Sesampai di pustaka, kami mencari beberapa buku referensi untuk skrpsi kami. Dengan kondisi pustaka yang tenang, dan asik untuk diskusi akhirnya kita sedikit membahas mengenai kenaikan BBM. Aku tau Ossa dan wanna tidak terlalu ambil pusing tentang hal itu. Atau mereka peduli atau tidak mau banyak komentar aku pun tidak tau.
Dalam diskusi tadi, Ossa mengatakan bahwa dia memang kurang ambil pusing tentang kenaikan BBM. Toh cuma naik seribu katanya. Lagian ada negara lain kok yang harga minyaknya mencapai 21,000 mba, katanya. Di on the spot kamu lihat gak? tanya Ossa.
iya Sa? engak tuh. Jawabku.
Menurut aku sih kenaikan BBM juga akan menaikan semua harga juga, jadi ngapain pusing! kan artinya sama. Kata wanna.
ya gak gitu lah Wa, sanggal ku. Coba fikir deh dengan orang yang berpendapatan tetap. Mereka pasti akan kocar kacir dengan belanja mereka. Misalkan gaji mereka perbulannya satu juta. Ketika BBM naik tentu gaji dia tidak akan naik, terus gimana dong dia memenuhi kebutuhannya nanti pas BBM naik dan semua harga barang juga ikut naik?
Korban dari kenaikan BBM ini menurutku adalah rakyat ekonomi menengah dan bawah. Mereka dengan penghasilan kecil akan dibebani dengan biaya hidup yang semakin mahal.
Kenaikan BBM ini berbeda dengan kenaikan harga telor, kata salah satu seniorku. Apa bila harga terlor naik, tentu itu hanya berdampak pada penjual nasi goreng yang harus menaikan harga nasi gorengnya. Berdeda dengan kenaikan BBM. Apabila BBM naik, semua jenis barang akan ikut naik. Kenapa? Karena di jaman modern ini sebagian besar aktifitas produksi dan kegiatan ekonomipun membutuhkan BBM.
contohnya si abang penjual somay di depan yang menggunakan motor untuk menjajalkan jualannya. di pagi hari dia jualan di depan smp 12 padang, dan siangnya ketika siswa smp telah selesai belajar dia pindah berjualan di depan kampus kita. Dengan adanya kenaikan BBM ini apa dampak bagi kehidupan abang penjual somay ini?
1. Dengan naiknya BBM, dia juga akan mengeluarkan uang lebih untuk membeli bensin untuk terus bisa menjajalkan dagangannya.
2. Dengan naikanya harga BBM, naik juga harga bahan-bahan untuk membuat somay.
3. Dengan semua kenaikan yang terjadi, pendapatan setiap hari yang ia dapatkan akan berkurang.
4. Terancam bangkrut karena mahasiswa tidak akan membeli lagi somay dengan harga yang lebih mahal dari harga biasanya, atau tetap dengan harga biasa dan pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebetulan. Seandainya porsi dikurangi pun apakah mahasiswa masih akan mau membelu somay dengan harga yang sama ketika BBM belum naik? tentu itu akan membuat galau si abang penjual somay, hehehe
Sebenarnya gambaran ini bukan hanya untuk si abang penjual somay. Ini gambaran untuk semua pelaku ekonomi di negara, kita terutama ekonomi menengah ke bawah. Bayangkan si penjual somay ini adalah ayamu. Dia akan semakin tercekik dengan kenaikan BBM yang akan berbanding lurus dengan permintaan uang jajanmu di kampus.
Sudah banyak setatus teman-temanku di facebook. Beberapa menyebutkan bahwa dengan adanya kenaikan BBM dia jug akan meminta uang lebih kepada orang tuanya. Wah, kasihan sekali ya kalau ternyata yang update status itu adalah si anak tukang somay itu. Pasti makin pusing lah si abang tukang somay ini membagi uang pendapatannya.
Sekarang aksi turun ke jalan sudah sampai di depan kantor DPR. sekitar 2.5000 berada didepan kantor DPR untuk mengajukan tuntukan. adapun beberapa tuntutannya adalah pembatalan kenaikan BBM dalam negri, nasionalisasi aset dan menolak intervensi asing dan yang terakhir adalah tangkap dan adili mafia perminyakan.
Banyak berita menyebutkan bahwa pemerintahan SBY akan lengser dengan kenaikan BBM ini. Sama halnya dengan razim soeharto pada masa krismon dulu. Namun, entah lah. Kalau memang kebijakan SBY sangat bertentangan dengan kesejahteraan rakyat kenapa tidak kita gulingkan saja.
Sudah cukup banyak kekecewaan dan penderitaan yang rakyat yang dialami pada saat pemerintahan SBY ini. Banyak kasus yang tak tuntas, banyak ketidak adilan hukum juga yang terjadi. Kalau sudah sangat mengecewakan seperti ini kenapa tidak kita ambil tindakan tegas. Dulu mahasiswa bisa menggulingkan razim soeharto yang semena-mena, kalau sekarang kebijakan SBY benar-benar membunuh banyak rakyat kenapa tidak kita tindak tegas juga?
Katanya kenaikan BBM adalah salah satu alasan agar APBN kita tidak jebol. Makanya BBM dinaikan dan rakyat menderita. Apa salahnya saling prihatin antara rakyat dan wakil rakyatnya. Misalnya gini deh, kenapa gak kurangi saja kunjungan-kunjungan keluar negri yang ternyata gak pernah dapat apa-apa setelah traveling, apa lagi yang ke cinta tuh sama beberapa anggota BEM (Astafirullah). Kenapa gak kurangi saja beberapa program yang kurang menyentuh ekonomi rakyat. Ah, aku rasa banyak hal yang kurang ada manfaatnya yang sengaja dibuat-buat untuk menambah proyek para anggota dewan. Masih ingat kasus wisma atlit kan?? hehehehehe
Seberapa besar mahasiswa yang peduli dengan kenaikan BBM sebesar itu juga mahasiswa yang tidak peduli dengan kenaikan BBM. Banyak sekali teman-temanku yang acuh tak acuh tentang hal ini dan banyak juga rekan-rekan di lembaga kampus yang sangat peduli tentang nasib rakyat. Aku tidak menyalahkan yang terlalu peduli dan yang terlalu tidak peduli tentang kenaikan BBM ini. Semua orang mempunyai hak untuk berpendapat.
Namun, saya sangat bangga melihat kawan-kawan mahasiswa yang mau berpanas-panas dan berlelah-lelah turun kejalan meneriakan penderitaan rakyat. Di antara rakyat yang miskin itu belum tentu ada orang tua, saudara atau kerabat mereka. namun mereka sadar untuk terus memperjuangkan nasib rakyat.
kita tidak saling mengenal, kita asing, kita beda. tapi kita satu jiwa dan satu bangsa. kita dalah rakyat indonesia, kita berbagsa satu bangsa indonesia.
hidup mahasiswa, hisup rakyat, hidup indonesia..!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar