Sabtu, 18 Februari 2012

Mahasiswa Tingkat Akhir


Sebagai tukang tulis dan manusia yang masih percaya dengan adanya tuhan, aku selalu saja berbagi perasaan dengan keduanya. Meski Tuhan maha tahu tentang apa saja yang terjadi dan dirasa oleh umatnya, aku selalu saja belum puas hanya karena telah bercerita tentang semua keluh kesahku tentang hidup yang kadang kurang aku syukuri. Aku selalu berhenti pada titik puas pada saat telah menuangkannya dalam bentuk tuliasan. OLEH KARENA ITU AKU AKAN TETAP MENULIS.

Seperti sekarang ini. Saat dunia seakan gelap, semua sudut jalan serasa buntu, hanya Tuhan yang paling tahu perasaanku dan hanya tulisan yang menjadi puncak kepuasaanku bercerita. 

Dulu sewaktu aku masih kuliah ditahun pertama, kedua, dan ketiga semua hal terasa mudah. Semua kesulitan yang mereka sedang rasa hanya bualan para mahasiswa pemalas saja, hanya keluhan yang berasal dari kelemahan mereka dalam berjuang. Aku selalu mencibir dalam hati, mengejek seakan semua hal mudah jika ada kemauan. 

Yah, semua hal terasa mudah pada awalnya. Pada awal imajenasi kita tentunya. Semua hal akan terasa mudah apa bila kita berusaha, itu memang benar. Namun selalu saja ada faktor X yang membuat semuanya berbalik. 

Pada realitanya, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Namun, manusia kadang lalai bahwa tuhan mempunya tangannya sendiri untuk memutar balikan sesuatu. Dia tidak akan memberikan apa yang kita minta, dia hanya akan memberikan apa yang kita butuh. dan manusia tidak sadar akan hal itu, kemudian berterikan, mengeluh dan mencibir semua hal yang telah Ia rancang dengan indah untuk kita.

Untuk kali ini mungkin semua hal itu adalah miliku. Semua hal yang tidak aku harapkan, semua hal yang membuatku sakit kepala berhari-hari dan tidur dengan cemas membayangkan apa yang akan terjadi.

Setiap mahasiswa tingkat akhir sepertiku ini selalu saja ingin semuanya lancar baik dalam nilai, penyusunan skripsi maupun sidang-sidang yang akan dijalani menuju hari wisuda. Semua ingin lancar dan memang harus lancar. Terus kenapa aku harus mengeluh? Karena menuju itu semua banyak sekali hambatan.

Untuk semester ini saja aku harus kuliah,PL dan skripsi. Kemudian masih banyak lagi kegiatan yang sudah menjadi tanggung jawabku untuk melaksanakannya.Ah, hidup selalu saja dipenuhi hal-hal yang membuat kepala berguncang memikirkannya.

Bukan masalah capek yang harus aku terima. Ini lebih kepada waktu yang aku punya. Dengan semua waktu yang ada, aku selalu saja membutuhkan kembaran diriku kalau itu ada. membatuku dalam kegiatan yang lainya. Itu kenapa banyak orang bilang hidup adalah pilihan dan pilihanmu itu yang akan mementukan masa depanmu.Untuk sekarang pilihaku adalah ini, dengan hal yang membuatku sibuk setengah mati dan sakit kepala berkepanjangan. 

Mungkin sangat berbeda dengan teman-temanku terutama gankku. Tapi ya sudah lah, ini lah hidup dan ini lah pilihanku. Semoga bisa menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. 

Tuhan selalu bersamaku, sebab itu aku tidak takut dengan semua cobaan yang sengaja Ia beri untukku. Tuhan bersamaku, Tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar