Jumat, 08 Juni 2012

What They Want and What I Want

baiklah, kalau lagi galau begini gue emang langsung nulis. dengan nulis gue udah ngrasa curhatin masalah gue sama sahabat gue, udah gila kali ya gue? bodo amat lah, yang penting rasa berkencambuk dalam pikiran gue hilang #eeaaaa.


jadi gini, berhubung gue insyaallah oktober ini mau wisuda (amin ya Allah), jadi gue udah harus juga mikirin kedepannya mau gimana. gue sering cerita sama orang tua gue kalau niat gue sih kalau bisa lanjut ke S2 aja, cari beasiswa guituuu.. awalnya mereka setuju, tapi akhir-akhir ini kayaknya mereka banyak pertimbangan lain sehingga gue juga harus jadi wanita yang biasa-biasa aja, yang selesai kuliah dengan jurusan pendidikan yang kelak mereka harapkan gue bakalan jadi guru seperti apa yang mereka impikan.
jujur, gue rada malas jadi guru. bukan karena mengajarnya tapi lebih kepada pertimbangan lain yang bakalan bikin gue gak nikmatin kerjaan gue kelak. pengalaman gue selama praktek ngajar di smp n 12 yang merupakan rintisan sekolah berstandar internasional tersebut, gue menemui beberapa hal yang gue gak suka dalam lingkungan sekolah maupun pengajaran yang diterapkan untuk para siswa. menurut gue, smp n 12 adalah salah satu smp favorite di padang, sehingga dari segi fasilitas, guru dan siswanya udah keren-keren, namun yang gue keluhin lebih kepada sistem yang diterapkan dalam pendidikan di indonesia yang juga diturutin oleh semua sekolah negeri di indonesia, termasuk smp tersebut. mau gimana lagi juga ya? peraturan memang harus dijalankan kan? hehehe..
gue gak suka lingkungan sekolah yang monoton kaya gitu, hanya gedung, gedung dan gedung. kerapihan yang wajib diterapkan secara teratur, bahkan bisa dibilang seni jauh dari itu semua. belum lagi sebagian besar guru itu adalah wanita, tau kan wanita gemar banget yang namnya ngegosip, nah ini yang paling gue gak suka. selain nambah dosa juga bikin perpecahan di mana-mana yang akirnya kalau gak punya gank ya gak punya teman. ah, gak suka banget gue model yang ginian. memang sih gak semua wanita gemar menggosip, tapi sebagian besar memang begitu kan? ah sudah lah gak sudah munafirk bilang gak, lihat deh di sekitar kalian dengan seksama.

gue udah dari dulu pingin kerja di bidang seni, kaya misalkan jadi penyiar radio, presenter acara tv, penulis dan penggamar kreatif dan masih banyak lagi deh. pokonya pekerjaan yang buat orang kaku kaya kerja ditempat  formal. tapi sekali lagi you have know that my parents dont like that. mereka suka pekerjaan yang memberikan prestige tinggi buat keluarga, well gue ngerti maksud mereka.
sekarang pertarungan besar yang ada di diri gue adalah antara "what they want and what i want". its dosent like a piece of cake in my life, its really  crowded.

yang masih gue pertahanin dalam diri gue adalah jiwa ingin selalu menulis dan bercerita, so ini bakalan gue pertahanin sampai akhir hayat dan gak bisa gue gadaikan dengan apapun. bila nanti, kelak, entah esok atau lusa gue harus menggadaikan impian gue dan kecintaan gue akan sesuatu, yang satu ini gak bakalan gue gadaikan, gue janji.
selepas gue menyelesaikan thesis gue, gue mau langsung cari kerja, apapun itu. ada beberpa hal yang gue mau beli pake uang gue sendiri yang kelak bakalan jadi bukti sejarah kalau gue pernah ada di dunia ini. semoga tercapai sebelum oktober tahun ini usai. gue gak mau jadi seonggok daging yang bernama doang, kemudian setelah mati setiap hari, minggu, bulan dan tahun orang mulai lupa kalau gue pernah ada. gue mau bikin mereka selalu ingat kalau gue ada.
baiklah, sepertinya cukup menggalaunya hari ini. semoga besok atau lusa gue udah tau gue mesti ngapain sama gejolak "what they want and what i want". see you reader :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar