
fineeee....... *gaya anak murid gue*
mungkin BULAN ini saatnya membahas masalah PERSAHABATAN. Maaf kalau post tulisan kali ini rada alay tapi ini bagian dari gambaran suasana hati yang sedang dikuras terus oleh emosi persahabatan.
kadang gue gak ngerti sama teman-teman gue ini yang dalam masa peralihan ke sahabat. kenapa gue bilang dalam masa peralihan ke sahabat? ya karena semua hal yang sedang terjadi sedikit banyaknya membuat gue bingungdan ragu dengan persahabatn itu sendiri. kadang gue mikir kalau hal kaya gitu gak perlu gue pikirin, tapi kadang gue mikir kalau gak dipikirin semua tingkah gue bakalan gak logis gara-gara pake hati terus.
sebelum ini semua terjadi (tragedi PL) gue udah klop dan nyaman sama teman-teman gue. gue ngrasa ini nih sahabat yang gue temuin di masa-masa kuliah. ini nih yang bakalan bikin gue kangen padang dan bakalan balik kesini buat ketemu mereka. tapi semua ini kayaknya udah mau berubah deh.
kemaren gue kuliah reading 4, namanya juga reading pasti banyak baca dari pada ngomong kan? tapi kuliah sama miss mely beda. kita diajak kritis disana. jadi sebelum membaca kita diskusi dulu dengan topik yang mau kita baca.
topik minggu ini adalah friendship. wow, pas banget ya sama keruwetan yang sedang terjadi akhir-akhir ini. gue excited banget pas tau itu topiknya. ketika diskusi gue serasa diseret bolak-balik dari masa kini ke masa lalu, kemudian diseret lagi kemasa kini dan kemasa depan. semuanya terus terputar-putar hingga gue mulai menyatukan semua memori tentang persahabatan.
di masa lalu, gue punya sahabat. gue selalu ngabisin waktu bareng dia. banyak hal yang udah gue lakuin bareng dia, dari mulai main ala anak-anak kaya main boneka, masak-masakan, mandi di sungai, naik gunung, dandan-dandan pakai baju mama, kriting rambut, dan main pendekar-pendekaran dan putri-putrian ala film cina. LOL. Selain itu kita juga sadar kalau kita grow up, jadi kita juga memperbaiki sikap dan tingkah kita yang masih ala anak-anak menjadi gadis yang dewasa. tapi itu cuma didepan, ketika kita berdua ada didunia kita semua hal masih seperti dulu, seperti saat kita masih kecil dan selalu polos dengan kebahagiaan yang kita buat.
gue rasa dia orang yang paling ngerti gue setelah mama. dia tahu banyak tentang gue dari pada gue sendiri. dia kaya mama ke dua gue. bukan karena sifat dewasa dia, tapi lebih karena kemisteri yang sudah terbangun sejak kita masih kecil sepertinya. kita sudah seperti kakak adek. kemana dia pergi, kesitulah aku harus melangkah begitulah kedekatan kita. bahkan hal yang belum kita ucapkanpun kita sudah sama-sama saling memahami. dan anehnya kita pernah dicintai oleh orang yang sama diwaktu yang berbeda*cinta monyet gak penting*.
saat gue memutuskan untuk hijrah ke padang, gue dan sahabat gue nangis parah. gila sejak kecil dari mulai belum sekolah sampe SMA kita bareng-bareng terus. pernah kepisah lokal pas SMA karena dia masuk IPA dan gue IPS 2 tahun, itu juga kita masih aja berangkat dan pulang bareng. jadi perpisahan kemaren sungguh berat buat kami.
gue janji bakalan terus keep communication sama dia. awalnya semuanya lancar, namun lama kelamaan semuanya berakhir, kita saling sapa hanya ketika mau mengucapkan kata selamat ulang tahun atau maaf lahir batin. selebihnya hanya jika ada hal yang benar-benar penting baru kita ngobrol via telfon agak lama. persahabatan semakin renggang ketika aku bohong untuk berlibur dan bermain ke baturaden bersamanya tapi aku malah meninggalkannnya dan pergi bersama sepupuku, itu adalah salah satu hal yang aku sesali seumur hidup. dia sedih dan bahkan tidak percaya kalau gue bisa nglakuin semua itu sama dia. untuk yang satu ini aku benar-benar minta maaf cus, andai gue punya kesempatan buat ngejelasin dulu....
mungkin kebiasaan gue yang selalu dimanja dari mulai dimanja sama parents karena gue anak cewek satu-satunya dan dimanja sama sahabat gue yang memperlakukan gue kaya anak, adek dan sahabat sekaligus. menurut gue itu yang bikin gue jadi manja dan ingin menjadi yang satu-satunya. mereka memperlakukan gue terlalu special. tapi banyak dampak yang timbul dari itu semua. ada negative ada juga positive. negativenya au selalu saja ingin menjadi satu-satunya yang dimengerti, ingin selalu dimanja dan kurang rasa tanggung jawab karena selalu saja mengandalkan orang tua dan sahabat yang selalu ada. namun positivenya aku selalu saja ceria, humoris, kritis dan tidak mempunyai batasan untuk berfikir dan berimajenasi. aku terlalu bebas dalam mengekspresikan semua hal yang aku ingin. mungkin karena limpahan cinta dari mereka kali yah?
semua berbeda ketika di padang dengan sahabat-sahabat gue yang baru. karena semua sifat egois gue *before you blame other look at yourself firs* sekarang gue rada gak nyaman sama persahabatan yang sekarang. semakin lama semakin kelihatan jelas sifat asli teman-teman gue. itu mungkin bangus supaya kita udah gak saling pura-pura lagi, tapi sumpah itu buat gue makin gak nyaman dan ilfil dengan suma yang terjadi. kalau gue sendiri emang selalu gak bisa pura-pura. sumpah susah banget. jadi ketika ngliat teman gue yang berpura-pura gue jadi mual semual mualnya. gue gak nyalahin mereka dengan sifat kepura-puraan itu karena gue sadar, semua orang ingin terlihat baik dimata orang lain walau menurut gue cara itu adalah yang paling menjijikan.
gue sayang mereka, gue tunjukin gue apa adanya. just the way i am. i dont like you talk in my back. kalian bilang kita sahabat, tapi kalian selalu saja ada yang saling membicarakan satu sama lain tanpa sepengetahuan otang tersebut. ada lagi teman gue yang gak mau berbagi cerita tentang masalah dia ke SAHABATNYA SENDIRI. katanya dia mau cerita masalahnya sama orang-orang tertentu. fine, i am not special on you, not only me, but WE. persahabatan ini semakin gak nyaman dan gak normal menurut gue. gue mulai mikir lagi tentang sahabat gue di sana dan tentang sahabat-sahabat gue disini. cara kita bersahabat memang beda-beda ya. cara seseorang sayang juga beda-beda. yang perlu kita tahu adalah kita harus sadar siapa yang benar-benar menyayangi dan tulus ke kita.
i thought the world was caving in when i lost somebody i loved, they did not die. they just went away by misunderstanding.
*gak jelas tulisan apa ini, lagi emosi dan sedih soalnya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar