk menjauhkan.

Seberapa pun kenal, seberapa pun berharap, seberapa pun cinta jika memang bukan orang yang tepat, akan selalu ada cara untuk dijauhkan. Seberapa pun tak kenal, seberapa pun taka da irisan keperluan, seberapa pun benci, jika ia orang yang tepat, akan selalu ada cara untuk didekatkan. 

Cinta harusnya saling berharap untuk bias bersatu. Kalau hanya kamu yang berharap itu namanya pengharapan, bukan cinta. Berharap kepada selain Tuhan hanya akan membuatmu kecewa.

Tuhan tidak pernah menzalimi manusia. Manusia lah yang kerap menzalimi dirinya sendiri.
Cinta seharusnya membuatmu berada ditempat yang lebih baik. Bukan sebaliknya.

NB: untuk pria yang kerap membuat hormon endorfin saya meningkat cepat. Saya meletakan doa di saku bajumu. Semoga kamu selalu dalam lindungan Tuhan. Begini lah untuk saat ini cara saya mencintaimu. Jika kelak kita sama-sama menemukan takdir yang lain. saya pun masih akan meyelip kan lipatan doa dalam kertas warna biru. Kita akan tetap berteman baik. J










Tidak ada komentar:

Posting Komentar