cita-cita,
kebahagiaan orang tua,
ini nih yang sekarang buat gue jadi galau. semakin hari umur semakin bertambah, semakin sedikit waktu yang kita gunakan untuk mencapai apa yang kita inginkan. apa lagi kalau apa yang sedang menjadi tujuan kita masih jauh dari kata "tercapai".
sebagai wanita jawa, yang sebagian besar wanitanya menikah muda tentu gue punya beban sendiri dalam hal satu ini. sebenarnya bukan beban buat gue sih, ini lebih kepada pandangan orang terhadap gue dan akan berdampak pada psikologi orang tua gue.
sedikit banyak fikiran mereka pasti memikirkan akan hal ini. walau pun sebenarnya babeh adalah tipe orang yang berfikiran demokratis dan modern namun tidak dengan mama. beberapa kali mama tanya seputar pacar dan kapan gue nikah, kalau bisa jangan lama-lama ya setelah wisuda, begitu katanya. sedangkan babeh, dia selalu support gue atas semua impian dan karir gue kedepan.
gue sebenarnya rada sebel juga sih kalau tau dengar beberapa teman gue udah nikah, dan beberapa teman yang lain akan menyusul juga. belum lagi banyak di kampung gue yang usianya masih dibawah gue juga udah ada yang nikah. ah apa-apaan ini. dengan usia gue yang baru 22 kenapa kesannya gue udah jadi perawan tua? kenapa dengan usia 22 ini gue udah dipanggil tante oleh anak teman-teman gue? kenapa teman gue harus bertanya "kapan nyusul?".
sekarang umur gue 22, terus kenapa? bentar lagi memang 23, dan begitulah umur akan terus bertambah. bagi gue, masalah umur cuma masalah matematika namun masalah jodoh adalah Tuhan dan cita-cita adalam masalah impian, usaha dan Tuhan.
karena umur adalah masalah matematik, dan jdoh adalah urusan Tuhan, maka gue mikir urusan seputar umur biarlah kalender yang terus menghitungnya dan masalah jodoh sudah ada Tuhan yang mengatur. tentu kita tidak akan pernah tahu siapa dan bagaimana jodoh kita kelak, karena itu semua adalah rahasia Tuhan. kemudian masalah cita-cita gue. cita-cita gue mungkin sedikit lebih besar dari teman-teman gue. lebih complicated dari apa yang dulu gue planningkan. oleh karena itu tentu gue butuh lebih banyak waktu, pengorbanan dan usaha yang gue berikan pada apa yang gue cita-citakan. salah satunya hal besar yang gue pertaruhkan adalah kesejahteraan orang tua gue.
babeh bilang sih gak papa katanya, tapi gue sebagai anak tentu gue pingin lihat orang tua gue hidup sejahtera di hari tua mereka. gue suka gak ngerti dengan kata kebahagiaan terbesar adalah membahagiakan orang lain dan kebahagiaan terbesar adalah melakukan apa yang ingin kita lakukan dalam hidup, slah satunya adalah mencapai cita-cita. namun, dari dua quotes bila diterapkan dalah hidup gue sungguh sangat bertentangan. sekarang gue bener-bener lagi krisis arti kebahagiaan dalam hidup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar